DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Mata-Mata


__ADS_3

Salah satu pengawal memberitahu kalau tamu, dan Remon tidak ingin tamu itu datang ke ruangan ini. karena disini terlalu banyak dokumen yang bersifat rahasia.


Akhirnya Aku memintanya untuk bertemu di cafe di depan gedung ini, setelah pamit kepada mereka semua. aku langsung menuju kafe dengan di kawal oleh 3 orang pengawal.


Sesampai disana ternyata Carol yang menungguKu. dan dia sudah memesan makanan dan minuman kesukaan seperti dulu. pengawal ku suruh duduk tepat disebelah kami.


"Cantika, kamu semakin menawan dengan penampilan seperti ini. by the way, Tyas tidak bersama mu kan?" ujar Carol.


"ngak, lagian ngapain dia ikut?"


Carol langsung tersenyum lega, memang dari dulu Carol dan Tyas adikku selalu beradu mulut setiap kali bertemu.


"ada keperluan? pegawai Negara jam segini kok bisa keluyuran ya?" Carol hanya tersenyum mendengar sindiran dariKu.


Carol meneguk kopi susu panas yang terhidang di depannya, kemudian menatapKu dengan tersenyum. dulunya Carol terlihat tampan rupawan, tapi saat ini tidak. Daren Suamiku jauh lebih dari segalanya dari pria ini.


"apa masih ada rasa untukku Cantika?" tanya pria yang sok cool ini.


"maaf maksud kamu apa?


"Cantika, dari dulu sampai sekarang. Aku masih masih sangat mencintaimu, saya berusaha keras agar bisa bertemu denganmu lagi." jelasnya dan membuatKu tidak mengerti.


"kamu tahu kan kalau aku sudah menikah, seharusnya tidak perlu dipertanyakan."


"saya tidak yakin dengan pernikahan Mu, itu hanya untuk pelampiasan kamu saja. karena gagal bersanding denganmu." ujar dengan begitu percaya diri.


Tapi aku tidak konsentrasi mendengarkanNya, perhatian teralihkan kepada seseorang pria yang tampan rupawan, siapa lagi kalau bukan Suamiku.


Daren datang ke cafe ini yang masih mengenakan setelan jasNya, awalnya dia tidak melihatku, kemudian terduduk di salah satu kursi yang kosong.


Saat pelayan Kafe menghampiriNya barulah Daren melihatKu, dan kemudian mendekatiku. raut wajahnya terlihat begitu sangat kecewa.


"oh... jadi ini mantan pacar kamu? pantasan kamu terlihat bahagia." ucapnya dengan menoleh ke arah Carol.


"what's? Lo siapa?" tanya Carol kepadanya.

__ADS_1


"orang luar seperti anda tidak wajib mengetahui siapa saya, tapi yang perlu anda tahu bahwa perempuan yang anda ini adalah istri orang." ungkap Daren.


"siapa yang perduli." ujar Carol dengan segala kesombongan Nya.


"iya, silahkan nikmati kebersamaan kalian." kata Daren sambil pergi dari Kafe ini."


Carol masih ngoceh, tapi perhatian ku kepada Daren yang pergi dengan kecewa. Aku sengaja melakukannya untuk melihat reaksinya.


Setelah Daren sudah pergi, aku menyusulNya. Jujur hatiku sudah mulai menyukainya. tapi Aku belum yakin dengan ketulasan cintanya.


Aku takut kalau Daren mengambil keuntungan pribadi dariKu dan mencampakkan diriku setelah semuanya dia dapatkan. karena saat Remon bertanya kepadanya tentang perasaan terhadapku Daren tidak bisa menjawab.


Ternyata Daren pergi ke ruang rawat Mama dan Adiknya. Daren ku larang untuk bertemu MamaNya untuk menghindari hal-hal yang tidak kami inginkan. setelah


"jangan terlalu sering bertemu mereka, takutnya ada melihat" tapi Daren tidak mengacuhkan omonganKu .


Daren berlalu begitu saja, dan pengawal tetap ku mintak untuk selalu mengawasi Nya. ***


Bahkan sampai Sore pun Remon belum berhasil memecahkan kode program yang membuatNya kewalahan. Karena kasihan melihat Remon dan Dadang kerja keras seperti makanya Ku suruh pulang, kali aja saat jalan pulang ke rumah Remon dan Dadang dapat Ide.


"Tyas, gimana dengan cita-cita kamu?" Tyas menolehku dengan serius.


"kak, kalau semua masalah ini selesai baru nanti Tyas pikirkan lagi. Tyas ngak mau kakak mengalami kejadian seperti kemarin itu lagi. pokoknya kita sama-sama selesaikan semuanya." jelasnya kepadaKu.


"bagiamana dengan kuliahmu itu dek?"


"sebenarnya ya kak, lebih banyak ilmu yang Tyas pelajari waktu SMK tata busana. di kampus internasional itu hanya membahas model saja, mulai dari jaman dulu sampai sekarang. Tyas sudah mempelajarinya waktu SMK, asal kakak tahu ya Desain busana Tyas waktu SMK jauh lebih dari desain yang ditunjukkan oleh Dosen.


Intinya kak, Tyas bersama kakak harus menyelesaikan semua permasalahan ini secara bersama-sama. bagaimana bisa Tyas konsentrasi menggambar desain kalau kakak masih pusing dengan semua masalah ini." jelas Tyas dengan Yakin.


"tapi Tyas....


"ngak ada tapi tapian kak, kita selesaikan semua masalah ini Secara tuntas baru kakak wajib bantu Tyas untuk mewujudkan mimpiku. setuju?" Tyas memastikan sikapnya dan aku hanya bisa memeluknya.


"Mama dan Papa sudah berpesan kepada kita berdua, untuk saling menjaga." ucapnya dalam pelukanku.

__ADS_1


Hati ini adem rasanya, ditengah badai seperti ini. masih ada Tyas Adikku, yang menjadi penyemangat dan juga bisa sahabat yang paling mengerti sikapku. tanpa terasa kami sudah sampai di rumah.


Sesampai di kamar, aku lihat Daren sudah terduduk di kursi belajarnya sambil memegang berkas dan memberikan kepadaku.


"Bu bos, penelitian Ku tentang pengobatan kanker mulut rahim akhirnya lolos uji klinis. dan Ikatan Dokter Indonesia memberikan piagam penghargaan ini, dengan penelitian ini kita bisa membangun kembali citra rumah sakit untuk menjadi lebih baik. seperti cita-cita dari pendiri rumah sakit." Daren mengatakannya dengan mata yang berbinar-binar.


"ya sudah, laksanakan tugasMu sebagai direktur yang Terpilih."


Ucapan Ku hanya dibalasnya dengan senyuman yang sempurna dariNya. dan kembali ke kursinya.


"hei.... apa tanggapan Mu terhadap pria yang tadi siang itu?"


Pertanyaan Ku tidak gubrisnya, dan malah berlalu ke arah balkon. dan di balkon itu Daren sendirian sambil mengunyah roti yang diambilnya dari dalam tasnya.


Kulangkah kaki ini ke kamar mandi, selesai mandi. Daren masih terlihat di balkon, dan Aku turun ke bawah untuk makan malam.


"bang Daren mana kak?" tanya Tyas yang menunggu Ku di meja makan.


"sudah tidur."


Jawabku singkat kepada-nya, tapi Tyas menanggapi perkataan Ku dengan geleng-geleng Kepala.


handphone Tyas bergetar, dan dia langsung menjawab panggilan tersebut. selesai menerima telepon Tyas menatapku dengan Kecewa.


"kenapa Tyas? siapa yang menghubungi?" Tyas minum air dari gelasnya dan kemudian menolehku.


"Carol, si biang kerok itu kak. Remon dan Dadang sudah berhasil membobol program itu. dan ternyata email itu dikirim ke Carol." jawab Tyas.


"tunggu, dari mana Remon tahu nama Carol?"


Carol belum pernah ketemu dengan Remon atau Dadang. pertanyaan ini membuat Tyas menatapku dengan sangat serius.


"Remon menerima pesan WA dari bang Daren, yang isinya foto yang diambil bang Daren saat kakak bersama pria tengik di cafe tadi siang. Dari photo itu Remon berhasil membobol program, Carol itu bekerja di kedutaan Indonesia untuk Korea Selatan. dan pria iblis itu membantu pihak rumah sakit inchan untuk menerima supply organ tubuh dari rumah sakit kak. dia datang ke Indonesia karena rumah sakit inchan kesulitan untuk mendapatkan donor organ dari Indonesia. dan tugasnya disini untuk mata-mata."


Penjelasan dari Tyas membuat Ku terhenyak dengan semua keadaan ini, semakin kesini kebenaran semakin terungkap.

__ADS_1


__ADS_2