DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Pelakor dan Teror


__ADS_3

"kurang ajar, dasar pelakor. setelah merayu Suamiku sekarang kamu mencoba merayu suami orang lagi. bangsat......" ujar wanita paruh baya itu.


Berkali-kali wajahnya di tendang oleh wanita paruh baya itu, dan security hotel mengamankan situasi hingga akhirnya perempuan yang bersama Daren berhenti di tendang olehnya.


"siapapun nama anda, bawa pergi lekas suamimu itu. biar perempuan tak beradab ini ibu yang urus." pinta wanita itu kepadaku.


Tangan Daren langsung di tarik oleh Remon, dan kami semua berangkat dari hotel tersebut. mobil Daren dibawa pengawal, dan kami pun langsung pulang ke rumah.


"Remon, beritahu Tyas dan Dadang kalau kita sudah pulang ke rumah."


Pintaku kepada Remon, dan seketika itu juga di langsung mengambil handphone Nya. dan perjalanan menuju ke rumah berlanjut.


Sesampainya di rumah, Remon mengikuti Ku menuju kamar. tiba di kamar wajah Remon tertunduk.


"setelah kamu bermain dengan om Riko, sekarang kamu mau bermain dengan pelakor. hebat kamu ya bangsat."


"kamu salah paham Bu bos, ini tidak yang Bu bos pikirkan." ujarnya dengan mencoba menjelaskan keadaan.


"klasik, bajingan tetap bajingan. kamu benar-benar bangsat, kurang ajar."


Plak.... plak... "tamparan ku melayang di pipinya.


Emosiku sungguh tersulut karena kelakuannya, tiada ampun bagi suami penghianat.


"kamu lihat saja, tidak akan aku kasih ampun pada perempuan itu. dan kamu akan melihat dia menderita paham!."


Mendengar pernyataan Ku, Daren langsung bersujud di kakiku. dengan berurai air matanya.


"Bu bos saya mohon, tolong bebaskan Sisy. dia tidak bersalah, tolong dengarkan penjelasan Ku."


"bangsat....


Tubuh Daren ku dorong, hingga tersungkur ke lantai. dan langsung aku berlalu dariNya menuju ranjang Ku.


Daren tidak berkutik lagi, karena aku perintahkan untuk diam. dan kami berlarut dengan pikiran kami masing-masing.

__ADS_1


Tidak tahu lagi harus berbuat apa, dan yang pastinya pelakor itu harus mendapatkan ganjaran yang setimpal. karena pelakor sudah membuat orang menderita.***


Samar-samar terdengar suara ribut, Aku dan Daren terbangun. rupanya di ruang tamu para pengawal mengamankan penyusup. 4 orang laki-laki yang berwajah sangar berhasil di tangkap pengawal.


Remon, Daren serta Tyas sudah berada di ruangan ini. dan tentunya handphone atau benda lainnya yang berkaitan dengan elektronik menjadi sasaran Remon dan Dadang.


Mereka berdua langsung sigap membobol sistem handphonenya, dan beberapa saat Remon menolehku.


"kak, dari Nomor yang sama yang sudah diblokir. dan kali ini Remon dan mas Dadang berhasil membobol handphone yang memberi perintah."


Remon memperlihatkan laptopnya kepadaKu, isinya ada Farel yang berjabat tangan dengan seorang Pria.


"mereka mau main-main dengan kita, Remon bisa lacak di mana orang Nya?."


"mohon di tunggu ya kak. mas Dadang yuk...."


Ujar Remon, dua ahli IT itu langsung bertindak. hanya butuh beberapa menit saja, Remon langsung mengirimkan link ke handphone Ku.


Link itu menunjukkan sebuah alamat, dan langsung ku teruskan pesan tersebut. dan Remon Kemudian menatapku.


"kak, apa yang harus kita lakukan?" Remon bertanya kepadaKu dan kemudian menoleh ke empat pria empat orang tersebut.


Dadang sudah berhenti mengetik di laptopnya dan kemudian menatap ke empat pria itu, ada apa gerangan dengan Nya.


"Bu. alamat ke empat pria ini menunjukkan alamat tempat tinggal Dadang." ujar Dadang sembari memperhatikan ke empat pria tersebut.


Remon memastikan Nya, dan kemudian mengangguk seraya menatap Ku. dan Dadang terlihat begitu serius memperhatikan wajah salah satu dari empat pria itu.


"Om Roy kan?" tanya Dadang kepadanya seperti sangat mengenal pria itu.


"Tyas hentikan Dulu." dan seketika itu Tyas menolehku dan meletakkan handphone Nya.


Pria yang bernama Roy itu, langsung menusukkan kepalanya. dan kemudian Dadang mengangkat kepalanya.


"Om. apa yang terjadi? kenapa Om Roy bisa terlibat dengan masalah ini?" tanya Dadang dengan suara pelan.

__ADS_1


"Om bersama tiga orang kawan om ini...


"tunggu." ujar Remon sembari mau merekam mereka bertiga.


Ide yang brilian, Remon memang yang terbaik. dan kemudian Daren menolehku dengan mengedipkan mata kepadanya dia memulai Nya.


"Om, apa yang terjadi?" tanya Dadang lagi.


"Om dan ketiga teman om dulunya bekerja di Cantika Farmasi, yang direktur langsung melalui agen tenaga kerja. gaji yang kami peroleh sangat tinggi, tapi setelah Cantika farmasi tidak beroperasi seperti sekarang ini, kami di rumah kan. beberapa saat kemudian kami ditelpon lagi untuk disuruh berkumpul karena ada pekerjaan baru.


Kami baru tahu kalau pekerjaan seperti ini, untuk membunuh orang. padahal kami sudah terlanjur menerima honor sangat tinggi. ancaman yang membuat kami terpaksa melakukan ini. nyawa keluarga kami akan menjadi taruhannya.


Rasanya mendidih darah ini mendengar Nya, mereka semua memang biadab. tidak punya hati nurani. yang dipikirkannya hanya lah dirinya sendiri.


"apa harapan Anda?" tanya Remon tiba-tiba sembari terus merekamnya.


"kepada pihak berwajib, tolong segera bekuk semua pelakunya. saya mohon kepada pihak berwajib untuk segera bertindak, para petinggi negara ini yang terlibat Kasus Cantika group semakin ganas."


Ujarnya dengan berurai air matanya, sebenarnya sangat iba melihat Nya. tapi nyawa kami melayang karena ulahnya.


Tyas Ku mintak untuk menghubungi polisi dan wartawan untuk menangkap mereka. dan tidak berapa lama polisi dan wartawan langsung berada di depan rumah.


Polisi sudah memborgol keempat pria tersebut, dan Remon memberikan video yang direkam Nya kepada salah satu wartawan.


Berselang beberapa waktu, wartawan dan Polisi sudah Pergi dari halaman rumah ini. dan tidak terasa sudah Subuh. kami semua hanya terdiam di meja makan ini Sembari minum kopi yang disajikan oleh Mpok Sri.


Karena bosan, Remon menghidupkan televisi. dan berita penangkapan 4 penyusup ke rumah kami menjadi heboh.


UmpanNya langsung disambar, Farel dan beberapa petinggi negara yang terlibat berhasil dibekuk oleh petugas berwajib. dan tentang korupsi Tante Rina terbongkar. dan lagi-lagi menyeret sebaris nama Petinggi negara yang menambah daftar panjang tugas pihak berwajib.


Kebenaran akan terungkap, cepat atau lambat bau bangkai akan tercium. tapi butuh penanganan ekstrak sebelum bangkai itu berubah menjadi tanah yang tidak bisa mengeluarkan bau busuk lagi.


"waouuuuu.... lihat deh kak, pelakor yang kemarin di hotel itu viral di media sosial." ujar Remon tiba-tiba.


Video perempuan yang bersama Daren saat di hotel, ketika di tendang dan di Jambak wanita paruh baya itu viral. dan seketika wajah Daren berubah menjadi merah.

__ADS_1


"semuanya hari ini kita harus terkurung di rumah ini, Remon kabari kedua orangtuamu ya. jangan sampai mereka khawatir terhadap Mu. Dadang kabari juga orang tuamu ya."


Mereka berdua hanya mengganguk pertanda mengerti. dan Aku berlalu ke kamar yang di ikuti oleh Daren.


__ADS_2