Duda Beranak Satu

Duda Beranak Satu
Tiga Anak Berandal


__ADS_3

Setelah mengucapkan terima kasih, Kelvan pergi begitu saja meninggalkan angin mengembus rambut panjangnya. Semakin lama Livia semakin tidak mengerti dengan dirinya sendiri, padahal seharusnya tidak ada hal yang harus dipusingkan.


Kelvan adalah ayah dari seorang anak perempuan, istrinya telah meninggal dunia. Seperti yang dia tahu kalau Kelvan tidak memiliki waktu untuk mencari pasangan di dalam hidup, karena disibukkan oleh pekerjaan.


Livia sekarang memahami situasinya. Kecanggungan yang dia alami dan keinginan untuk memperbaiki hubungan mereka adalah cerminan dari perasaannya terhadap Kelvan. Jauh di lubuk hati, dia berusaha menolak itu semua karena status dirinya hanyalah seorang guru privat.


Livia memutuskan untuk tidak memikirkan soal perasaannya sementara waktu, karena yang terpenting saat ini adalah Nea. Menurut apa yang diceritakan padanya, permasalahan Nea bukan hal sepele. Namun, dia lupa memberitahukan cerita sebenarnya pada Kelvan.


Pria itu pasti juga sedang sibuk dengan pekerjaan. Mungkin, dia akan membereskan masalah itu sendiri. Lagi pula, Nea berkata untuk merahasiakannya dari Kelvan, karena tidak ingin membuat sang ayah khawatir.


Hari itu Livia pergi menemui wali kelas Nea, menanyakan bagaimana anak itu ketika di sekolah. Bukan citra buruk, justru Nea dikenal pendiam dan tidak banyak bergaul. Hanya informasi itu yang bisa dia dapatkan.


Livia jadi penasaran akan asumsinya sendiri, apakah Nea selama ini membohongi sang ayah dengan mengatakan memiliki banyak teman di sekolah? Bahkan, dia dan wali kelas tidak menemukan anak yang benar-benar dekat dengan Nea.


Berjalan melewati gerbang, Livia teralih perhatiannya. Dia melihat tiga orang anak yang pernah bertemu dengannya di minimarket. Meskipun tidak begitu yakin, tetapi akhirnya dia menghampiri mereka juga.


"Oh, tante ini?" Seorang dari mereka berkata.


"Apa kalian teman-temannya Nea?"

__ADS_1


"Hmmm, ya ... bisa dikatakan begitu."


Tiga orang anak itu tertawa serempak. Mereka lebih terlihat seperti anak berandal ketimbang anak sekolah. Melihat seragam yang berbeda, sepertinya mereka tidak berasal dari sekolah yang sama dengan Nea. Livia baru tahu sekarang, karena sewaktu di minimarket mereka mengenakan pakaian bebas.


"Kalian tahu sesuatu tentang kejadian kemarin?"


"Kejadian kemarin? Apa yang Anda maksud?"


"Nea sudah menceritakannya, jadi kalian tidak perlu menyembunyikannya lagi. Bukankah kalian yang memaksa Nea untuk mencuri di minimarket?"


"Oh, apa Nea bilang begitu? Padahal, kami sudah bersikap baik padanya selama ini."


"Kami hanya bersenang-senang."


"Bersenang-senang? Apa kalian tidak pernah diajarkan bahwa mencuri adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan?"


Livia mengeluarkan ponsel. "Aku akan memanggil polisi untuk menangani kasus ini. Orangtua dan wali kelas kalian juga harus tahu bagaimana kelakuan anak mereka di luar sekolah."


Ponsel Livia tiba-tiba diambil, membuat dia terkejut. "Kembalikan ponsel saya!"

__ADS_1


Bukan mengembalikan ponsel, justru tiga orang anak itu saling mengoper. Livia semakin marah saja melihat tingkahnya.


"Apa kalian tidak mendengarkan apa yang saya katakan?!"


"Jangan berlagak!" Salah satu dari mereka membuang ludah sembarangan. "Anda hanya orang dewasa yang berlagak peduli! Memangnya Anda siapa sehingga ikut campur dalam kehidupan Nea? Hanya seorang guru privat, tapi bersikap seolah Anda adalah ibunya."


Livia mengepalkan tangan. "Kalian akan membawa dampak buruk untuk anak didik saya dan saya tidak bisa membiarkannya."


"Apa Anda tidak pernah bertanya-tanya, alasan Nea tidak ingin belajar?"


"Dia hanya sedikit malas."


Tiga orang anak itu tertawa kembali. "Tidak salah, jika Anda hanya ingin mencari uang dengan menjadi guru privat anak dari seorang duda kaya."


Livia mengernyitkan alis, semakin keras kepalan tangannya. "Apa maksud kalian?"


"Anda sama sekali tidak tahu apa pun tentang Nea. Kami memang memaksanya mencuri, tapi dia bisa saja memilih untuk tidak melakukannya."


"Kalian ... tidak benar-benar memaksanya?"

__ADS_1



__ADS_2