DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Mas Daren Yang Rendah Hati.


__ADS_3

Setelah puas menikmati pemandangan air terjun, kami berdua pulang dan ijin ke ibu mertuaku yang masih betah ikut berkebun bersama keluarga Agus.


Baru tiba di rumah hujan deras langsung mengguyur, mas Daren pergi ke arah Dapur katanya untuk memasak air dan makanan. sementara aku berlalu ke kamar untuk mandi.


Selesai Mandi ku cari mas Daren ke dapur, dan dirinya tidak ada di sana. setelah itu mas Daren memanggilku, ternyata berada di ruang kerjanya.


"mas, itu apa?" Tanyaku Kepada mas Daren.


Mas Daren sibuk memperhatikan tabung kecil yang berisi cairan warna hijau dan mas Daren hanya tersenyum menanggapi pertanyaan ku seraya serius menggoyang-goyangkan benda tersebut.


"ini adalah getah dari daun bintang yang biasa dipakai para warga untuk mengobati kaki yang terluka. neng tahu ngak? kemarin itu ada pasien mas. betisnya luka robek karena berburu, dan pertolongan pertama yang dilakukan oleh rekannya adalah menempel kan daun bintang yang sudah diremas ke luka tersebut.


Dan ajaibnya luka tersebut langsung berhenti mengeluarkan darah, dan langsung mengering. makanya mas mau meneliti kandungan dari daun ini.


Kata Agus, daun ini punya biji dan sudah diberikannya kepada mas. nanti akan mas tanah di belakang rumah kita. siapa tahu aja ini menjadi penemuan baru.


Pasien mas yang kemarin itu, lukanya sangat cepat sembuh. hanya karena vitamin yang mas berikan dan juga daun bintang ini. ntar daun bintang ini akan mas teliti di laboratorium rumah sakit. oh ya Neng, mas kan sudah membuat surat pengunduran diri. berarti mas harus membuat surat lamaran lagi dong."


Ujar mas Daren panjang lebar dan akhirnya kembali lemas, karena teringat dengan surat pengunduran dirinya.


"uhmm... mas tahu ngak, setelah mas pergi dari rumah sakit. Profesor Azma, ibu Tiodor dan ibu lasma. langsung datang ke ruangan Neng.


Ketiga sahabat Almarhumah Mama itu, komplain kepada Neng dan menyuruh Neng untuk mengembalikan mas ke rumah sakit lagi.


Profesor Azma mengeluh tidak sanggup jika harus mengambil alih tugas mas, Bu Tiodor dan Lasma tidak mau aset rumah sakit pergi begitu saja. mereka bertiga begitu kompak berkata kalau mas adalah Dokter terbaik yang berbakat."


Mendengar perkataan Ku mas Daren hanya tersenyum genit seraya meletakkan botol itu ke tempat nya dan meraih Pipiku dan mengelus Nya.

__ADS_1


"mas sudah ngomong sama kepala desa untuk menempatkan ahli medis ke desa ini. dan akhirnya disetujui. tiga hari hari lagi akan datang bidan PTT dan Juga Dokter jaga, niatnya semua alat-alat medis ini mau mas sumbang kan. neng setuju ngak?" tanya mas Aska yang masih mengelus pipiku.


"setuju lah mas, lagian untuk apa kita membawa ini pulang." jawabku kepadanya.


Mas Daren masih mengelus pipiku, dan akhirnya mencium keningku dan bibirku. ciuman kami saling berbalas dan seketika itu juga gairahku bangkit.


"mas, ini hujan deras. ibu gimana?" tanya Ku kepada mas Daren yang suaranya sudah mulai tidak teratur.


"tenang sayang, jika Mama bersama keluarga Agus tentunya Mama di jaga oleh mereka. dan nantinya Mama akan diantarkan kemari. kamu tenang ya sayang." jawab mas Daren.


Mas Daren menaikkan Tubuhku ke atas mejanya, dan mulai mencumbui area leherku, dan membuka pakaian seksi yang aku kenakan.


Diatas meja ini, tanpa balutan sehelai benang pun, mas Daren langsung membuka pakaianNya, dan batang milik Suamiku sudah berdiri tegak sempurna.


Dengan posisi rebahan, dan area sensitif ku mengarah di pinggir meja. mas Daren yang berdiri dan memasukkan batang besar MilikNya ke lubang ku dengan perlahan.


Blassss.....


Cairanku akhirnya keluar dan membasahi batang milik Suamiku. perlahan batang itu di cabut Nya. dan kemudian meraih pakaian kami yang tergeletak di lantai dan kemudian menggendong tubuhku ke atas ranjang.


Tubuhku rebahan diatas ranjang dengan posisi telentang, dan mas Daren memulai aksinya lagi.


Kenikmatan yang berulang tercipta karena cinta kami berdua, yang berpadu dengan kehangatan dan akhirnya kami berdua berbaring lemas dengan kenikmatan.


Yang paling ku sukai adalah menyandarkan kepalaku di atas dadanya yang bidang. dan ciuman mesra yang mendarat di keningku.


"mas, tidak bisa neng pungkiri. saat pertama kali melihat mas. neng sudah jatuh hati, tapi gengsi ini yang tidak bisa neng kontrol yang membuat neng sulit untuk mengungkap Nya."

__ADS_1


"demikian juga denganku Neng, karena merasa minder dengan semua yang neng miliki, yang membuat mas sulit untuk mengucapkan kalau mas cinta dan sayang sama Neng.


Saat si Carlo yang sok ganteng itu datang ke rumah, hari ini rasanya mendidih dan saat kalian bertemu di cafe itu. ingin rasanya menonjok mulut pria busuk itu, tapi mas sadar akan status mas."


Sanggah mas Daren dengan nada suara yang pelan. benar kata Tyas dan juga kata dari ketiga sahabat Almarhumah Mama yang hebat itu.


Tyas pernah berkata, kalau mas Daren sebenarnya sangat mencintai Ku. tapi karena merasa minder dengan ku hingga akhirnya sulit bagi mas Daren untuk mengungkapkannya. demikian juga dengan penjelasan dari ketiga sahabat Almarhumah Mama.


"Neng minta maaf ya mas, maafkan semua segala kesalahan neng. mas... mari kita mulai Lembaran Baru lagi ya."


"iya sayang, mas bersedia. mari kita mulai kehidupan yang baru lagi. mas ingin rumah tangga kita bahagia selalu."


Jawab mas Daren dengan harapan, demikian juga dengan harapan Ku. setelah semua drama kehidupan Akhirnya kami bisa menikmati berdua seperti ini.


"gimana kalau mas yang menjadi pimpinan Cantika group? jadi neng hanya akan menjadi ibu rumah tangga. menyambut mas saat pulang kerja dan sebagainya." pintaku kepada mas Daren dan ciuman mesra mendarat di keningku lagi.


"Neng, ngak semua orang mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar. seperti Neng mampu memimpin Cantika group, fashion mas ya jadi Dokter. mas ngak punya keahlian untuk memimpin.


Rumah sakit adalah bagian dari medis, sehingga masih bisa mas handle sembari menjadi Dokter. kalau untuk memimpin Cantika group, mas lebih percaya kepada Neng.


Bukan masalah minder, tapi fashion mas ngak disitu. mungkin mas bisa belajar tapi tidak akan seperti neng yang sudah menguasainya.


Contoh yang paling kongkrit dan mudah di mengerti, Remon sangat Ahli dalam bidang IT. tapi Remon pasti ngak bisa bedakan mana prasetemol dan mana amoxsilin.


Fashion Remon di IT bukan di medis, demikian juga dengan Suami kamu ini sayang.


Banyak kok wanita karir yang bisa membahagiakan suami dan keluarganya, wanita itu tidak harus jadi ibu rumah tangga. tapi kita harus bersama-sama untuk mewujudkan rumah tangga yang bahagia.

__ADS_1


Berangkat kerja bareng dan pulang kerja juga bareng. mas berada pada jalur keahlian mas dan Neng berada pada jalur keahlian neng sendiri."


Jelas mas Daren dengan panjang lebar, dan penjelasan nya masuk akal. dan disini Aku sangat bersyukur mas Daren bukanlah pria yang Egois. selama ini mas Daren hanya minder saja, ditambah lagi dengan sifat arogan dariKu.


__ADS_2