
"baik, tambahan bukti di terima. persidangan di lanjutkan, Penasihat hukum terdakwa silahkan bertanya lagi." tegas sang Hakim.
"terimakasih yang mulia Hakim. Dalam BAP saudara pelapor, anda mendapatkan akses ke sistem rumah sakit dan kemudian membongkar ruang Rahasia yang berada di ruang direktur rumah sakit yaitu Dr. Indra Dermawan. dan Saudara menjelaskan kalau ruangan rahasia itu terdapat gas beracun yang berbahaya. Dari mana saudara tahu kalau semua di eksekusi di ruangan rahasia itu? dan dari mana anda tahu tentang ruangan itu?" Pengacara yang dibelakangnya bertanya.
"keberatan yang mulia Hakim, di bukti Nomor 14 jelas dinyatakan itu bersifat rahasia oleh pihak berwajib. jika penasihat hukum terdakwa ingin jawaban resmi, bukan di tujukan kepada clien saya." Gopas membantahnya.
"keberatan diterima." tegas Hakim.
"saudara pelapor, dalam BAP. saudara melampirkan bukti-bukti kasus korupsi dan penggelapan pajak, tapi kenapa baru sekarang di laporkan? apakah anda ada niat lain?" tanya pengacara itu.
"saya rasa pertanyaan ini seharusnya di ajukan kepada pihak berwajib bukan kepada saya. dari sekian laporan para korban yang melapor sekarang ini. dan itu terjadi beberapa tahun kebelakang dan menguat sekarang. apakah anda juga akan mempertanyakan? yang seharusnya anda pertanyakan adalah, kenapa clien Anda melakukan perbuatan keji ini, dan tanya padanya apakah dia iblis atau manusia." jelas Daren sambil menyeka air matanya.
"baik, jawaban anda terdengar diplomatis. seperti yang sedang viral sekarang, banyak pejabat tinggi negara ini yang terlibat. kenapa saudara pelapor hanya mengadukan clien saya?"
"pengacara yang terhormat, anda berada disini karena apa? karena di mintak oleh clien Anda. dan tentunya ada sejumlah uang yang dijanjikan. tidak akan ada asap Kalau bukan karena api, dan disini api sudah kami ketahui sementara Asap nya masih bertebaran dimana-mana. dan itu bukan tugas saya, itu adalah tugas pihak berwajib." jelas Daren dengan luwes .
"cukup, sedari tadi penasihat hukum terdakwa memberikan pertanyaan yang tidak berguna. jadi penasihat hukum pelopor dipersilahkan untuk bertanya." Ujar hakim dengan tegas.
"cukup yang mulia Hakim." jawab Gopas menanggapi hakim.
"penasihat hukum apakah anda punya saksi lain lagi? jika ada langsung persilahkan saja" tanya Hakim.
"ada yang mulia Hakim."
Jawab Daren, dan seorang laki-laki Tua yang kakinya kirinya sudah puntung yang dibantu oleh tongkat, bersama seorang perempuan masuk ke podium menggantikan posisi Daren sebagai saksi.
Wajah itu familiar bagiku, dan wajah Imran langsung kaget melihatnya. ada apa dengan saksi ini, beliau ini siapa?
"perkenalkan, nama saya adalah Dr. zakob, saya dan pendiri rumah sakit. yaitu Herman Baktiar, Almarhum Papanya Cantika yang duduk disamping penasihat hukumnya." ujarnya setelah bersumpah akan kebenaran dengan semua pernyataan dan kesaksiannya. dengan suara bergetar tapi tegas.
__ADS_1
Seisi ruangan sidang langsung fokus kepadaKu, tapi aneh Dr. zakob ini sudah dinyatakan meninggal. dan benar beliau adalah Senior almarhum Papa waktu SMA.
"saudara saksi, apa anda ketahui mengenai saudara terdakwa?" hakim bertanya dengan suara pelan tapi tegas.
"Dr. Indra Dermawan, masuk ke rumah sakit atas rekomendasinya. dan ternyata dia punya niat terselubung." ujarnya dengan jelas.
"maksud saudara bagaimana?"
"setelah Dr Indra Dermawan, masuk ke rumah sakit. langsung diadakan penerimaan calon dokter dan tenaga medis lainnya. akan tetapi panitia seleksi tidak transparan, bahkan melanggar aturan yang telah ditetapkan sesuai dengan yang tercantum di akta pendirian rumah sakit dan ketetapan bersama. ada beberapa dokter spesialis yang belum mendapatkan surat izin dari instansi terkait dan diterima. hasilnya adalah terjadi beberapa mall praktek.
Saya sebagai direktur rumah sakit, menyelediki hal ini. dan benar saja yang mulia Hakim, selain jual organ tubuh, sering juga terjadi mall praktek yang diakibatkan minumnya pengalaman. dan itu semua karena tidak transparannya proses seleksi." penjelasan Dr zakob membuat semuanya terdiam.
"dari pernyataan saudara saksi, disini saya menyimpulkan bahwa proses perekrutan Dokter dan tenaga medis lainnya. berarti terjadi penyuapan terhadap panitia seleksi. apakah pernyataan saya ini salah saudara saksi?"
"tidak yang mulia Hakim, memang benar terjadi seperti itu. rumah Cantika adalah rumah sakit bertaraf internasional dan selalu punya reputasi yang baik. tapi mulai merosot karena ulah Dr Indra Dermawan. tangan kanan manusia biadab." ujarnya sambil menunjuk ke arah Imran.
"cukup, penasihat hukum terdakwa. saya persilahkan untuk bertanya kepada saudara saksi."
Gopas langsung berdiri yang hendak memberi pembelaan tapi di tahan oleh Dr zakob.
"saya sangat yakin, kalau Dr Indra Dermawan adalah rekomendasi dari iblis yang anda bela itu. selaku ipar dari Herman Bachtiar yang dibujuk oleh manusia itu agar Indra Dermawan itu masuk ke rumah sakit di departemen Bedah syarat.
Saya sudah memberikan kepada acara reality kehidupan akan bukti yang sama seperti yang diberikan oleh penasihat hukum pelapor." jelasnya dengan suara bergetar karena menahan tangisnya.
"saudara saksi, anda sengaja membuat gaduh Negeri ini, kenapa harus ke acara reality...
"iya pertanyaan ada saya jawab sekarang, karena pihak berwajib tidak bisa ku percayai lagi. dan saya melaporkan kasus Mall praktek dan jual beli organ tubuh manusia, bukan perlindungan atau keadilan yang saya peroleh. tapi kaki puntung ini, dan saya dinyatakan meninggal karena perbuatan clien Anda."
Kali ini Dr zakob, tidak bisa menahan tangisnya. berulang kali beliau menyeka Air matanya. dan perhatian semua yang ada diruangan tertuju kepadanya.
__ADS_1
"dari pernyataan saudara saksi, menuduh clien saya penyebab anda menjadi cacat dan dinyatakan meninggal. walaupun anda masih hidup. tapi apa saudara saksi yakin Kalau clien yang turut andil?" tanya pengacara terdakwa.
"sepertinya anda buta huruf ya, atau memang dibutakan oleh uang. sudah sangat jelas bukti yang saya berikan, dan asal anda ketahui. sangat banyak korban karena mempertahankan bukti tersebut. dan daftar korban sudah ada pada Bukti dan pihak berwajib sudah mengatakan itu adalah asli."
"cukup, terimakasih saudara saksi. baik, untuk penasihat hukum pelapor saya persilahkan bertanya." hakim bertindak tegas, akan pertanyaan penasihat terdakwa yang berusaha memojokkan saksi.
"terimakasih yang mulia, saudara saksi. di BAP pelapor, bahwa obat-obatan yang di pasok ke rumah sakit Cantika bukan dari Cantika farmasi. apakah saudara saksi mengetahui ini?" tanya Gopas kepada Dr zakob.
"keberadaan yang mulia Hakim, karena terlalu panjang jika dibahas sampai di sana." sanggahan dari pengacara terdakwa.
"yang mulia Hakim, obat yang pasok ke rumah sakit Cantika, dibawah kualitas standard. saya hanya ingin memastikan bahwa apa efek samping obat yang dipasok tersebut dan siapa dalang yang sebenarnya." bantahan dari Gopas akan keberatan Tersebut.
"keberatan ditolak, karena publik berhak tahu akan efek samping dari obat yang dibawah standar terhadap Pasien rumah sakit." jelas hakim dengan tegas.
"ya benar, Dr Residen saya yang pertama kali mengetahui hal ini. dan akhirnya saya selidiki, benar saja itu obat bukan dari Cantika farmasi. itu adalah dari pabrik farmasi yang ilegal yang dikelola oleh anak dan istri dari terdakwa.
Dokter Residen saya, yang menelitinya sampai ke pabriknya akhirnya tewas dengan sangat tragis, hanya karena mempertahankan hasil penelitiannya. efek dari obat itu belum sempat saya teliti, karena langsung babak belur dengan di bakarnya rumah saya pribadi. Istriku terbakar sampai tewas hanya untuk melindungi anak kami, dan kakiku puntung untuk melindungi putriku ini beserta Bukti-bukti kejahatan iblis itu." ucapnya seraya menunjuk Imran.
"apakah saudara saksi tahu siapa yang membakar rumah pribadi Anda?
"dari sisi TV tetangga, bahwa orang yang membakar rumah saya adalah orang yang sama yang membunuh dokter Residen Ku." jelas Dr zakob. dan Gopas menoleh ke arah Hakim.
"saudara saksi, apakah saudara tahu kenapa Cantika farmasi tidak memasok obat ke rumah Cantika?"
"karena Cantika farmasi sudah menjadi pabrik untuk pembuatan senyawa kimia untuk bahan bio kimia. yang di ekspor ke luar negeri. jadi untuk mengelabuhi kantor pusat Cantika grup maka dibuatlah pabrik farmasi yang baru yang belum mendapatkan izin dari instansi terkait. dengan resep obat dari Cantika farmasi tanpa pengawasan." ungkapnya dengan jelas dan Gopas terdiam seketika.
"saudara saksi, siapa yang menyelamatkan Anda dari peristiwa kebakaran itu?" tanya yang mulia Hakim.
"seorang wartawan televisi dari INdah TV, dan dia menitipkan sebuah flashdisk penelitian terhadap, rumah sakit, Cantika farmasi, PT Amos yang dikelola oleh Putri dan istri manusia iblis itu dan PT Angin yang dikelola oleh Riko Om dari Cantika. saya tidak cara menjelaskannya, tapi Bukti-bukti itu ikut saya sertakan. wartawan yang menitipkan flashdisk tersebut di temukan meninggal tidak jauh dari rumah keluarga yang terbakar.
__ADS_1
Bukan orang hadir di ruangan ini terkejut, tapi Hakim juga terkejut dengan penuturan dari Dokter zakob.