DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Penghiburan dan Harapan.


__ADS_3

Karena masih merasa sakit hati, enggan rasanya untuk pergi ke kamar mandi. dan tidak berapa lama Tyas datang dengan membawa sarapan di atas nampan.


"kakak mandi dan habis itu sarapan, Tyas akan berangkat kerja setelah kakak mandi dan sarapan." kata Tyas dengan matanya yang melotot.


Ku langkahkan kakiku ke kamar mandi, setelah keluar kamar benar saja Tyas masih menunggu ku di meja rias Ku.


Setelah berpakaian, Tyas menyuapi Ku makan. setelah selesai makan, Tyas menatapku.


"tenang kak, ada Tyas bersama kakak. semua akan terjawab hari ini juga. kalau begitu Tyas pamit ya kak.


Tyas sudah berangkat kerja, sementara Aku masih termenung di dalam kamar ini, keraguan ku terhadap Daren semakin bertambah. Karena semalaman tidak bisa tertidur, akhirnya mata ini bisa tertidur juga.


Baru saja rasanya tertidur pulas, handphone ku berdering dan setelah ku lihat ternyata Tyas yang menghubungi Ku.


"halo kak, bagaimana keadaan kakak? sudah makan siang apa belum?" tanya Tyas melalui sambungan telepon.


"sudah Tyas, ada apa nelpon?"


"kak, kami sudah mendapatkan tentang informasi pelakor itu. pelakor itu adalah itu adalah kaki tangan Farel dan lebih tepatnya adalah selingkuhan Farel. dia ingin mengacaukan pernikahan kakak dengan bang Daren. dan sebenarnya pelakor itu tidak pacaran dengan bang Daren.


Pelakor itu hanya merasa secara sepihak, karena sakit hati selalu di tolak oleh bang Daren, makanya dia berniat menghancurkan perkawinan kakak.


Kami sudah membuat pilihan dengannya, keluarga atau dia yang bunuh diri?


Dia memilih bunuh diri dengan catatan bunuh diri karena Kecewa terhadap Farel yang sudah menghamilinya.


Untuk selanjutnya Tyas serahkan semuanya kepada kakak, karena ini adalah pernikahan kakak yang seutuhnya. dan kakak harus ingat, Tyas akan selalu bersama kakak."


Tyas hanya menjelaskan mengenai pelakor itu panjang lebar dan hingga akhirnya sambungan telepon terputus.


Tapi pikiranku masih belum menentu, karena belum mendapatkan penjelasan yang seutuhnya dari Daren.


Termenung sepanjang hari di kamar ini seorang diri, dan hingga akhirnya siang sudah berganti malam. dari sisi TV terlihat. Tyas, Remon dan Dadang. sudah tiba di rumah dengan pengawalan Gopas.

__ADS_1


Mereka melangkah menuju masuk rumah, dan aku turun untuk menyambut mereka. kami langsung menuju ruang kerja di rumah ini dan Tyas langsung membuka beberapa laporan.


"kak, bang Daren besok sudah bisa pulang ke rumah ini." ujar Tyas mengawali obrolan.


"Bagus...


Jawaban dariku langsung membuat mereka semua terdiam, dan Tyas kemudian menyerahkan dokumen dipegangnya.


"kak, ini adalah pembelian seluruh saham Imran. dan produk Cantika farmasi dinyatakan lolos uji coba dan siap untuk di pasarkan. semuanya berjalan sesuai dengan harapan kita."


Penjelasan Tyas membuat merasa lega, perjuangan kami akhirnya berbuah manis. dan inilah yang aku tunggu-tunggu, usaha kami tidak sia-sia.


"Tyas, selanjutnya mari kita bahas pabrik fashion. ingat disini akan banyak orang yang bergantung, jadi kita harus membuat Nya semaksimal mungkin ya."


"siap kak" jawab Tyas dengan semangat.


"pak Gopas, kapan kita Mulai misi lagi."


Gopas langsung tersenyum setelah mendengar kapan misi di Mulai dan Gopas langsung mengacak-acak rambut Remon.


"Abang ini ada-ada aja, asyik Aa Remon aja yang jadi sasaran Nya." ujar yang terlihat sewot sembari merapikan rambut Remon yang di acak-acak oleh Gopas.


"maaf...." Gopas mintak maaf karena diserang dua orang sekaligus.


Iri melihat Remon dan Tyas yang terlihat mesra tanpa memperdulikan keberadaan kami.


"saya sudah menyampaikan kabar bahagia ini kepada para warga pemukiman kumuh itu Bu, rencananya pemukiman para warga akan digusur kemudian dibangun Apertemen yang bersamaan dengan pabrik pakaian. untuk masalah limbah saya sudah punya tim yang akan menangani Nya."


"bang Gopas, untuk sementara para warga mau tinggal dimana bang?" Tyas bertanya kepada Gopas perihal para warga.


"tenang, itu sudah Abang pikir kan. salah rumah makan yang Abang punya dan belakang rumah makan tersebut ada Aula yang biasa dipakai untuk acara pernikahan. dan itu cukup besar. sehingga akan mampu menampung mereka semua, dan rumah makan akan dijadikan sebagai dapur umum untuk sementara waktu.


Rekan-rekan yang lain sudah mengurus perihal perijinan pabrik dan apartemen. dan hebatnya lagi pemko menyambut baik untuk pembangunan Apertemen dan pabrik. ini adalah suatu pencapaian yang luar biasa dalam hidupku.

__ADS_1


Mulai pagi tadi para warga sudah beres-beres untuk pindah ke Aula yang tidak jauh dari pemukiman warga. dan mereka menyambutnya dengan sukacita."


Gopas membeberkan Nya dengan begitu bahagia, terlihat dari luar perawakan Gopas tegas dan keras. tapi hatinya begitu mulia, berjuang untuk kaum yang tertindas.


"berarti giliran Remon yang akan merancang website untuk penjualan secara online, dan juga penanganan mengenai produk-produk yang di tawarkan di media online."


Ucapan Remon disambut Senyuman dari Tyas, dan lagi-lagi mereka berdua tidak memperdulikan kami, tanpa segan-segan Tyas langsung memegang tangan Remon.


"AA... nanti kita kerja sama ya, ntar buat aja surat resin kepada kakak. supaya bisa sama-sama."


Sungguh lebay sikap Tyas, tapi Aku iri melihatNya. terlihat Gopas agak sewot melihat kemesraan Tyas dan Remon.


"rekrut Dadang juga dong, Dadang sama Remon sudah berkawan, masa langsung di pisahkan begitu saja!"


ungkap Dadang yang terlihat tidak ikhlas berpisah dengan Remon, persahabatan mereka terjalin karena perjuangan kami.


Tyas hanya mengganguk kepalanya pertanda setuju, terlihat Dadang langsung tersenyum menanggapi persetujuan dari Tyas.


"Tyas... jangan kurang ajar dong, anggota kakak yang terbaik langsung Tyas embat. ngak bisa begitu. Remon dan Dadang itu kakak yang rekrut ya. asyik main sambar aja."


Mendengar perkataan Ku, Tyas langsung sewot. seolah-olah dia tidak terima akan perkataan Ku.


"jangan gitu lah kak, anggota kakak yang berbakat dan unggul kan masih banyak. masa cuman orang kakak ngak ikhlas."


Seperti biasa, Tyas kalau ada mau langsung membujukku, dan bukukan Tyas selalu mampu membuat hatiku luluh.


"ya sudah, ntar Kakak cari pegawai bagian keuangan ya. kayaknya ibu Tiodor punya stok orang-orang terbaiknya. nanti kakak temui Bu Tiodor ya. apa sih yang ngak untuk mu."


Melihat wajah Tyas yang membujuk ku langsung luluh Hatiku, Remon dan Dadang terlihat begitu bahagia mungkin karena mereka akan tetap bersama.


"akuii ikut di rekrut dong..... " pinta Gopas sok imut.


"ngak....

__ADS_1


Dengan kompak Tyas dan Remon menolak Gopas, dan kami semua langsung tertawa lepas karena tingkah mereka berdua.


Sejenak beban pikiran ku terlepas seketika, Remon memang luar biasa, pantas saja Tyas adikku jatuh hati kepadanya.


__ADS_2