DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Balas Dendam dan Isu Liar


__ADS_3

Seperti biasa setiap paginya Daren sudah bersiap-siap, kali tidak ku tanya lagi. karena masih emosi melihat Nya.


Setelah Daren Pergi tinggal lah aku sendiri di dalam kamar ini, dan televisi Aku nyalakan untuk melihat berita terbaru hari ini. baru saja menyalakan televisi. sudah ada berita yang sangat mengejutkan.


Tante Rina, yang sudah ditetapkan buronan Pihak berwajib ditemukan tewas di sebuah kamar hotel mewah. mayat Tante Rina tewas dalam keadaan telanjang di ranjang hotel tersebut. menurut keterangan awak media, yang diperoleh dari keterangan pihak berwajib berdasarkan dugaan sementara, bahwa Tante Rina sengaja di bunuh oleh seseorang.


Tidak ada jejak, tapi di salah cermin di kamar hotel bertuliskan next. belum pernyataan resmi dari pihak berwajib.


Belum selesai kehebohan ini, pembaca berita tersebut juga mengabarkan kalau seorang Pria di temukan tewas di dalam mobil dengan cara yang tragis dan dia adalah Om Lukman, teman almarhum Papa yang bekerja di bagian imigrasi sebagai pegawai negeri yang menduduki jabatan penting.


Beliau juga terlibat dalam kasus Cantika Group, yang jajaran petinggi negara yang menjadi buronan.


Karena berita tersebut tersebar isu bahwa saya pelaku pembunuh Nya dan Gopas langsung mengirimkan pesan WA untuk konferensi pers karena gagal kemarin dan di tambah dengan berita hangat sekarang.


Saran dari Gopas saya setujui, untuk menepis isu liar itu. bersama-sama kami berangkat ke kantor, lebih tepatnya menuju Aula rumah sakit Cantika yang bisa menampung banyak orang.


Sesampainya kami disana, Gopas dan rekan-rekannya serta Daren sudah berada di sana, para wartawan dari berbagai media sudah tiba dengan segala peralatan dan perlengkapan mereka.


"selamat pagi rekan-rekan media, kami sebagai kuasa hukum Cantika Group mengadakan konferensi pers ini untuk menjawab semua pertanyaan dari rekan-rekan semua Nya. disini sudah hadir ibu Cantika selaku pimpinan dari Cantika group dan Dokter Daren selaku direktur rumah sakit Cantika dan sekaligus pelapor dari Kasus Cantika group. silahkan bertanya dengan tertib.


Demikian ujar Gopas dengan Begitu tegas dan berwibawa, ucapan pembukaan begitu sederhana dan mudah dipahami.


"saya mau bertanya kepada ibu Cantika, tolong jelaskan kepada kami mengenai isu yang beredar setelah tewasnya ibu Rina dan pak Lukman, kita sama-sama tahu. mereka berdua adalah pejabat tinggi negara yang terlibat dalam kasus Cantika Group dan di tetapkan sebagai buronan. dan terlebih-lebih terhadap ibu Rina dengan kasus barunya yaitu korupsi dengan jumlah yang pantastis." seorang wartawan perempuan bertanya dengan semangat yang berapi-api.

__ADS_1


"Hukum negara kita saat sudah sangat transparan, di tambah lagi dukungan dari masyarakat untuk mendesak pihak berwajib segera bertindak. demikian denganku, saat ini saya mempercayai pihak berwajib akan segera menangani kasus ini. mengenai tewasnya mereka berdua, itu tidak ada sangkut pautnya dengan Ku."


"menurut keterangan asisten Bu Rina, bahwa ibu Cantika pernah bertemu dengan ibu Rina dan setelah itu kasus korupsi almarhumah Bu Rina langsung viral di media sosial. apa tanggapan ibu mengenai ini?" kali ini wartawan laki-laki yang bertubuh gempal yang bertanya.


"memang benar saya bertemu dengannya, selain belaiu adalah adik Almarhumah Papa yang terlibat dalam kasus Cantika Group, dan disana saya hanya mempertanyakan apa mau dia, tapi tanteku itu malah menawarkan kerja sama."


Remon langsung membagikan dokumen yang diberikan oleh Tante Rina saat itu kepada para awak media. mereka begitu terkejut dan kemudian menoleh Ku lagi.


"itu saya tolak, dan mengenai korupsi nya. saya tidak tahu menahu. saya bukan ahli keuangan atau saya bukan pegawai pemerintah yang bertugas untuk mengawasi keuangan negeri ini."


Seketika mereka terdiam dan Wartawan perempuan yang bertanya pertama kembali mengangkat tangan kanannya untuk bertanya lagi.


"ibu Cantika, kemarin rumah ibu di datangi penyusup yang berhasil dibekuk oleh pengawal ibu. apa ibu tahu siapa yang mengirim mereka? dan apakah ibu tahu apa motif mereka menyusup ke rumah ibu?.


"menurut ibu, Apakah para buronan yang lain akan sama nasibnya dengan kedua pejabat tinggi yang tewas itu?" tanya wartawan itu lagi.


"entahlah, saya bukan ahli nujum atau peramal. saya hanya berharap pihak berwajib segera menangkap mereka dan menghukum mereka seberat-beratnya."


"Amin......


Secara serentak para awak media mengatakan amin akan ucapan Ku, dan semoga ya pihak berwajib segera menangkap mereka semua yang menjadi buronan.


Para awak media bertanya dengan Begitu semangat dan berapi-api, demikian juga Daren di hujani pertanyaan dari para awak media, dan kali ini Daren menjawabnya dengan sangat tenang tidak seperti saat konferensi pers yang pertama.

__ADS_1


Syukurlah konferensi pers akhirnya selesai dan kami bisa pulang ke rumah. tanpa terasa hari sudah gelap dan ternyata sudah jam 7 malam. sesampai di rumah, langsung menuju kamar dan mandi. setelah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, Daren baru masuk kedalam kamar mandi.


Selesai mengeringkan rambut, televisi yang dikamar ini, ku nyalakan untuk menonton berita. dan seorang pihak berwajib ditemukan tewas di sebuah vila Mewah di puncak.


Pihak berwajib itu adalah yang ditolak oleh Daren saat mengintrogasi kami di ruangan interogasi dan saat itu petugas lainnya langsung menyeretnya keluar.


Saya kira beliau langsung ditahan mengingat bukti yang disodorkan oleh Daren begitu lengkap. tapi apa? dia terbunuh di vila mewah di puncak.


Hidup ini penuh dengan ketidakadilan, seseorang Nenek-nenek yang mencuri ubi di perkebunan perusahaan pertanian Langsung di vonis penjara selama 1 tahun.


Sementara para pejabat tinggi negara yang terlibat Kasus Cantika group dan kasus penggelapan pajak belum di adili di pengadilan bahkan masih ada yang menjadi buronan.


Bahkan petugas pihak berwajib yang sudah jelas-jelas terlibat dan manipulasi data, dan diseret oleh rekannya, tapi masih bisa berkeliaran dan liburan di puncak di vila mewah.


Luar biasa, mereka mampu melakukan nya dengan uang dan Kuasa yang mereka miliki. apa masih pantas mempercayai pihak berwajib di negeri ini?


Daren yang baru keluar dari kamar yang sudah berpakaian mendekati Ku, dengan raut wajahnya yang Terlihat masih berduka menatapku.


"Bu bos, saya mengaku salah, terlalu egois dan tidak berpikir logis, saya minta maaf atas semua kelakuan Ku." ujarnya dengan berurai air matanya.


"sudah cukup, kebodohan mu tidak perlu kamu tangisi. semua sudah terjadi, bersujud sampai sampai bumi kiamat tidak akan bisa mengembalikan Nindy lagi."


Mendengar ucapkan Ku, Daren langsung berlalu ke ranjangnya dan kemudian rebahan dan memalingkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2