
Farel akhirnya dilaporkan oleh salah satu pemegang saham rumah sakit Cantika, yang saat rapat pemegang saham berseteru dengan farel.
Namanya Devi Novita, yang melaporkan Farel ke pihak berwajib atas dugaan korupsi dan juga jual-beli organ tubuh manusia secara ilegal. tapi sampai saat ini pihak berwajib belum menemukan Nya.
Atas desakan warga net, pihak berwajib langsung menaikkan statusnya sebagai tersangka dan buronan.***
Tibalah saatnya waktu yang di tunggu-tunggu, sidang Pembuktian dan pemanggilan saksi. Daren sebagai pelapor sekaligus bertindak sebagai direktur rumah sakit hadir bersama dengan Ku di pengadilan.
Kami berdua sudah duduk dibelakang tim kuasa hukum kami yaitu Gopas dan rekan-rekan Nya. kini Daren Suamiku sudah berdiri di podium, karena di mintak oleh Hakim.
"baik saudara pelapor yang sekaligus sebagai saksi " Dokter Daren Budiman" . apakah Anda mengenal saudara terdakwa?"
"tidak yang mulia Hakim."
"menurut saudara saksi, apakah motif terdakwa untuk melakukan yang melanggar hukum tersebut?"
"demi harta kekayaan dan kekuasaan yang mulia Hakim, dan atas dasar ketamakan serta ke irian hati yang sudah mendarah daging di dalam jiwa dan raganya."
"baik saudara saksi, apakah saudara saksi sudah lama mengetahui kasus terdakwa atau baru-baru saja?"
"sudah lama yang Hakim, dan korban salah satunya adalah Almarhum Papa sendiri. dan keluarga kami sudah pernah melaporkan hal ke pihak berwajib, tapi tidak pernah mendapatkan tanggapan dan Kasus di tutup karena kurang bukti yang mulia Hakim.
"bisa kah saudara saksi menceritakan kronologi nya?"
"baik yang mulia Hakim, Almarhum Papa Ku dulunya bekerja di Berlin bank. sebagai Kepala micro finance. sebelum Nya papa sudah bekerja disana selama 6 tahun dan keadaan bank berjalan dengan normal dengan laba yang optimal, hingga pada akhirnya Direktur Berlin bank diganti menjadi yang terdakwa saat ini yang mulia Hakim.
Kasus korupsi secara perlahan dilakukan, dan berikut dengan kasus penggelapan pajak. kantor pusat Cantika grup sudah menerima form aplikasi perhitungan pajak dan telah mengeluarkan dana untuk membayar pajak, akan tetapi digelapkan oleh terdakwa.
__ADS_1
Terdakwa bekerja sama dengan oknum perpajakan untuk mengelabuhi guna melancarkan pajak yang disetorkan ke kas negara menjadi beralih ke kantong pribadi.
Kasus korupsi semakin hari semakin besar, laporan laba-rugi seperti di modifikasi ulang. dan almarhum Papa mengetahui hal ini, dan mulai menyelidiki.
Akhirnya Papa berhasil membuat laporan keuangan yang sudah jelas berbeda dengan laporan keuangan yang sudah di tandatangani oleh terdakwa. dan papa mengirimkan email ke Cantika group mengenai korupsi.
Setelah 3 hari setelah Papa mengirimkan email itu, pagi harinya mayat Papa ditemukan di sebuah koper besar, dengan keadaan yang tragis.
Dada sampai perut terbelah, dan menurut autopsi dari forensik. organ tubuh Papa berupa, jantung, paru-paru, ginjal, hati, limpa dan sebagian kulitnya sudah hilang."
"baik, terimakasih saudara saksi atas penuturan kronologi Nya. dan untuk selanjutnya kepada Penasihat hukum dari terdakwa dipersilahkan untuk bertanya."
"terimakasih yang mulia Hakim, baik saudara pelopor atau saudara saksi. apakah saudara saksi melihat Ayah anda di mutilasi?" tanya salah penasihat hukum dari pihak Imran yang berjumlah 7 orang.
"pak pengacara yang terhormat, pertanyaan anda sungguh tidak berbobot." jawab Daren.
tok... tok.... tok... " suara ketukan palu Hakim.
"harap tenang, dan yang tidak bisa tenang harap keluar dari ruangan ini. kuasa hukum terdakwa, tolong jangan buang-buang waktu dengan pertanyaan anda yang tidak berbobot itu." ujar Hakim dengan tegas.
"saudara saksi, seperti penuturan anda. bahwa saudara mengatakan kalau Ayah anda sudah mengirimkan email ke Kantor pusat Cantika grup. apakah anda yakin kalau itu email asli dari ayah Anda." tanya pengacara yang disampingnya.
"keberadaan yang mulia Hakim, saksi kami tidak punya wewenang untuk mengatakan itu palsu atau asli, dan yang jelas hasil forensik itu sudah terbukti sah, bisa di lihat dari bukti no 10." bantah Gopas akan pertanyaan pengacara itu.
"baik, keberatan di terima." tegas Hakim.
"saudara saksi, apakah anda yakin jika organ tubuh ayah anda benar-benar diambil dari tubuhnya? mungkin saja itu ulah hewan.!" pengacara bertanya lagi.
__ADS_1
Ha.... aa .... " suara hadirin yang terlihat kesal dengan pertanyaan pengacara itu.
"setelah koper dibuka, dan terlihat jelas dari dadanya sampai perutnya terlihat seperti luka bekas sayatan. hewan mana yang bisa membuat sayatan seperti itu pak pengacara? apakah hewan punya pisau bedah tajam? bukan kah hewan hanya memiliki kuku dan Gigi?" jawab Daren dengan luwes.
Sindiran nya sungguh sangat tepat, memang pertanyaan Sangat-sangat tidak berbobot.
"saudara saksi, dalam BAP saudara. bahwa anda mengetahui kalau organ tubuh ayah saudara di jual. Anda yakin? dan anda dapat bukti ini dari mana?"
"pak pengacara, ada yang namanya rekam medis. sebelum menerima donor organ tubuh, data-data si pendonor harus lengkap di rekam medisnya. dan itu tercatat di Sistem rumah sakit. Anda bisa melihatnya di bukti yang terlampir. oh ya, nama pak pengacara adalah Bekti bukan?, sesuai dengan daftar nama penasihat hukum yang terdaftar. yang mulia Hakim, pak Bekti ini adalah kuasa hukum untuk rumah sakit Cantika saat itu, sesuai dengan dokumen rumah sakit. dan beliau sekarang menjadi salah satu penasihat hukum terdakwa. yang menjadi pertanyaan yang mulai Hakim, kenapa orang yang terlibat dengan komplotan terdakwa masih menjadi pembela Disini? apakah hukum di negara kita ini tidak berdiri tegak?
Yang mulia Hakim, dugaan saya. penasehat Hukum ini ikut juga menikmati dari hasil penjualan organ tubuh. saya harap penasehat hukum ini perlu juga di periksa." ujar Daren dengan derai air mata yang mengalir di pipinya.
"keberatan yang mulia Hakim, saudara saksi hanya berdasarkan asas praduga tanpa Bukti." pengacara yang bernama Bekti itu melakukan pembelaan.
"yang mulia Hakim, dugaan saudara saksi benar. berikut ini adalah bukti terbaru, kalau akun email Nya yang peroleh dari Acara Reality kehidupan. Bahwa saudara penasehat hukum menerima bitcoin sebagai pembayaran untuk transaksi hasil jual beli organ tubuh, dan penasihat hukum terdakwa tercatat sudah melakukan 15 kali pencairan bitcoin di luar negeri." tegas Gopas untuk menyangkal keberatan yang diajukan pengacara terdakwa.
Setengah dari pengisi ruangan ini adalah keluarga para korban yang menjadi objek penjualan organ tubuh.
Suasana semakin gaduh, karena penasihat hukum terdakwa adalah salah satu dalang dalam jual beli organ tubuh.
Penasihat hukum yang bernama Bekti langsung diseret oleh pihak berwajib yang kebetulan mengamankan jalan persidangan.
Tok.... tok ... tok ... suara palu yang mulia Hakim.
"harap tenang saudara-saudara, mohon harap tenang." perintah yang mulia Hakim.
Suasana tenang kembali, dan para hadirin duduk kembali di kursinya masing-masing. Susana hening sesaat dan kemudian para hakim melanjutkan sidang.
__ADS_1