DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Daren Membuat Heboh.


__ADS_3

Selesai makan malam, kami masuk ke kamar masing-masing. sesampainya di kamar, langsung aku berendam di bathtub ini. setelah beberapa lama baru ku bersihkan tubuh ini dengan air shower.


Jam 9 malam, Daren baru sampai di kamar ini dengan wajah raut wajah letih. setelah menundukkan kepalanya kepadaKu, dia langsung ke kamar mandi sambil membawa handuk dan pakaianNya.


Beberapa saat kemudian Daren sudah keluar dari kamar mandi dan langsung aku dekati. begitu melihatnya emosiku langsung memuncak.


Plak ... plak .... plak .... plak ....


Tamparan Ku melayang lagi ke pipinya, sebanyak dua kali dan rasanya agak lega, tapi air mata Daren langsung berurai.


"terserah kamu mau ngomong apa, dan siap menerima semua tindakan Mu terhadapku." ungkapnya dengan wajah yang merah bekas tamparan Ku.


"kenapa kamu selalu bertindak duluan tanpa kompromi? apa sih yang dalam otakmu?"


Daren hanya terdiam sambil menatap wajahku dengan kedua matanya yang sembab.


Sebenarnya saya tidak ingin melakukanya kepada Daren, aku hanya ingin dia aman. jika dia diam dan tidak bertindak, tentunya aku tidak marah kepadanya.


Karena emosi, kaos yang dipakainya langsung ku tarik hingga terjatuh ke ranjang Ku dan Daren pasrah saja seperti orang yang tidak berdaya.


Dirinya yang pasrah di ranjang membuat gairahku bangkit, dada bidangnya yang terbentuk dibalik kaos oblong Nya sangat membuatku bergairah, begitu juga dengan rambutnya yang masih basah.


Entah apa yang merasuki tubuhku, kaos oblong Nya yang kutarik lagi dengan kuat hingga koyak. dan celana pendek yang dipakainya langsung ku buka dan lagi-lagi Daren hanya pasrah.


Batang besar MilikNya Hanya ku godok sebentar dan langsung tegak berdiri sempurna, pakaian yang aku pakai langsung ku buka. alat pengaman dari laci langsung Kuambil dan kumasukkan ke batang miliknya.


Daren hanya pasrah dengan semua perbuatan Ku kepadanya, dia seperti pria penghibur yang siap melayani Ku.


Sekarang aku sudah berada diatasnya dan batang besar MilikNya sudah berada di liangku. rasanya nikmat sekali, wajah tampan Daren yang terlihat menikmati permainan Ku membuat gairahku semakin memuncak.


Daren menekuk kedua kakinya, dan batang besar MilikNya terasa masuk sangat dalam di liangku. dan kenikmatan itu semakin bertambah.


Permainan Ku percepat, karena kenikmatan akan batang besar milik suamiku membuat ku sudah hampir mencapai puncak dan permainan semakin ku percepat. ekspresi kenikmatan dari Daren membuat semakin terasa di awan-awan.

__ADS_1


Terlihat dari wajah tampan Suamiku ini yang sangat menikmati permainan Ku, dan tentunya itu semakin membuat mengerang kenikmatan, dan gairahku semakin memuncak.


ah ... ah... ah.... ah....


Cairanku akhirnya muncrat dan kenikmatan puncak aku peroleh dengan maksimal, perlahan batang besar MilikNya Ku lepas dari jepitan liang Ku.


Wajah Daren terlihat kecewa, karena permainan Ku hentikan. Daren langsung bangkit dari ranjang dan membuka pengaman di batang besar MilikNya, kemudian menuju arah ranjangnya. dia mengambil pakaian dari lemari dan memakainya kembali.


Kemudian rebahan dan memalingkan tubuhnya dariKu, saya tahu dia merasa kentang. dan ini sengaja kulakukan untuk menunjukkan kemarahan Ku kepadanya.


Agar dia sadar kalau diriku ini sedang marah kepadanya karena tindakan arogannya. tapi setelah melakukannya dengan Daren, Badanku lemas tapi rileks. semua beban pikiran ini rasanya plong.


Daren Suamiku harus menerima hukumannya, dengan istrinya sendiri tapi memakai pengaman serta permainan kentang dan itu adalah penghinaan bagi seorang laki-laki.***


Bangun pagi karena bunyi alarm, dan rasanya sangat segar. tapi Daren Suamiku sudah tidak ada di ranjang begitu juga dengan tas kerjanya.


Mandi dan bersiap-siap, setalah itu baru turun kebawah. Tyas, Remon dan Dadang sudah menunggu di meja makan, setalah Aku duduk baru mereka makan.


"tadi pagi sekitar setengah enam, sudah berangkat. katanya ada tugas penting, tapi mpok sudah menyiapkan bekal untuknya." ujar Mpok Sri yang masih melayani kami.


"bang Dokter kok cepat banget ya berangkat Nya? apa ada ya?, sebentar biar Remon telpon." ujar Remon sambil mengambil handphone Nya.


Remon berhenti makan dan minum air untuk membantu Nya menelan makanannya, dua kali dicoba untuk menghubungi Daren tapi selalu di tolak.


"kak ada pesan WA dari bang Dokter. "bentar lagi Abang mau tampil di depan kamera, nanti Abang hubungi balik"


Setelah membaca pesan WA tersebut, Remon langsung mengambil remote control televisi yang ada di depan meja makan. setelah mencari-cari Chanel televisi yang menayangkan Daren dan hingga akhirnya ketemu, Chanel itu adalah Chanel yang kami tonton di ruangan Ku kemarin.


Daren diwawancarai oleh warga tersebut, Dokter bertindak sebagai direktur rumah sakit. dia mengatakan kalau dirinya sudah mendapatkan persetujuan dariku untuk melakukan yang terbaik demi semua masalah ini dan juga membangun kembali citra rumah sakit seperti cita-cita pendiri rumah sakit.


Sungguh menakjubkan dan membuat kami yang ada di meja makan ini terkejut dengan semua keterangan dari Daren.


Keterangan Daren, bahwa ada seseorang yang telah melaporkan kasus jual beli organ tubuh dan juga kasus Cantika farmasi, Daren menunjukkan asli surat laporan tersebut ke awak media. nama pelapor yang tertulis adalah Ryan lengkap dengan dengan segala buktinya.

__ADS_1


Nasib orang yang melaporkan tersebut sangat tragis, beliau di temukan tewas yang dibuang di depan rumahnya dengan kondisi seluruh organ tubuhnya yang sudah hilang.


sampai sekarang keluarga Ryan belum ditemukan keberadaan, apakah itu terbunuh atau lari untuk menyelamatkan dirinya. demikian juga dengan kasus penggelapan pajak dari Cantika group, yang sudah pernah dilaporkan oleh oknum pemerintah. dan lagi-lagi hal tragis menimpa Nya.


Daren membeberkan banyaknya korban dari jual-beli organ, produk senyawa kimia untuk bahan baku senjata bio kimia, dan kerugian Negera akan kasus penggelapan pajak.


Semua itu sudah pernah dilaporkan, tapi para pelapor Nya tewas dengan tragis dan keluarganya masing-masing tidak diketahui keberadaannya.


Penjelasan Daren yang begitu luwes dan membuat para penonton yang ada disana hanya bengong dan terkejut dengan penuturan dari Daren.


Saat pembawa acara itu mencoba untuk menyentil para pejabat Negara yang ikut terlibat, Daren hanya berkata bahwa dia sudah memberikan laporan Nya kepada polisi beserta dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya.


Daren mengajak seluruh warga Indonesia untuk turut andil dalam hal Kasus ini, kasus ini bukan hanya mengenai Cantika Group, tapi ini adalah kasus Negara yang berkaitan langsung dengan diplomatik antar negara.


Pembawa acara langsung menyerukan para warga untuk mendesak pemerintah Indonesia agar segera turun tangan dan menyelesaikan semua perkara ini.**


Remon kemudian mematikan televisi Nya dan mengambil handphone Nya. seketika itu juga langsung terkejut.


"oh...my... God... kak liat deh Twitter, tagar kawal kasus group Cantika langsung trending topik." ujarnya dan meletakkan handphone nya.


Setelah meletakkan handphone Nya, Remon berdiri dan seolah-olah mencari seseorang. dan matanya tertuju kepada seorang pengawal yang sedang minum kopi di dekat bar meja makan ini. Remon memanggilnya dan pengawal itu dengan cepat datang menghampiri Remon.


"bang, tutup semua gerbang dan pastikan para wartawan tidak bisa masuk ke dalam rumah ini. mobil kakak masukkan ke dalam grasi dan jika ada yang bertanya kemana kakak pergi, bilang saja tidak ada dirumah ini lagi. cepat laksanakan bang." perintah Remon kepadanya.


"siap."


Pengawal tersebut Langsung mengumpulkan anggotanya, berikut dengan anggota bang Jago. setelah briefing sebentar mereka langsung menyebar.


Remon bertanya layar yang menampilkan sisi TV luar dimana, dan Mpok Sri membawa kami ke sana. benar saja, para wartawan sudah mulai memenuhi depan rumah.


Dari pintu pagar mereka memanggil namaKu, pintu pagar yang setengahnya tidak dilapisi oleh penghalang, maka para wartawan bisa melihat halaman rumah ini, dan pengawal yang menjawab pertanyaan dari wartawan itu.


Pengawal menjawab pertanyaan dari para wartawan dengan diplomatis yang tidak bisa memuaskan para wartawan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2