
“Ngapain lo liatin Kirana begitu?”, tanya Raka pada Fay yang sedang makan bersamanya di bazar.
Fay datang pukul 3 Sore dan langsung menghampiri Raka menagih janji untuk makan bersamanya di bazar. Raka hanya memesan sebuah minuman sementara Fay yang kebetulan belum makan siang sama sekali memesan satu porsi nasi lemak.
“Sebel.”, jawab Fay singkat.
Raka langsung tertawa simpul. Hampir saja minuman yang dia seruput jatuh ke bawah.
“Kenapa? Random banget.”, ucap Raka padanya.
“Liat aja tuh. Sok paling sibuk halo hola halo hola. Memangnya dia apa sih? Sok cari perhatian.”, komentar Fay sambil menirukan gaya yang dia lihat dari Kirana tapi dibalut dengan versi lebay.
“Heh.. dia itu Project Officer. Ya jelas sibuk lah. Lo hampir setaun pacaran sama Radit gak dapet apa - apa?”, tanya Raka sambil terkekeh.
“Apaan tuh? Dia kan cuma panitia doang.”, balas Fay memasukkan satu sendok terakhir makanannya ke dalam mulut.
“Fay, Kirana itu Project Officer Acara Pentas Seni ini. Ketuanya. Dia yang konsepin acara, bagi tugas, dan memastikan semua berjalan lancar dari awal sampai akhir. Ya jelas dia yang paling sibuk diantara yang lain.”, mungkin hanya dengan Fay saja, Raka bisa menjelaskannya sesabar ini.
“Terus lo ngapain? Santai banget perasaan. Bukannya lo staf juga.”
“Lah.. lo yang ngajak gue makan disini, kan?”, balas Raka.
Sementara itu Kirana di samping area stage.
“Boy, tolong tu si Raka di kondisikan dong. Gabut banget tuh orang gue liat. Suruh angkatin properti yang mau dipake line up sejam lagi.”, ucap Kirana dengan wajah kesalnya.
“Pacar lo kan. Kondisikan, lah. Ato jangan - jangan udah putus?”, goda Boy.
“Ngomong sekali lagi lo ya.”, Kirana berlagak seolah - olah ingin melemparkan walkie talkie yang dia pegang ke arah temannya yang bernama Boy.
“Iya - iya.. Sabar.. Gue panggil orangnya.”, ujar Boy.
Baru saja Boy ingin mendekat ke arah Raka, tiba - tiba laki - laki itu berdiri dari tempatnya dan berlari.
“Lah - lah, kemana sih itu orang?”, ujar Boy langsung kebingungan karena Raka keburu menghilang diantara kerumunan orang.
***********
“Pak Dekan sudah pulang dari 10 menit yang lalu. Kenapa kamu masih disini?”, tanya Rian datar.
__ADS_1
“Kamu gak mau nonton pentas seni?”, tanya Claudia.
“Saya masih banyak lembar jawaban yang harus diperiksa. So, permisi.”, ucap Rian meninggalkan Claudia di depan tangga lantai bawah.
Tak lama selepas perawakan Rian tak lagi terlihat karena pria itu sudah bergerak ke lantai dua, Raka tiba - tiba menghampiri Claudia. Lebih tepatnya berpura - pura menghampiri.
“Maaf, lihat Pak Rian?”, tanya Raka sambil seolah ngos - ngos-an karena terus berlari.
“Hn?”, Claudia tidak terlalu mendengarnya karena Raka terlalu tiba - tiba muncul di hadapannya. Selain itu, suara musik di luar juga sangat keras.
“Pak Rian, lihat ga?”, kata Raka mengulang kembali pertanyaannya.
“Oh.. barusan ke atas.”, jawab Claudia.
“Pacarnya Pak Rian, ya?”, tanya Raka dengan berani.
Claudia langsung mengernyitkan dahinya.
“Kamu sedang tanya Pak Rian, atau tanya saya?”
“Kenalin, Raka. Saya mahasiswa Pak Rian yang tergabung dalam tim riset nya.”, secara tiba - tiba Raka mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri.
“Hm.. berarti bukan. Saya tahu gimana caranya Mba Claudia bisa dekat dengan Pak Rian.”, ucap Raka sesumbar, tetapi Claudia justru merespon ucapan Raka barusan.
Dia tahu Raka adalah mahasiswa dan anak itu kemungkinan besar sedang main - main dengannya. Tapi, entah apa yang membuat Claudia menghentikan langkahnya dan berbalik.
“Fun Fact. Saya sudah mengenal Pak Rian jauh sebelum di kampus ini. Saya sudah kenal dia lebih dari 4 tahun lalu saat dia masih di Perancis.”, jelas Raka dengan penuh percaya diri.
Claudia memang pernah mendengar dari papanya kalau Rian lama tinggal di luar negeri. Selain karena menyelesaikan kuliahnya, juga pernah tinggal dan menjalankan bisnis disana. Tapi Claudia tidak begitu tahu apa itu.
Mendengar Raka mengatakan hal yang sama, Claudia jadi semakin tertarik untuk mendengarnya.
“Fun Fact selanjutnya mungkin akan bikin kamu terkejut. Jadi, saya ingin simpan dulu.”, ucap Raka seperti sedang mengerjai Claudia.
Raut wajah wanita itu langsung berubah.
“Berteman?”, ucap Raka mengulurkan tangan.
“Heh.. saya ini seumuran dengan Rian. Kamu, mau dilihat dari manapun juga masih mahasiswa. Kamu panggil saya ‘Mba’ dan sudah bicara gak sopan.”, ucap Claudia menatap tajam Raka.
__ADS_1
“Pak Rian, dia sudah punya seseorang. Kamu sudah tahu, kan?”, tanya Raka sama sekali tidak mempedulikan ucapan Claudia sebelumnya.
“Saya udah buang - buang waktu.”, ucap Claudia ingin kembali beranjak pergi.
Jika Rian ternyata tidak menonton pentas seni, lebih baik dia pulang saja. Raut wajah Raka langsung berubah karena ucapannya barusan tidak mempan untuk Claudia.
“Okay, saya berubah pikiran. Fun Fact berikutnya, akan saya katakan sekarang.”, ucap Raka.
Claudia tidak bergeming dan masih berjalan tapi pelan. Raka mencoba mengikuti dari belakang.
“Rian sudah menikah.”, ucap Raka.
Ucapan Raka barusan berhasil membuat Claudia berhenti. Tidak hanya itu saja, Claudia bahkan menoleh. Helaian rambutnya tersapu ke bahu samping karena dia menoleh begitu cepat.
Raka kesulitan untuk mengontrol ekspresi wajahnya karena dia begitu senang sudah berhasil membuat Claudia tertarik dengan ini. Kalimat yang keluar dari mulut Claudia selanjutnya membuat situasi semakin menarik.
“Jadi gadis yang ada di foto itu istrinya? Mahasiswa?”, tanya Claudia dengan wajah kaget.
Raka. Kali ini pria itu tidak bisa menahan ekspresi terkejutnya. Dia hanya memiliki modal informasi kalau Rian memang sudah menikah. Ya, bukankah itu alasan Rian meninggalkan kakaknya, Clara.
Raka tak tahu menahu sama sekali tentang Rian yang sudah bercerai. Dan kata - kata yang keluar dari mulut Claudia membuat mata Raka membulat.
“Tunggu. Kenapa kamu kaget?”, tanya Claudia menaruh curiga.
Raka tak membalas apa - apa. Dia masih terkejut karena wanita itu adalah mahasiswa? Maksudnya? Mahasiswa kampus ini? Atau mahasiswa kampus lain? Rian benar - benar sudah menikah dan masih bersama wanita itu?
‘Apa wanita yang aku lihat tempo hari memang bukan Kirana. Damn it! Kenapa pake acara mabok lagi waktu itu. Apa karena gue pacaran ama Kirana, ya. Istrinya Rian malah seolah - olah seperti Kirana.’, gumam Raka dalam hati.
“Kamu bohong?”, tanya Claudia mencoba memojokkan Raka.
“Siapa perempuan itu?”, tanya Raka tiba - tiba.
Tatapan matanya berbeda dari saat pertama kali dia bertanya tadi. Claudia heran.
“Kenapa kamu malah tanya ke saya?”, balas Claudia.
“Katakan! Siapa perempuan itu?”, tanya Raka terdengar tidak sabar.
“Bukankah kamu yang lebih tahu. Kamu yang sedari tadi mengatakan fun fact. Kenapa malah bertanya balik? Kamu bohong kalau kamu tahu semua tentang Rian?”, tanya Claudia.
__ADS_1
“Mahasiswa kampus ini? Siapa?”, tanya Raka kembali. Kali ini dia bahkan memegang bahu Claudia dan membuat wanita itu bergidik takut.