DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Menjebak


__ADS_3

Didalam ruangan ini, aku hanya menghayal. sementara Daren tidak kunjung datang. dengan berinisiatif untuk menghubungi asistennya.


Sangat mengejutkan, Daren berkata pada asisten bahwa dirinya sedang sibuk. langsung naik pitam, berani-beraninya dia menantang perintah Ku.


Langsung Kutemui dia, dan Daren sudah berada di depan meja informasi di departemen Nya. Daren menatapku dengan tatapan wajah datarnya.


plak .... plak ... plak.... plak ....


Tamparan Ku melayang di kedua pipinya, dan Seketika dokter dan petugas lainnya fokus Kepada kami dan menjadi pusat perhatian.


"kurang ajar, sudah merasa hebat sekarang? dasar tidak tahu di untung. bangsat ...."


Semua terdiam, dan pengawal ku perintahkan untuk membawanya ke ruanganKu. dan begitu sampai dalam ruangan kedua pipinya kutampar lagi. ini karena Daren memancing emosi yang semakin tersulut.


Agen penyedia jasa bodyguard atau pengawal yang sebenarnya adalah saham dariku, pimpinan Nya aku hubungi untuk menambah personil 30 orang pengawal dan mereka menyanggupinya.


"ingat dan dengar mulai hari ini, semua kegiatan mu akan saya pantau. dan pengawal akan selalu bersamamu dan jumlahnya sudah Ku tambah."


Daren mendekati dan menatap kedua bola mataku, air matanya mulai mengalir.


"sekarang kamu sudah menggunakan semua kuasa dan uangmu untuk mengurungku, dan itu sudah jadi resiko bagiKu." ujarnya dengan suara bergetar karena menangis.


"ini semua karena ulah mu yang berbuat seenaknya tanpa kompromi."


"Saya hanya melakukan yang harus kulakukan."


"d.... i.... a.....m.... kamu benar-benar egois bangsat, gara-gara ulah kami semua harus seperti orang yang terkurung. dan itu semua karena keegoisan mu, dan pengawal akan selalu mengontrol semua kegiatan mu."


Daren terdiam, handphone yang berada di jas putihnya terlihat bergetar karena mengeluarkan cahaya.

__ADS_1


Sepertinya Daren di hubungi stasiun televisi, dan dia akan segera mengabari dan berbohong kalau Daren sedang menangani pasien nya.


"Bu bos, boleh saya pergi untuk wawancara lagi?" ujarnya.


"boleh tapi dengan syarat, saya harus ikut diwawancarai bersama dengan Mu."


Saat itu juga Daren menelpon stasiun televisi tersebut dan mereka sangat menyetujui kehadiran ku.


Bersama dengan pengawal, kami berangkat ke stasiun televisi. dan pengawal yang baru akan menyusul kami ke stasiun televisi.


Sebelum acara dimulai, kami berdua di makeover oleh tim stasiun televisi itu, setelah selesai kami duduk di kursi yang langsung berhadapan dengan para penonton studio. dalam hitungan ke tiga kamera sudah aktif dan pembawa acara membuka acara.


"Bu Cantika, selamat datang di acara talk show tegak kebenaran. sebenarnya kami sudah mengundang anda untuk hadir sini untuk memberikan klarifikasi mengenai Kasus yang berkaitan langsung dengan Cantika grup. tapi tim kami tidak pernah berhasil menghubungi pihak Anda. apa anda bermaksud untuk menutupi semua Kasus ini?" tanya pembawa acara di awal Acara.


"tidak, tapi hanya membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti mengenai stasiun televisi ini yang ikut menerima sogokan dari Petinggi Cantika group, untuk memutar balikkan fakta mengenai kejadian tewasnya supir truk pengangkut obat-obatan hasil produksi Cantika farmasi."


Jawaban dariku membuatNya terdiam, dan terlihat para penonton saling berbisik-bisik satu sama lainya.


"baik, berdasarkan penelusuran tim kami, yang mendapat konfirmasi dari pihak kepolisian. bahwa para tersangka yang sudah ditetapkan, beberapa diantara yang kabur sudah berhasil di tangkap berkat bantuan kuasa hukum Anda. sebegitu besarnya pengaruh Anda sehingga..."


"lebih besar pengaruh stasiun televisi ini yang menyebarkan berita hoax yang membuat seluruh rakyat Indonesia percaya dan menyudutkan para keluarga korban. dan berkat stasiun televisi anda ini, keluarga korban sampai sekarang belum ditemukan, apakah mereka ikut terbunuh juga atau memang melarikan diri demi keselamatannya.


Pemirsa stasiun televisi ini, yang dulunya punya acara bernama Nyata. sering menerima sogokan untuk memutar balikkan fakta, dan mengenai jual beli organ tubuh rumah sakit sudah terekspos wartawan dari stasiun ini dibunuh, dan informasi di sembunyikan oleh pihak stasiun ini karena menerima sogokan dari Petinggi Cantika group.


Jika bapak ibu dirumah tidak percaya silahkan beralih ke Chanel TV AN. yang saat ini sedang melakukan siaran berita terkini.


Setelah mengatakan demikian, Aku dan Daren, bersama pengawal pergi meninggalkan stasiun televisi ini, yang bisa disogok demi kepentingan pribadi.


Sebenarnya saya sudah tahu akan kasus ini, dan Bukti yang diberikan oleh wartawan yang terdiam karena pertanyaan dari Daren saat konferensi pers perdana setelah rapat pemegang saham.

__ADS_1


Wartawan itu bernama Fikri, dulu Abang kandunganNya yang bekerja menjadi wartawan Acara Nyata dari stasiun televisi tersebut, yang akhirnya dibunuh karena mencoba mengungkap berita yang sebenarnya.


Masih dalam mobil bersama Daren Suamiku, Remon memberitahu kalau acara tadi langsung viral, dan para warga Net dengan beramai-ramai membuat tagar dengan hastag cabut izin INdah TV. hingga masuk teratas di hastag tagar.


Perlahan tapi pasti, para penjahat yang sebenarnya mulai terungkap, dan para warga net juga mendesak pihak berwajib untuk segera bertindak.


Jika hanya mengandalkan pihak berwajib untuk menangani kasus ini tentunya akan susah, karena sudah pernah kami coba. tapi dengan dukungan seluruh warga Indonesia melalui jaringan media sosial.


Terbukti dengan bantuan para warga net, para pelaku langsung dijadikan tersangka. semua ini berawal dari kerakusan keluarga besar Ku yang begitu tamak dan menghalalkan segala cara.


Daren hanyalah pancingan semata untuk membuat mereka yang terlibat keluar dari sarangnya. semua skenario sudah Aku atur dengan sempurna.


Saya hanya ingin keadilan untuk Almarhum kedua orang tua ku, dan orang-orang jujur yang menjadi korban kebiadaban mereka.


"Bu bos, dapat dari mana informasi itu?" Daren bertanya karena terlihat penasaran.


"kamu tidak perlu tahu, yang kamu lakukan adalah tunduk dengan perintah Ku."


Pernyataan dariku langsung membuatNya terdiam.


"Bu bos, kita mau kemana?" Daren bertanya lagi karena bingung dengan arah jalan yang berbeda.


"ke studio wartawan yang terdiam karena pertanyaan dariMu saat konferensi pers itu."


Daren langsung terdiam lagi, bahkan sampai di studio wartawan saat itu, Daren masih terdiam.


Kami masih di dalam mobil, lima pengawal turun sambil membawa fotocopy dokumen bukti-bukti yang selama ini sembunyikan untuk diserahkan kepada Fikri, karena dia punya misi tersendiri untuk mengungkap kasus kematian Abang kandungNya serta keluarganya.


Semua ini Ku lakukan demi mengungkapkan kebenaran yang sebenarnya, agar terlihat mana iblis dan mana manusia yang sebenarnya.

__ADS_1


Setelah misi terlaksana, kami langsung balik ke kantor untuk bertemu Gopas dan rekan-rekan Nya, untuk diskusi akan kegiatan kami selanjutnya.


__ADS_2