DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Dendam Yang Berkelanjutan.


__ADS_3

Sidang lanjutan Om Imran di buka kembali, kali ini hanya Aku dan Daren yang ikut bersama Gopas dan rekan-rekannya di pengadilan ini.


Tyas, Remon dan Dadang. ku mintak berjaga-jaga di kantor bersama tim pak Dimas dari ruang Sermon.


Hakim sudah berada di tempat duduknya dan hakim anggota membacakan agenda, kali ini adalah saksi ahli yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum.


Saksi Ahli yang pertama dari ahli kimia, Profesor Doktor Erik Pratama. begitu banyak penjelasan darinya, mudah dipahami dimengerti. Profesor Erik juga sebagai tenaga pengajar sekaligus pengawasan lembaga Ijin untuk produksi bahan-bahan kimia.


Kapasitas Profesor Erik ditinjau dari komponen hasil produksi senyawa kimia. dari kesimpulan yang bisa ku pahami dengan jelas, bahwa produk dari Cantika farmasi ini, sangat berbahaya. tidak banyak negara yang memberikan izin untuk memproduksiNya, senyawa kimia yang diproduksi oleh Cantika Farmasi digunakan untuk bahan baku bom atom dan senjata bio kimia yang lainnya.


Bukan hanya umat manusia yang bisa musnah, tumbuhan, hewan baik di udara, air dan yang melata di tanah. segala sumber kehidupan di bumi yang terkena dampaknya akan hancur lebur. penggunaan senjata kimia merupakan merupakan kehancuran.


Bukan hanya itu, limbahnya juga sangat berbahaya. bagi peradaban segenap makhluk hidup yang berada disekitar pabrik dengan radius 40 km.


Menurut Profesor Doktor Erik Pratama, siapapun yang terlibat dalam kasus produksi senyawa kimia ini. pantas dan sangat layak untuk dihukum mati.


Saksi Ahli Kedua adalah Ketua Tim Forensik, Profesor Dokter Bayu laksana. beliau bersama Tim-nya yang meneliti Kasus perdagangan organ tubuh manusia.


Dari penuturan jumlah dan para korban sesuai dengan konferensi pers pihak berwajib. berdasarkan hasil laboratorium, barang bukti yang dibawa dari ruangan rahasia Dokter Indra Dermawan, organ tubuh yang ditemukan dalam toples kaca tersebut sudah tidak bisa di donor kan, karna organ tubuh tersebut salah penanganan yang mengakibatkan sudah mulai membusuk.


Dari hasil Forensik, pengambilan organ tubuh tersebut dari tubuh korban sangat tidak manusiawi dan melanggar kode etik kedokteran. mereka hanya mengambil bagian organ tubuh yang dibutuhkan, ibarat memotong hewan ternak. juru potong Nya mengambil bagian dalam hewan dan berusaha untuk tidak merusak bagian dalam yang di inginkan dan sisanya ya terserah.


Setelah organ tubuh yang diinginkan diambil lalu dibiarkan begitu saja, cara membedah Nya jauh dari kata layak. mulai dari dada hingga perut, setelah mengambil organ tubuh yang di inginkan, jasadnya dibiarkan begitu saja.


Cara membedah Nya sangat tragis dan yang membedakannya tidak layak dan tidak pantas disebut Dokter, bahkan di rumah jagal sekalipun tidak begitu cara itu.

__ADS_1


Begitu lah penuturan Profesor Dokter Bayu laksana, dengan raut wajah yang penuh dengan emosi yang terkontrol. beberapa orang dalam ruangan ini meneteskan air matanya karena merasa sedih, geram dan emosi mendengar penuturan dari ahli forensik itu.


Saksi Ahli ketiga dan terakhir yang menjadi, Doktor Imanuel Nicolas, SH. MH. beliau juga sebagai tenaga pengajar disalah satu universitas negeri.


Saya sangat setuju dengan penuturan nya yang terakhir. dia setuju dengan pernyataan salah satu dari Saksi ahli yaitu Tiodor. bahwa para pelakunya, wajib di hukum mati dan harta di ambil oleh negara untuk di sumbangkan kepada keluarga korban dan jika keluarga para korban menolaknya sebaiknya di sumbangkan kepada kaum duafa.


Doktor Imanuel Nicolas, SH. MH, sudah tidak bisa menoleransi akan perbuatan keji dari para pelakunya. mereka sangat kejam dan manusia seperti mereka, tidak layak untuk mendapatkan tempat di dunia ini. tempat mereka jauh lebih pantas di api neraka jahanam.


Penuturannya membuat hakim hanya menganggukkan kepalanya, dengan ekspresi wajah yang penuh dengan ketenangan.


Agenda yang terakhir adalah menghadirkan saksi-saksi yang meringankan terdakwa, tapi penasihat hukum terdakwa tidak bisa menghadirkan saksi untuk meringankan terdakwa.


Alhasil sidang di tunda sampai Minggu depan, dengan agenda pembacaan sidang keputusan.***


Karena lelah dan menguras emosi saat di ruang sidang pengadilan. ku putuskan untuk pulang ke rumah. sesampainya di rumah langsung masuk kamar demikian juga dengan Daren.


Televisi aku Nyalakan, dan mencoba mencari channel TV yang menayangkan berita update. baru saja menekan tombol remote, sudah tersaji berita kematian.


Seorang petinggi negara ini yang terlibat kasus Cantika Group bersama anak buahnya disebuah vila area Bali, tersenyum puas. akhirnya mereka satu persatu tewas. manusia yang tidak terjamah hukum.


"Bu bos, apakah ini semua ulah Bu bos." tanya Daren secara tiba-tiba yang baru keluar dari kamar mandi.


"bukan urusanmu, kamu tidak pantas untuk bertanya."


Jawaban Ku membuat Nya langsung terdiam, dan kemudian duduk di kursi belajarnya. Daren kemudian membuka buku bacaannya.

__ADS_1


"Dengar ya kamu, tidak perlu repot-repot untuk mengurus Ku. kamu disini hanya sebagai suami."


Daren hanya terdiam tanpa menolehku, dia kembali lanjut membaca tanpa menolehku. rasanya seperti di acuhkan.


Malam semakin larut, dan ku coba untuk tidur. samar-samar kulihat Daren sudah berlalu ke tempat tidurnya.****


Karena berita tadi malam yang kemudian menjadi Vira, halaman rumah ku kembali dipenuhi wartawan dari berbagai media.


Rasanya malas meladeni para awak media itu, takutnya ada penyusup yang berada diantara mereka seperti kejadian di minimarket kemarin.


Mau tidak mau harus di rumah ini dulu, Daren yang terlihat ingin bersiap ingin pergi langsung ku cegat.


Syukurlah Daren kali ini nurut dengan perintah Ku, dan kami berdua turun ke bawah untuk sarapan. awalnya dia tidak mau sarapan tapi ku paksa akhirnya dia mau sarapan juga.


"kak, ini berita lagi viral. pejabat negara Indonesia yang bekerja di kedutaan Korea Selatan yang terlibat dalam kasus Cantika Group. ditemukan tewas diapertemen Nya. dan direktur rumah inchan terbunuh juga. dan Sadis nya para keluarganya ikut dibunuh juga. baik WNI itu maupun direktur rumah sakit inchan." ujar Remon.


"waouuuuu.... viral lagi berita Nya, 3 orang petinggi negara yang menjadi buronan, akhirnya melakukan konferensi pers dan mengakui keterlibatan Nya dan menyerahkan diri kepada kepala pihak berwajib." ujar Dadang menyambung omongan Remon.


"mungkin takut dibunuh kali ya mas?" Remon bertanya kepada Dadang.


"mungkin juga, tapi ya sangat ku dukung siapa pelaku pembunuh Nya itu. jika bisa menyumbang dana untuknya, bonus yang kuterima selama akan ku berikan kepadanya." ujar Dadang dengan bersemangat.


"tapi itu membunuh juga loh mas, itu ibaratnya gigi ganti dengan Gigi." sanggahan Remon terhadap pernyataan Dadang.


"kita ini manusia biasa Remon, yang punya hati dan cinta. jika hati dan cinta kita disakiti? apa masih sanggup kita memaafkan orang lain? hanya nabi Tuhan yang melakukannya. jujur saya saya sebagai manusia biasa tidak akan sanggup. lihatlah betapa banyaknya korban jiwa, harta benda dari orang-orang disekitarnya yang mencoba untuk hidup jujur.

__ADS_1


Jika takut terbakar, jangan bermain api. mereka pasti sudah tahu kalau semua masalah ini akan berujung pada akhirnya.


Jelasnya kepada Remon, setuju banget dengan pernyataan Dadang. setiap kejahatan pasti akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.


__ADS_2