DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Daren Terpilih Sebagai Direktur Rumah Sakit.


__ADS_3

Hampir 3 jam kami di ruangan interogasi ini, dan semua pertanyaan di jawab oleh Gopas, dan jawaban itu sangat memuaskan bagiku. tapi ekspresi Daren masih tetap sama.


Akhirnya sesi interogasi selesai, dan kami keluar dari ruangan. Daren masih tetap sama dengan ekspresiNya.


"kak, makan yuk. Remon lapar" kata Remon sambil menoleh kepadaku dan juga Daren.


"Remon, Abang ngak bisa ikut ya. ada Pasien yang menunggu di rumah sakit." ujarnya dan kemudian pergi bersama pengawal.


Kami tetap pergi ke restoran yang ada di depan kantor polisi ini, untuk makan tanpa Daren Suamiku. setelah mendapat meja, kami pesan makan dan minuman. selama makan tidak satupun yang berbicara hingga kami selesai makan.


Selesai makan kami berangkat kembali ke kantor, dan sesampainya di ruangan kami duduk kembali untuk membuat rencana selanjutnya.


"Bu, alangkah lebih baiknya ibu mengangkat Daren sebagai direktur rumah sakit yang baru dan kemudian melakukan konferensi pers dihadapan media." kata Gopas yang memberi saran.


"Tyas setuju, karena bang Daren juga tahu akan hal ini semua. lagian bang Daren lulusan terbaik dari kampus, serta sudah mendapatkan beberapa penghargaan dari dinas kesehatan dan rumah sakit ini." tambah Tyas mendukung saran Gopas.


Kami sejenak terdiam, dan memang benar idenya. dan sebagai pemilik saham mayoritas yakni 85 persen jika digabungkan dengan saham Tyas. maka kami akan mudah mengangkat Daren sebagai direktur.


"ok, saya setuju. Tyas hubungi semua pemilik saham dan suruh hari ini juga secepatnya untuk rapat." seketika itu Tyas langsung beranjak dan di temani oleh Remon.


Tinggal kami berdua bersama Gopas di ruangan ini, Gopas menatapku dengan tatapan penuh pertanyaan.


"ada pak Gopas, tanyakan saja." seketika itu juga Gopas berhenti menatapku.


"saya ingin bertanya akan sikap Daren." ujar Gopas dengan sangat hati-hati.


"biasa pak Gopas, Maslah rumah tangga."


Setelah menjawabnya kami kembali terdiam, dan tidak berapa lama Tyas dan Remon sudah kembali ke ruangan ini.


"kak, sampai saat ini para pengawal masih bisa menahan para wartawan. dan untungnya para pemegang saham akan segera datang." kata Tyas yang masih berdiri.


"bagus, Remon panggil Dadang dan nanti kalian berdua akan membuat dokumentasi Nya."

__ADS_1


"siap kak." jawab Remon dengan singkat dan langsung mengambil handphone Nya.


Tyas dan Remon sibuk dengan urusannya masing-masing, sementara pak Gopas terlihat sibuk dengan handphoneNya.


"pak Gopas, apa Polisi tidak jadi mintak keterangan mengenai om Imran?"


"maaf Bu, saya lupa mengabari ibu. dukungan Netizen mendesak kepolisian untuk segera mengupas kasus rumah sakit, jadi interogasi kasus Imran di tunda untuk sementara. tapi anggota Ku sudah mengatasinya. sebentar lagi akan datang kemari untuk memberikan laporanNya Bu." jelas Gopas.


Memang benar Kasus rumah sakit jauh lebih heboh ketimbang kasus om Imran. sebenarnya kasus ini saling berkaitan, karena om Imran juga pelaku utama dari kasus jual organ tubuh manusia di rumah sakit.


"kak. para pemegang saham sudah hadir semuanya di Aula." ujar Tyas yang datang bersama Remon dan Dadang.


"wartawan juga sudah di Aula." ungkap Remon.


"tidak masalah, Remon panggil abang Mu itu untuk hadir di Aula. kamu harus berhasil membawanya bagaimana pun caranya, paham?"


"siap kak." jawab Remon sambil berlalu dengan setengah berlari.


"Dadang. bawa semua perlengkapan Mu, Tyas siapkan semua berkas."


"pak Gopas, dengan ini saya menawarkan untuk menjadikan pak Gopas dan rekan-rekan. sebagai kuasa hukum rumah sakit, apa pak Gopas bersedia?"


"dengan senang hati Bu." jawab Gopas dengan begitu Yakin.


"baik pak Gopas, untuk selanjutnya akan kita bicarakan setelah rapat pemegang saham ini selesai."


Gopas hanya mengganguk kepalanya, dan kami berangkat ke aula rumah sakit. para pemegang saham sudah hadir semua berdasarkan absen yang dibacakan oleh Tyas.


Tidak berapa lama, Remon berhasil membawa Daren ke ruangan ini. walaupun Susana agak tegang tapi tingkah Remon yang menggandeng tangan Suamiku, menjadi pusat perhatian para pemenang saham dan tingkah Remon berhasil membuat mereka tertawa.


Setelah semua kembali tenang dan duduk, semuanya sudah duduk pada tempatnya masing-masing. Gopas langsung berdiri di podium dengan begitu yakin dan tegas.


"selamat pagi bapak-ibu para pemegang saham. saya Gopas sebagai kuasa hukum atas rekomendasi oleh ibu Cantika dan yang akan membawa acara pemungutan suara.

__ADS_1


Bapak-ibu, Ibu Cantika dan Tyas. merekomendasikan satu orang kandidat untuk menjadi direktur rumah sakit Cantika, yaitu Dokter Daren Budiman. jika bapak ibu punya Kandidat lain silahkan maju ke depan. Dokter Daren Budiman silahkan maju ke depan." ucap Gopas dengan tegas di atas podium.


apa sih? kenapa tiba-tiba seperti ini? ini aturan Giman? "suara dari pemegang saham yang terdengar pelan.


Daren sudah maju ke depan, dan 2 orang laki serta 1 orang perempuan.


"bapak-ibu, jika ada pertanyaan atau pernyataan silahkan?" pinta Gopas dari atas podium.


"perkenalkan namaKu Farel, salah satu pemilik saham. saya tidak setuju jika Dokter Daren sebagai Kandidat, karena dia itu adalah Penghianat. yang membongkar borok rumah sakit ini." ujar Farel dengan terlihat emosi.


"permisi, nama saya Devi Novita. pemilik saham, saya sangat tidak setuju dengan pendapat anda pak Farel. Ayah anda terlibat dalam kasus jual beli organ tubuh dan kasus penggelapan pajak rumah sakit, yang dibongkar oleh dokter Daren. oh..... saya tahu... jangan-jangan Anda juga ikut menikmati bisnis kotor itu? Anda takut jika Dokter Daren akan membongkar borok anda juga? apakah anda berusaha bersembunyi dengan pernyataan anda?" tegasnya, salah satu pemenang saham sesuai dengan daftar absen.


"jaga mulut Anda ya, sebelum aku koyak." ujar Farel dengan raut wajah kebencian.


"eh anak ingusan, sebelum Bapak mu masuk ke rumah sakit ini. semuanya berjalan dengan sangat baik, dan keuntungan yang kami peroleh atas saham selalu maksimal, tapi ayahMu yang biadab itu mengubah semuanya menjadi buruk seperti ini." ungkapnya yang terlihat emosi dan terlihat matanya sudah berkaca-kaca.


"harap tenang bapak-ibu, ada lagi yang mau bertanya?" ungkapnya dari atas podium.


Seketika semuanya terdiam, Gopas melirik satu persatu para pemegang saham untuk memastikan apakah masih ada yang bertanya atau memberi pernyataan.


"baik, sepertinya tidak ada lagi. berdasarkan akta pendirian rumah sakit yang dibuat dihadapan notaris dan disetujui oleh seluruh pemegang saham, pasal 13 mengenai pemecatan dan pengangkatan kembali direktur rumah sakit. menyatakan bahwa 50 persen suara berada di tangan Pemilik saham mayoritas. dengan ini pemilihan direktur rumah sakit akan di Mulai, dengan empat Kandidat yang sudah berdiri di hadapan kita semua." ucap Gopas dengan sangat tegas.


Remon, Dadang dan Tyas sudah mempersiapkan semuanya. dan pemungutan suara di mulai.


Setelah beberapa saat, kotak suara di bawa oleh Dadang. dan kemudian dihitung dengan transparan di hadapan para pemegang saham.


"baik bapak ibu, hasil dari pemungutan suara menyatakan bahwa Dokter Daren Budiman memperoleh perolehan suara sebanyak 85 persen Suara." Gopas mengumumkan hasil pemungutan suara.


Prok.... prok..... prok.....prok....


Suara tepuk tangan yang meriah dari para pemegang saham untuk direktur yang baru.


"baik bapak-ibu, pemungutan suara telah selesai. dengan ini menyatakan Dokter Daren Budiman sebagai direktur rumah sakit Cantika. setelah berita acara ini di sahkan oleh notaris, maka Dokter Daren berhak mewakili rumah sakit untuk menyampaikan apapun dan di manapun tentang rumah sakit dan segala keistimewaan yang tercantum dalam pasal 15 pada akta pendirian. demikian berita acara pemungutan suara yang dilakukan oleh rapat pemegang saham. rapat di nyatakan sudah tutup.

__ADS_1


tok....tok... tok...." suara palu Ketukan tanda rapat telah berakhir.


Dadang segera membawa berita acara, untuk di tandatangani oleh semua pemegang saham, dan setelahnya langsung di sahkan legalkan oleh Notaris rekanan rumah sakit. Daren Suamiku sah menjadi direktur rumah sakit.


__ADS_2