
Akhirnya kami sampai di rumah sakit, dan Tyas langsung menemui kami. Tyas melarang kami masuk ke ruang rawat Daren, Karena dia baru saja tertidur setelah minum obat, sementara kedua orang tua Remon sudah pulang. dan Akhirnya kami pergi untuk makan siang bersama.
Seperti biasa, Remon selalu membuat gaduh. kalau tidak gaduh dengan Gilas ya sama Dadang, pokoknya kalau tidak buat gaduh bukan Remon namanya.
Setelah selesai makan siang kami minum kopi lagi, karena tergoda akan aroma kopi Gopas.
"Tyas, permasalahan kita sudah hampir mencapai puncak Nya. dan sudah saatnya untuk memikirkan cita-cita kamu. oh ya, pak Gopas ada permintaan khusus untuk mu. pak silahkan bicara dengan adikku yang cantik ini."
Tyas hanya tersenyum menanggapi pujian ku, dan Tyas menoleh ke arah Gopas. terlihat Tyas adikku begitu antusias ingin mendengar penuturan dari Gopas.
"jadi begini Neng Tyas, saya ingin mewujudkan cita-cita almarhum kakek ku, ingin memberikan kehidupan yang layak bagi warga kumuh yang tinggal di area rumah Ku, mereka dulunya adalah penjahit. tapi setelah musibah itu semuanya...
"Tyas mengerti maksud bang Gopas, untuk pelatihan nantinya biar saya yang atur. berarti sekarang ini masalahnya hanya lah lahannya."
Tyas langsung paham maksud dari Gopas tanpa penjelasan lebih dulu. dan kemudian dia terlihat kebingungan lagi.
"lahan ada, yaitu pemukiman warga kumuh itu. lahan tersebut adalah tanah milik almarhum kakek Ku. jadi kita bangun disana saja, dan modal yang bisa Aku investasi kan saat ini sudah terkumpul senilai 2 milyar. bagiamana neng Tyas?"
Adikku itu langsung tersenyum, dan seraya menolehku dan kemudian tersenyum lagi dan akhirnya memeluk ku dengan erat.
"kak, benar kata Tyas kan! jika kita bersama-sama apapun bisa kita raih. lihatlah kak, jalan sudah ada. tinggal melaksanakan saja."
"teh Tyas, ntar kalau pabriknya sudah jadi rekrut Remon ya sebagai tenaga pemasaran produk secara online. pokoknya Remon akan berusaha untuk membuat laris manis."
Ujar Remon, dan Tyas pun menaikkan alisnya karena permintaan dari Remon yang Begitu berharap di rekrut.
"kenapa? ngak enak ya kerja sama kakak ku?" tanya Tyas dengan penasaran.
"bukan itu teh Tyas, hanya bosan saja liat bang Gopas setiap hari di Kantor." jawab Remon dengan ekspresi wajah yang berharap.
"rese.... bilang aja mau dekat-dekat dengan neng Tyas, Remon suka sama neng Tyas? iya kan.....
__ADS_1
"iya bang Gopas." jawabnya sambil melihat kedua bola mata Tyas.
Kami sejenak terdiam akan pengakuan Remon, dan terlihat wajah Tyas menjadi merah dan kemudian tertunduk malu. karena kami terdiam, akhirnya Remon berhenti menatap Adikku Tyas.
"ah... uhmmm.... apa ya... gimana ngomong nya... uhmmm... ahm.... " Remon berbicara dengan nada yang pelan dan suaranya begitu gugup.
Gopas langsung mendekati Nya, dan kemudian memeluknya setelah itu Gopas tersenyum saat menatap wajah Remon.
"Remon, tidak ada salah menyukai seseorang. tapi jangan memaksa Nya untuk menyukai kamu..
"Tyas juga suka sama Remon." tiba-tiba saja Adikku mengatakan kalau dirinya menyukai Remon.
"apa......
Remon dan Gopas secara bersamaan berkata apa, mereka berdua tidak berdua seperti tidak yakin dengan apa yang mereka dengar. Aku sudah mengetahui akan hal ini, karena Tyas adalah Adikku.
"neng Tyas yakin? coba deh neng Tyas pikirkan lagi dengan baik-baik. ini anak rese nya mintak ampun, selengean dan kadang-kadang terlalu percaya diri dan bersikap Aneh. coba neng Tyas jelaskan apa yang menarik dari Remon kami ini."
ucap Gopas panjang lebar, dia masih belum yakin dengan ucapan Tyas. begitu juga dengan Dadang.
Dan ketika Remon jauh dari sisiku rasanya seperti ada kurang, berulangkali hati ini Ku pertanyaan dan jawaban dari lubuk hati ku yang paling dalam bahwa Remon adalah pria yang ku cintai."
Kami semua terdiam, kecuali Remon yang memandangi wajah Tyas dengan senyuman. dan Gopas akhirnya menyadarkan Remon yang asyik menatap wajah Tyas.
"eh bocil, yang sopan dong. kakaknya ada disini, langsung main pandang saja kau ini bah."
Perkataan Gopas membuatnya sadar, dan wajahnya merah serta senyum malu-malu ngak jelas.
"Neng Tyas, mau ngak jadi pacar nya a..a Remon?" tanya Remon tanpa memperdulikan kami.
"neng mau, mangnya Aa Remon mau sama Neng, umurnya neng kan jauh lebih tua dari aa Remon."
__ADS_1
Jawab Tyas dan kemudian bertanya lagi kepada Remon, sungguh seolah-olah hanya merek berdua yang ada disini tanpa memperdulikan keberadaan kami.
"Mau, cinta AA tidak mengenal usia. tapi neng Tyas yakin mau sama aa Remon."
Remon bertanya lagi untuk keyakinan hatiNya, dan Tyas menjawab dengan menganggukkan kepalanya. seketika itu juga mereka berdua langsung berpegangan tangan dihadapan kami.
"he..... " Gopas melepaskan tangan Remon.
"maju kali ya Remon, dah dapat restu dari kakaknya? yakin benar kau ini."
Karena perkataan Gopas, Mereka semua menatapKu dan seolah-olah saya yang jadi penentu Nya.
"uhmmm...... begini Tyas Adikku sayang, mungkin karena Remon sangat tampan bagimu sehingga kamu tergoda melihatnya. tapi kita lihat saja ke depannya ya, kakak akan mengawasi kalian berdua."
"apa Bu Cantika? itu artinya ibu Cantika merestui hubungan mereka berdua. oh iya, saya kan sudah mengenal dengan baik Remon dan keluarga. secara pandangan Pribadi Remon ini bagiKu sangat baik, pintar dan berbakat.
Dia belum pernah mengecewakan Aku, dan Emak nya Reman pernah cerita kalau Remon tidak pernah membuat nya menangis tapi kalau kesal iya.
Oh iya neng Tyas, sudah tahu kan bapaknya Remon gimana orang Nya dan bagaimana keadaan orang tuanya."
Jelas Gopas panjang lebar mengenai Remon, kemudian Tyas menatap Remon kembali dan kemudian menoleh ke arah Gopas.
"saya tahu bang, kemarin dan tadi saya sudah Bertemu dengan kedua orang tua Aa Remon. mereka berdua lucu, romantis dan sangat hangat orangnya. kesederhanaan mereka menjadi lebih mewah dan elegan.
Sama seperti aa Remon, sederhana, ramah, baik, cekatan, pintar dan tentunya sangat tampan."
"makacih neng....
Ucap Remon yang secara tiba-tiba, dan membuat kami semua tertawa geli melihat dua insan yang jatuh cinta ini. kebersamaan kami selama ini telah menumbuhkan rasa cinta diantara mereka berdua.
Kalau dilihat dari selisih umur, Tyas lebih tua 9 tahun dari Remon yang baru berusia 19 tahun. tapi yang namanya cinta seperti kata Remon, cintanya tidak memandang usia.
__ADS_1
Kata-katanya sederhana tapi penuh makna. dan lagi-lagi kami harus tertawa melihat tingkah mereka berdua.
Selama Tyas menjadi Adikku, baru kali ini dia sebahagia ini ketika jatuh cinta dengan pria lain, dan semoga pilihan nya tepat.