
Tanpa sadar Tyas memeluk Remon dengan begitu haru, Dadang yang melihat Tyas memeluk Remon akhirnya sadar akan pelukannya terhadap Remon.
"ada apa dengan masa lalu kamu Remon?" Mendengar pertanyaan Ku, Remon menyeka air matanya.
Dadang yang duduk di sofa mengambil air minum yang di saku tas Remon dan memberikannya kepada Remon, setelah minum dan agak tenang, anak lajang yang terkadang membuat kesal itu menatapku
Terlihat di raut wajahnya yang selalu ceria ternyata menyimpan cerita masa lalu yang suram.
"semua berawal ketika Cantika farmasi mau membuat pabrik yang baru. dan mereka negosiasi dengan pak RT dan kemudian ke pemerintah. dulunya semua memang perantau yang ada di lokasi yang tidak jauh dari pemukiman kami.
Cantika group melalui pabrik farmasi membeli lahan yang tempati, karena kekuasaan mereka pegang akhirnya dengan mudahnya mereka mengambil tempat tinggal para warga kami.
Tanpa pemberitahuan, tanpa perundingan dan tanpa ganti rugi, semua rumah warga di gusur dan perlawanan pun tidak terbendung lagi, bagi warga melawan akan di hajar bahkan dibunuh di tempat.
Kelompok warga yang melawan di bunuh satu persatu, wartawan, LSM dan Lembaga bantuan Hukum yang mendukung warga, di hajar habis-habisan.
Korban jiwa, korban harta benda, luka-luka dan tangisan yang menjadi penghias siang dan malam kami. saat itu Usiaku sekitar 12 tahun dan punggung almarhum emak yang menjadi menjadi pelindungKu. punggung emak menghalangi besi berkarat itu masuk ke tubuhku." ungkap Remon dengan berurai air mata.
"jadi yang membuat cemilan enak itu siapa?" tanya Tyas, karena Remon berkata almarhumah Emaknya.
"Emak ku, yang sebenarnya adalah adik kandung dari Almarhumah Emak kandunganKu. Bapak, yaitu Irfan. di vonis Dokter Mandul karena terpapar radiasi dari senyawa kimia yang diproduksi di pabrik Cantika farmasi. dulu waktu masih lajang, Papa bekerja sebagai teknisi di Cantika Farmasi. setelah kedua orang tua kandung Remon meninggal dunia, pak Deh Irfan dan Bude Neneng mengangkat Remon sebagai anaknya.
Antara orang tua kandung Remon dan orang tua yang sekarang rasanya sama, cinta kasih yang Remon dapatkan tidak ada bedanya. mungkin itulah sebabnya Remon cepat melupakan kejadian masa lalu itu.
Saat menceritakan kisahnya, Remon tetap menangis walaupun dia mengatakan cinta kasih orang tua angkatnya sama dengan cinta kasih orang tua kandungnya.
Gopas yang sudah kembali langsung memeluk Remon, ikatan mereka berdua begitu intim. tapi tidak mungkin mereka ada hubungan saudara.
"dulu keluargaKu juga tinggal di daerah itu bersama keluarga Remon. itulah sebabnya kami saling mengenal.
__ADS_1
Cerita dari Mamak. Almarhum bapak ku, dulunya bekerja sebagai pengacara dan menjadi rekanan rumah sakit Cantika. saat pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor, Papa melihat satu keluarga dengan anak perempuanNya, mungkin umur anak perempuan itu sekitar 3 atau 4 tahun, yang dipaksa masuk dalam mobil fan.
Almarhum Bapak berhasil mencegat Nya, tapi kawananNya langsung berdatangan. orang tua anak tersebut menitipkan anak perempuanNya kepada bapak.
Tapi Bapak kalah jumlah, bapak terjatuh dari motorNya tapi anak perempuan tidak terluka. kaki bapak yang terluka. Bapak menyuruh anak perempuan itu melarikan diri.
Bapak dan anak perempuan itu terpisah, karena bapak sudah lemah, kawanan tersebut langsung menghajar Bapak dan syukurNya ada beberapa warga lewat dan menghentikan semua aksi Nya.
Bapak diantarkan oleh warga ke rumah, dan menceritakan semua kejadian itu, tetangga yang lain mencari anak perempuan yang terpisah dengan Bapak.
Ciri-ciri anak perempuan itu rambutnya hitam tebal yang di ikat kepal menggunakan ikat rambut yang besar. memakai baju pink dan sepatu pink, dan memakai gelang warna pink.
Tapi anak tersebut tidak di berhasil di temukan.
Esok harinya para warga geger, karena di temukan dua mayat perempuan dan laki-laki. ternyata itu adalah orang tua anak perempuan yang terpisah dengan Bapak.
Paru-paru, jantung, sudah tidak ada. perutnya terbuka dan setelah diselidiki banyak organ-organ tubuhnya yang hilang."
Tyas menangis mendengar cerita Gopas, sembari memberikan gelang anak berwarna pink, dan ikat rambut yang berwarna pink juga.
" i.. n....i.... maksud abang...." kata Tyas, sembari memberikannya.
"menurut cerita Mama seperti ini. jadi kamu anak perempuan itu?" tanya Gopas dengan air matanya yang terurai.
Uh... hikz.... hikz.....uh... hikz.... hikz.....uh... hikz.... hikz.....uh... hikz.... hikz.....................
Tyas tidak bisa menjawabnya karena menangis, dengan buru-buru ku hampiri adikku itu dan ku peluk, tangisannya semakin pecah diperlukan Ku.
Susana hening, hanya suara tangisan Tyas dan Remon yang terdengar. sementara Dadang malah ikut menangis karena melihat Remon dan Tyas menangis.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Tyas dan Remon sudah mulai agak tenang. demikian juga Dadang yang sudah berhenti menangis.
"kak, Tyas baru ingat sekarang. saat itu tiba-tiba sekolompok orang datang ke rumah kami dan menyeret kami semua dan memaksa masuk mobil. tiba-tiba datang seorang pria yang menolong kami, tapi segerombolan orang datang lagi. Mama menitipkan Tyas ke Bapak-bapak itu.
Saat ditengah dijalan, Tyas di turunkan. bapak itu menyuruh Tyas untuk lari sekencang mungkin.
Hingga akhirnya tiba di depan mall itu, dan ketemu dengan kakak dan Bapak serta Mama."
Ujar Tyas dan kembali menangis, saat itu Tyas seperti orang yang linglung. dan kami bawa pulang, setelah dibawa ke psikiater anak. perlahan-lahan Tyas kembali normal seperti anak lain pada umumnya.
"Tyas adikku sayang, akhirnya kamu tahu kalau kedua orang tua Mu tidak membuang Mu, tapi berusaha menyelamatkan kamu. Tyas sayang, kamu adalah Adikku sampai kapan pun."
Ucapan ku malah membuatnya semakin menangi, dan kembali kupeluk. Tyas dua kali merasakan kehilangan orang tua. diriku yang sudah dewasa di tinggalkan orang tua, terasa sangat sakit. bagaimana dengan Tyas?
"perlahan nanti, setelah ingatan Tyas kembali. tolong ingat nama kedua orang tua Mu, siapa tahu ada di dalam daftar korban jual-beli organ tubuh tersebut." jelas Gopas kepada Tyas.
Adikku Tyas hanya mengganguk di pelukanku, perasaanku semakin remuk. rahasia demi rahasia secara perlahan terungkap.
Terlalu banyak rahasia misteri kehidupan ini, kerakusan keluarga besar Ku yang membuat duka dan tangisan bagi orang-orang sekitar dan juga bagiKu. tidak ada kata ampun untuk iblis berbentuk manusia itu.
Tyas melepaskan pelukanku tapi air matanya masih mengalir, kemudian menatap Gopas dengan raut wajah yang penuh dengan pertanyaan.
"bang... a.... p.... a A... b.... a... n.... g tahu dimana kedua orang Tyas di k... u... b... u.... r?" tanya Tyas terbata-bata.
Gopas yang sedari tadi memeluk Remon, secara perlahan melepaskan pelukannya. kemudian menoleh ke arah Tyas dengan kedua matanya yang sembab.
"tahu, tapi jangan sekarang ya! terlalu bahaya untuk sekarang." jelasnya kepada Tyas.
Tidak sanggup rasanya melihat Tyas menangis seperti ini, air mataku yang aku coba tahan akhirnya tumpah juga.
__ADS_1
Terlalu sakit untuk dikenang kembali, tapi harus untuk menguak semua kebenaran dan Aku sangat yakin pada akhirnya nanti kebenaran yang akan menang.