
Dukungan dana yang kami peroleh dari para pemegang saham sangat luar biasa, dan berkat dukungan itu Cantika farmasi dinyatakan beroperasi kembali dengan dibawah penanggung Jawaban rumah sakit Cantika dengan pimpinan Daren sebagai direktur rumah sakit, yang saat di ambil alih Profesor Azma.
"kak.... produk kita sudah masuk ke instansi terkait untuk pemeriksaan produk, semoga berjalan lancar ya kak, tidak ku sangka akan bisa secepat untuk bangkit." ujar Tyas yang tiba menerobos masuk ke ruangan Ku.
"uhmmm..... dan satu hal yang harus kamu ketahui, peralatan yang diperlukan oleh departemen pusat Kanker akan segera tiba di Indonesia, sekarang rumah sakit bagian belakang sedang renovasi untuk membuat ruangan yang baru."
Mendengar pernyataan dariKu,Tyas langsung memelukku dan setelahnya dia menatapku dengan tatapan Sendu.
"cie yang berpelukan." kata Remon yang main masuk saja ke ruangan ini.
"kenapa sih, iri ya?" jawab Tyas dengan raut wajah kesalnya.
"maaf mengganggu ya, oh ya. Remon kemari untuk memberitahu kalau bang Dokter sudah Siuman kak. tahu ngak siapa yang dipanggilnya pertama kali? ....
Setelah mendengar kabar Daren yang sudah siuman dari Remon, saya langsung lari menuju ruangannya dan sesampainya disana kulihat wajah tampannya yang tersenyum ke arahku. setelah di periksa oleh dokter dan saya dipersilahkan untuk duduk disampingnya.
"akhirnya kamu siuman juga, maaf ya. saya tidak ada saat kamu terbangun." ucap ku kepada-nya dan dia hanya tersenyum.
"Bu bos ngak ada yang terluka kan?" tanya Daren yang masih sempat menghawatirkan diriku.
"tidak ada, semuanya baik-baik saja. oh ya, ibu sudah berhasil di operasi, dan sudah berhasil juga melewati masa kritisnya. sekarang sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa. maaf ya saya sudah mengambil tindakan tanpa persetujuan mu."
Daren lagi-lagi tersenyum menanggapi perkataan dariku, dan senyuman begitu manis.
"Aku yang harus berterima kasih, karena sudah bertindak untuk Mama, dan sudah seharusnya Mama harus di operasi. masalah berhasil atau tidaknya itu atas seijin Tuhan."
"terimakasih ya, karena sudah menyelamatkan Ku dan terimakasih juga karena sudah Siuman kembali."
Daren hanya mengelus pipiku, dan rasanya begitu nyaman dan bahagia. di tambah lagi senyumannya yang begitu indah.
Kebersamaan dan kemesraan kami berdua harus berakhir karena kedua orang tua Remon sudah tiba di ruangan ini untuk menjenguk Daren seperti biasanya.
Canda tawa dari orang tua Remon, membuat ruangan penuh dengan kebahagiaan. sulit untuk menjelaskan Beta bahagianya Aku hari ini, canda tawa dari keluarga Remon, dan kemudian kedatangan Gopas di ruangan ini membuat suasana semakin lengkap.
__ADS_1
Tanpa terasa waktu berjalan terus dan Dokter menyuruh kami keluar dari ruangan karena terlalu ramai. setelah Dokter dan perawat itu keluar kami masuk lagi untuk menemui Daren.
Kedua orang tua Remon akhirnya pulang, Tyas, Remon dan Dadang diantar pulang oleh Gopas untuk memastikan keselamatan mereka selama di perjalanan.
Hanya Aku yang menemani Daren Suamiku malam ini. setelah makan malam, Daren minum obat dan beberapa saat kemudian dia sudah terlelap di ranjangnya karena pengaruh obat yang mengandung penenang.
Wajahnya begitu teduh, dan saat memandangnya sangat nyaman. saya bingung dengan perasaanku saat ini.
Dengan semua kejadian dan perjuangan yang kami lakukan bersama, tidak bisa ku pungkiri, kalau rasa cinta sudah tumbuh di Hatiku. tapi bagaimana dengan Daren? ***
Petugas kebersihan dan membangunkan tidurku yang tertidur di ranjang sebelah Daren, itulah keuntungan memilih rumah sakit Cantika dengan segala fasilitasnya yang mewah dan lengkap.
Dokter jaga dan perawat datang untuk memeriksa keadaan Daren, menurut keterangan dari Dokter. kemungkinan besar Daren hanya butuh 2 hari lagi untuk di rawat di rumah sakit ini. karena bekas jahitan sudah mulai mengering.
Layanan ketering rumah sakit sudah datang dan menyajikan makanan untuk Daren berupa bubur nasi merah. karena ususnya yang dijahit belum sembuh total.
Pelan-pelan Daren ku suapi, dan lagi-lagi rasa cintaku terhadapnya semakin bertumbuh. dalam hati ini, apakah hanya aku yang merasakannya?
Setelah selesai sarapan, perawat datang untuk memberikan obat yang disuntikkan melalui Infus yang tergantung yang terhubung ke tubuh Daren.
"selamat pagi bang Dokter, selamat pagi kakak Iparku." sapa Remon dengan ekspresi wajah yang bahagia.
"selamat pagi, kok cepat banget datang Nya?" tanyaku Kepada mereka.
"tanpa kakak dan Abang, di rumah sepi Kak. makanya kami kemari." ucap Tyas sambil menyajikan makanan yang dibawanya dari rumah.
"kak, Remon, Dadang. sarapan yuk." ajak Tyas setelah Selesai menyajikan makanan yang dibawanya.
"Abang gimana, dah sarapan apa belum? bisa kali gabung sarapan dengan kita?" tanya Remon dengan ekspresi yang lucu.
"abang mu sudah sarapan, dan belum makan yang keras. tunggu dua hari lagi ya, biar sama-sama sarapan lagi."
Mendengar jawaban dariKu, Remon hanya manggut-manggut saja. dan kami akhirnya sarapan bersama.
__ADS_1
Selesai sarapan, langsung mandi dan berpakaian pakaian. karena Tyas juga membawa pakaianKu dari Rumah.
Selesai Mandi dan dandan, Daren tersenyum melihat penampilan ku. dan itu langsung menjadi bahan ledekan buat Remon.
"selamat pagi semuanya" Gopas yang sudah hadir juga di ruang rawat VIP ini."
"selamat pagi bang Gopas yang jomblo." jawab Remon asal.
"idihhh.... Lo juga masih jomblo Remon, sesama jomblo ngak usah saling menghina." ujar Gopas yang terlihat kesal.
Tyas dan Dadang tertawa dengan pertikaian mereka berdua, dan itu mengawali pagi hari yang cerah ini.
"selain jenguk bang Dokter, ada urusan apa datang kemari?" tanya Remon yang agak sewot.
"rese Lo, ngak asik tau...." ujarnya tidak kalah sewot dengan Remon.
"oh iya Bu, kita harus menemui Imran di penjara. untuk mintak tanda tangannya."
"kalau ngak mau tanda tangan gimana itu bang?" tanya Remon menanggapi perkataan Gopas.
"oh tidak bisa Remon, jika Imran menolak untuk tanda tangan itu artinya dia melawan negara. karena semua harta disita oleh instansi terkait dan ini surat perintah Nya.
Seluruh sahamnya di Cantika Group akan dibeli oleh ibu Cantika dan Tyas, dan harta yang lain akan dilelang oleh negara." kata Gopas dengan sangat jelas.
"Remon dan mas Dadang ikut ya, teh Tyas disini dulu. ntar lagi emak akan datang kemari." ucap Remon seolah-olah membujuk Tyas.
"ngak usah, kalian berdua disini saja." Gopas menolaknya.
"oh tidak bisa, asal Abang tahu ya. wanita yang bersama Abang itu adalah kakak Iparku. berhubung abang ku ini belum bisa menemani istrinya, maka saya. Remon yang akan mewakili."
Remon mengatakan demikian dengan bertolak pinggang, dan ekspresi nya itu membuat Tyas menahan tawa.
"kampret loh, emangnya gue cowok apaan? ngak mungkin kali saya merebut istri sahabatku sendiri." ungkap Gopas dengan nada yang kesal.
__ADS_1
"eh bang, kalau semua maling ngaku penuh tu penjara. pokoknya Remon harus ikut, tidak ada tapi tapian." ucapnya dengan Paksa.
Kami hanya bisa menahan tawa karena tingkah mereka berdua, daripada terus bertikai akhirnya Remon dan Dadang ikut bersama kami ke penjara untuk mengunjungi Imran.