Dosenku Mantan Suamiku

Dosenku Mantan Suamiku
Bab 51 Patah Hati


__ADS_3

“Ran, makan dulu.”, panggil mama nya dari luar pintu kamar.


“Ran, kamu kenapa? Setidaknya jawab mama. Kemaren juga kamu begitu. Sebenarnya ada apa?”, tanya mamanya kembali sambil mengetuk - ngetuk pintu.


“Rana gapapa, ma. Rana tadi udah makan sama Rana. Udah, mama tidur aja. Nanti kalo Rana lapar, Rana juga akan ambil sendiri di dapur, ma.”, ucap Rana sambil berusaha menahan tangis nya agar suaranya tetap terdengar normal.


“Ya sudah, makanannya mama taruh di atas meja ditutup, ya. Kalau kamu mau makan, ambil aja disana. Beneran, ya kamu sudah makan. Jangan telat makan dan cari penyakit.”, ucap mamanya pada Kirana.


“Iya.”, kata Rana singkat kemudian kembali menenggelamkan wajahnya di atas bantal.


Bayangan apa yang dia lihat tadi di kampus kembali membayangi Kirana. Dia tahu dia bersikap aneh. Toh setahun yang lalu dia tidak pernah terganggu dengan fakta bahwa Rian menjadi dosen di kampusnya.

__ADS_1


Dengan siapa pria itu berbicara, dengan siapa pria itu bertemu, dengan siapa pria itu mungkin menjalin hubungan, Kirana santai saja dan tidak mau tahu. Tapi kenapa sekarang malah ini mengganggu pikirannya?


Gadis itu sedang menunggu Rian di parkiran sesuai dengan instruksi pria itu ketika bertemu siang harinya. Setelah menunggu lama, Rian tak kunjung datang. Kirana inisiatif naik ke atas untuk mencari.


Dia memang menemukan Rian, tapi sedang bersama perempuan. Wanita itu bukan dosen. Meski Kirana masih tahun kedua, tapi dia tahu mana yang dosen fakultasnya dan mana yang bukan.


Lagipula, setelan wanita itu bukanlah setelah dosen. Dia juga mengenakan tas branded di tangannya. Kirana tahu karena dulu Kirana pernah memilikinya. Saat papanya masih bersama mereka.


Sekarangpun, Kirana tidak tahu kenapa dia menangis. Kadang dia tertawa kecut karena berpikir untuk apa menangisi hal remeh seperti itu. Mereka memang pernah menikah, dan sudah bercerai. Lalu apa?


Mungkin hidup Kirana bukan bersama Rian tapi orang lain. Rian itu hanya dosen dan mantan suami. Tidak lebih.

__ADS_1


Perihal pria itu meninggalkannya kemarin? Itu berarti dia sudah tidak memiliki rasa apa - apa lagi pada Kirana. Seharusnya Kirana sadar.


Tapi, setengah perasaannya tak ingin mengakuinya. Setengah perasaannya merasa luka.


Kirana bohong kalau dia bilang dia tidak pernah sekalipun menyukai dan mencintai Rian. Dia sudah merasakannya bahkan sejak pertama ide itu muncul dari papanya. Ya, satu - satunya keputusan yang membuatnya masih bilang terima kasih.


Tapi masalahnya? Apa Rian merasakan hal yang sama. Dia mungkin hanya berpikir Kirana itu beban. Karena itu kan, Rian menceraikannya bahkan saat Kirana memohon sekalipun?


Kirana bohon kalau dia bilang dia sudah makan. Belum. Terakhir kali dia bertemu dengan Ghea, dia hanya mencomot makanan temannya itu dan pergi ke tempat Rian untuk menemuinya. Hingga malam ini, Kirana belum memasukkan asupan apapun ke dalam mulutnya.


Ponselnya sudah low-battery bahkan off sendiri dan Kirana tak memiliki keinginan sama sekali untuk mengisi dayanya. Dia hanya ingin menangis. Dia juga menyetel AC dengan paling minimal agar dia bisa bersembunyi di balik selimut.

__ADS_1


Kirana merasa tak ingin ke kampus besok. Kirana merasa tak ingin bertemu siapapun besok.


__ADS_2