
"Dia ada disana," kata temannya sambil menunjuk Feng May dengan dagunya. Kilin api melihatnya dan merasa ada yang aneh. "Bukankah seharusnya dia menghadapi malapetaka seperti kita? Apa malapetakanya belum datang ya?," tanya kilin api heran. Temannya hanya mengangkat ke-2 bahunya keatas.
Feng May masih berdiam diri cukup lama sampai akhir ada sebuah sinar yang menyilaukan keluar dari tubuh Feng May, sinar menembus keluar sampai formasi. "Gadis ini telah naik ketingkat dewa luar biasa!," ucap teman kilin api kagum. Sedangkan kilin api sendiri tertegun menatap pemandangan didepan matanya.
"Apa benar dia keturunan ras manusia?,"gumam kilin api bertanya-tanya dalam hati. Ia terus memandangi Feng May, dan menajamkan penglihatannya. Sedetik kemudian Feng May membuka matanya dan bangkit berdiri.
Ia memandang kearah 2 orang yang terkurung dan mengangkat tangannya untuk menghancurkan segel. Sedetik kemudian terdengar suara seperti kaca pecah. Prankkk... Segel ruang pecah dan akhirnya 2 orang tersebut telah terbebas dari hukuman mereka.
__ADS_1
"Kalian keluar dan kemudian pergilah," perintah Feng May sambil berjalan menjauh. Ke-2 orang itu masih mematung dan mencoba mencerna kata-kata Feng May. "Apa barusan gadis itu memerintahkan kita?," ucap teman kilin api. "Sudahlah sebaiknya kita langsung pergi saja dari sini dan segera memulihkan diri," ucap kilin api.
Kemudian mereka pergi keluar dari formasi petir level 6 tersebut. Saat mereka sudah diluar mereka sama sekali tidak mendapati Feng May atau orang lain disekitar sana. "Sepertinya gadis itu benar-benar telah jauh," ucap teman kilin api.
"Kita lanjutkan saja perjalanan kita mencari tempat yang aman untuk memulihkan diri," ucap kilin api dan diangguki oleh temannya.
"Sepertinya disini adalah wilayah milik istana 9 es absolut dan aku hanya perlu berjalan sebentar untuk dapat sampai di sana," gumam Feng May. Feng May melanjutkan perjalannya sampai akhirnya ia sampai di gerbang pertama istana 9 es absolut.
__ADS_1
"Heyy!! siapa kau hah?! dan ada urusan apa kau disini?," teriak penjaga di gerbang depan. Mereka adalah 2 orang wanita yang tingkatannya berada ditingkat junior akhir. Feng May berhenti dan menatap ke-2 wanita tersebut.
"Aku ingin mencari ibuku," ucap Feng May. Ke-2 wanita itu saling pandang kemudian salah satunya berkata "Siapa nama ibumu?," "Dia adalah Chu Ziyao," jawab Feng May. Mereka berdua saling pandang. "Tunggulah disini aku akan melaporkan hal ini kepada ratu lebih dulu," ucap salah satu dari mereka kemudian berjalan naik ke gerbang selanjutnya.
Feng May menatap mereka kemudian "Aku tidak ingin menunggu," katanya. " Siapapun dilarang masuk tanpa ijin ratu terlebih dahulu," jawab salah satunya. "Jika aku ingin masuk maka tidak ada yang mampu menghalangi jalanku," ucap Feng May dengan aura intimidasi yang kuat.
"uggh.. Bagaimana ini?," tanya salah satunya dengan berbisik karena takut dengan aura intimidasi Feng May. "Kita kirim pesan melalui burung merpati es saja," jawab yang lainnya masih dengan berbisik dan diangguki oleh temannya.
__ADS_1
Feng May berjalan terus sampai di gerbang ke-2. Disana pun tidak jauh berbeda dengan di gerbang pertama mereka tidak mengijinkan Feng May untuk masuk kedalam jika tidak ada ijin dari ratu mereka. Feng May mengeluarkan aura intimidasi dari gerbang ke-2 sampai ke-3 dan ia mengeluarkan aura membunuhnya saat di gerbang ke-4 dan gerbang ke-5.