DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Membongkar Rahasia


__ADS_3

POV Daren.***


Bukti yang ku peroleh dari Dinda, Nisa, Bu Dewi dan Riko. sangat menyakiti hati ini, tapi inilah walaupun pahit tapi inilah kenyataannya.


Saatnya beraksi, bukti demi bukti sudah semakin kuat. saya hanya perlu memastikan ini adalah bukti valid. iya benar jepri.


Jepri adalah anak almarhum pak Anton yang menjadi korban kebiadaban keluarga besar Cantika dan saat ini Jepri sudah menjadi anggota polisi di bagian Forensik.


'halo Jepri, ini Aku Daren. bisa kita ketemuan?"


"bisa datang aja sekarang, ditempat biasa kita dulu." ujarnya di seberang sana melalui sambungan telepon.


Hanya butuh waktu 20 menit naik ojek online, kami sudah bertemu di sebuah warung tempat kami nongkrong sewaktu masih SMA.


"Jep.... kita langsung saja ya, ini adalah bukti berupa file, berkas dan Video tentang kematian almarhum Papa ku, dan tentunya ada juga bukti tentang almarhum Papa mu, dan ini adalah bukti korupsi serta aliran dana yang berhasil di kumpulan oleh Papa ku. dan semua ini berkaitan dengan kejahatan mereka semua. saya ingin kamu menelitinya apakah ini asli atau bukan." terlihat Jepri geleng-geleng kepala dan kemudian matanya berkaca-kaca.


"bagiamana caramu mengumpulkan semua ini? Aku saja yang bekerja di bagian Forensik selama 4 tahun, belum satu bukti saya temukan." ujarnya dan terlihat Jepri menyeka air matanya.


"dengan mengorbankan harga diriku, tapi kamu ngak usah kwatir. semua akan aku tangani secara profesional." Jepri langsung memasukkan semua bukti itu ke tasnya.


"Daren, jika kita melaporkan ini. tentunya akan jadi bumerang bagi kita, apa rencana selanjutnya?" tanya Jepri yang sudah mulai tegar.


"tenang saja, kamu lihat nantinya. tanpa melibatkan siapapun. dan perlahan akan terungkap kebenaran.


"baiklah kalau begitu, aku percaya sama kamu, dan selalu siap membantu Mu. tidak enak jika dilihat oleh orang lain, sebaiknya kita langsung bergerak." ungkapnya dengan jelas sambil pergi demikian denganku.


Sudah jam 1 siang, saatnya untuk ke rumah sakit. dan sesampainya di sana kulihat Cantika berdiri di depan pintu ruang rawat.


"ikut saya." perintahnya dengan wajah amarahnya.


Cantika membawa ku ke dalam ruang kerja ku, dan begitu pintu di tutupnya. tatapan matanya penuh dengan Amarah

__ADS_1


'plak.....plak....plak...plak .... " kedua pipiku ditamparnya bolak balik, sakitnya tidak seberapa tapi harga diriku sebagai suaminya yang terluka.


Setelah selesai ditamparnya, Bu Dewi langsung menerobos masuk tanpa mengetuk pintu.


"outshsss..... pipi tampan kamu ini langsung merah sayang, tapi itu tidak mengurangi ketampanan dirimu." ucap Bu Dewi sambil meraba pipiku.


"wanita kejam ini tidak pantas menjadi istrimu, sudah lebih baik kamu itu jadi simpanan Tante saja ya." ungkapnya sambil berusaha meraih si kecilku yang di dalam celanaku. tapi masih ku hindari tangan jahil itu.


"eh pria biadab, kamu ingin berselingkuh dariKu? ternyata selera Mu hanya Tante Germo seperti ini!." ujar istriku dan hal itu membuat Bu Dewi geram.


"tutup mulut wanita ular." maki Bu Dewi kepada istriku.


Aku tidak ingin membuat mereka dalam pertengkaran, dan sesegera mungkin Bu Dewi ku usir. dan tinggal lah kami berdua di ruangan ini.


'plak.... plak....


"dasar laki-laki buaya." setelah menamparku untuk kedua kalinya, Cantika mengataiku dengan sebutan nama hewan.


Tidak ada pilihan lain, saya kembali ke rumah lamaku dulu. dan sesampainya di sana ku buka komputer peninggalan almarhum Papa ku ini.


File video asusila Bu Dewi, Dinda dan Nisa. ku unggah dan ku sebarkan melalui akun fake YouTube, agar tidak bisa dilacak oleh siapapun. hal ini aku pelajari dari almarhum Papa.


Setelah satu jam ku upload, Video tersebut langsung viral. dan kabar baik ku terima dari Jepri, berkat bantuan rekannya meneliti file dan berkas tersebut. ternyata semua bukti itu valid apa adanya.


Handphone langsung Aku ambil dan mencari nama Wawan, beliau adalah wartawan disalah stasiun televisi swasta yang terkenal independen.


"halo Wan, ada berita bagus untukmu, silahkan periksa email dan tolong rahasiakan siapa yang mengirimkan kepadamu.


"siap ketua, aman terkendali." begitu ujar melalui sambungan seluler.


Setelah semua aman, saya pulang ke rumah sang ratu kejam. tiba di rumah sudah pukul 6 sore, setelah mandi dan berpakaian aku duduk di kursi makan yang ada di dapur sambil membuka siaran televisi tempat Wawan bekerja.

__ADS_1


Acara selanjutnya adalah info malam, salah satu acara yang paling ku gemari karna Wawan adalah pembawa acara. info malam ini menyajikan kehidupan realita kehidupan hasil dari Kiriman para penonton.


'selamat malam para penonton setia yang ada dirumah, kali ini adalah spesial. kiriman realita kehidupan yang pahit yang telah dikirim oleh pemirsa dan tentunya identitas di sembunyikan demi keamanan bersama.


Selama 5 tahun berturut-turut ' perusahaan raksasa "Cantika grup" tidak pernah menyetorkan pajak ke negara. ada apa dengan semua ini? mari kita bahas secara tuntas.


Pemirsa di layar anda sudah di tampilkan formulir perhitungan pembayaran pajak dan sudah di cap oleh bagian keuangan dari Cantika group. dan berikut bukti serah terima uang untuk membayar kan pajak tersebut.


akan tetapi itu tidak pernah sampai ke kas negara melainkan ke kantong pribadi para petinggi negara ini.


pemirsa berikut video kiriman kesepakatan antara direktur Cantika grup dengan salah satu pejabat pajak.


plak...plak... " Dengan tiba-tiba, Cantika langsung menampar kedua pipiku. di hadapan Mpok Sri.


Setelah di tampar oleh istriku sendiri, aku langsung beranjak pergi ke kamar. dan kemudian di susul oleh Cantika. dan Aku hanya terduduk di pinggir ranjang Ku yang kecil ini. dan istriku bertolak pinggang di hadapanku dengan raut wajahnya yang penuh Amarah.


"kamu yang melakukan itu semua kan? dan Video asusila itu kamu yang menyebarkan kan?" tanya Cantika dengan berteriak.


"saya sudah bilang jangan bertindak, biar aku saja yang bertindak. kamu paham ngak sih bahasa manusia?" teriaknya lagi.


Ku tatap wajah yang penuh amarah itu dan matanya yang terlihat merah, dan kemudian memalingkan wajahnya.


"saya tahu apa yang aku lakukan, dan saya siap menanggung semua akibatnya. saya hanya ingin keadilan, jika memang semua yang kulakukan ini adalah salah saya siap menanggung semua resikonya." mendengar hal itu Cantika menoleh Ku lagi.


Plak... plak..... dua tamparan dari Cantika melayang di Pipiku. perasaanku dan harga diriku hancur berkeping-keping sudah.


"dasar manusia pinggiran, kurang ajar."


"cukup.. Saya hanya sebagai suami bagimu dan itu hanya diatas kertas. sebagai formalitas. jadi kamu tidak perlu sok peduli akan nasibku, jika perjanjian kita berakhir maka pernikahan kita juga berakhir. saya harap kamu paham."


Malam ini, hatiku dan harga diriku benar-benar hancur. dan ku ambil tas yang biasa Ku pakai, dan berlalu dari hadapan ratu kejam ini. dengan naik ojek pangkalan untuk menuju rumah lamaKu.

__ADS_1


Di kamar tidur ini, kulihat photo bersama keluarga kami di atas meja belajar ini, seketika itu air mataku membasahi kedua pipiku.


__ADS_2