Feng May

Feng May
Episode 27


__ADS_3

Pedang Blackstone adalah pedang yang sangat tipis. Dibagian gagang pedangnya terdapat sebuah spirit Stone yang membuat kekuatan pedang itu setingkat lebih tinggi dengan penggunanya.


Jadi kekuatan Feng Mu setara dengan kekuatan seorang yang berada pada tingkatan suci. Sebenarnya setelah ia mencapai tingkat Dewa ia harus naik kedunia atas. Karena di dunia bawah sangat jarang orang yang mencapai tingkatan dewa awal diusia yang sangat muda.


"Baiklah, kalian telah memilih yang kalian inginkan. Kalau begitu kalian kembalilah lusa kalian akan melakukan perjalan kekota Daun merah untuk pertandingan 4 Kerajaan. Nah kembalilah" kata kaisar Chen


Diluar istana ....


"Nona Feng, Apa anda berkenan bila saya mengantarkan anda sampai kekediaman keluarga Feng." kata pangeran mahkota


Feng May melihat kearah putra mahkota kemudian kakaknya menyela


"Tidak perlu merepotkan yang mulia pangeran. Aku dan adikku dapat menjaga diri kami masing-masing." katanya


Pangeran mahkota masih tersenyum dan membujuk Feng Mu dan adiknya agar mereka dikawal oleh pasukan Kerajaan. Namun ia terus menolak keinginan putra mahkota. Sampai akhirnya Feng May menyela perdebatan mereka


"Tidak perlu merepotkan yang mulia pangeran, Aku dan kakakku akan pergi dengan berjalan kaki. Akan mencolok jika pasukan anda mengawal seorang rakyat jelata seperti kami." katanya


"ekhm..ekhm..baiklah. Kakak karena nona dan tuan muda Feng menolak maka tidak ada alasan bagi Kita untuk memaksa mereka." kata pangeran ke-4


"ekhm..Baiklah kalau begitu. Nona dan tuan muda Feng berhati-hatilah dijalan." katanya


Mereka berdua menganggukan kepala dan kemudian berpamitan dan setelah itu berbalik dan langsung menghilang dari pandangan para pangeran.


"Sungguh luar biasa. Mereka dapat menghilang dengan sangat cepat. Bahkan jejak mereka tidak ada sama sekali." kata pangeran ke-7


Setelahnya mereka semua berbalik dan kembali kekediaman masing-masing.


Diluar halaman istana..


"Kakak bukankah seharusnya kekuatan mu ada pada tingkatan dewa level awal. Mengapa saat pengujian kekuatan hanya sampai pada tingkat misterius level akhir." tanyanya dengan penasaran


"Entahlah, bahkan kakek juga bertanya-tanya mengenai hal ini." katanya


Feng May menghela nafas panjang dan kemudian ia mengatakan " Yah..sudahlah. Sebaiknya kakak fokus berlatih saja." dijawab dengan anggukan kakaknya.


Didalam kediaman Feng May

__ADS_1


"Hei..Burung jelek. Apa kau tahu apa alasan pelatihan kakakku malah menurun?" katanya


Phoenix itu memalingkan wajahnya sambil melipatkan kedua tangannya (sayap) didepan dada. Ia masih kesal karena ejekan Feng May yang tidak kenal waktu.


"Akukan Burung bodoh, jadi aku tidak bisa menjawab pertanyaan dari anda yang mulia." katanya sambil cemberut


Feng May manggut-manggut sambil memejamkan matanya dan berkata " hmm....benar juga kau kan memang bodoh, jadi mana mungkin kau akan tahu jawaban dari pertanyaan ku."


Phoenix geram dengan kata-kata Feng May. Ia mengepak-ngepakkan sayapnya sambil mengoceh dalam hati, karena tidak berani dengan Feng May.


"**Hei kau mengutukku."


"Mana mungkin hamba berani yang mulia. Anda sangatlah berharga bak sebuah permata langkah, sedangkan saya hanyalah seekor Burung bodoh yang tak berharga**."


Feng May kembali manggut-manggut sambil berfikir mengapa pelatihan kakaknya turun setelah memakan tumbuhan grass red family yang dicurinya.


Hmm bukan mencuri sih aku kan mengambilnya dengan sedikit paksaan. pikirnya


Sedikit paksaan yang ia maksud dengan pertempuran yang membuatnya dijuluki sebagai sipembantai dari ras manusia.


Phoenix yang ingin berkomentar mendengar kata-kata Feng May mengurungkan niatnya karena ia berfikir bahwa nyawanya hanya ada satu. Dan juga kekuatannya belum sepenuhnya kembali.


"hufh..." Feng May menghela nafas


Ia terus berfikir apa yang terjadi kepada kakaknya. Kenapa pelatihannya malah menurun satu tingkat. Bukanlah Drapeux mengatakan bahwa tanaman grass red family dapat meningkatkan pelatihan kakakku satu tingkat. Tapi..


"Hayo..Apa yang dipikirkan oleh otak kecil adikku ini?" Tanya Feng Mu sambil memukul kepala adiknya.


Feng May tersentak kaget dan ia mendongakkan kepalanya kemudian bergeser tempat duduk. Kakaknya duduk disamping tempat duduk adiknya. Ia menanyakan kembali apa yang dipikirkan oleh adiknya itu sampai tidak sadar akan kehadirannya.


"Ah..tidak ada yang aku pikirkan."


Kakaknya menatapnya dengan curiga. Ia menyipitkan matanya sambil menatap menyelidik kepada adik perempuannya.


"Baiklah." katanya sambil menghela nafas sambil pergi berlalu meninggalkan kamar adiknya.


Keesokan harinya...

__ADS_1


"Dimana May'er?" Tanya Chu Ziyao kepada pelayan yang berada dikediaman putrinya tersebut.


Selama Feng May tinggal dikediaman Feng, ia sama sekali tidak memiliki pelayan pribadi. Ia mengatakan bahwa ia tidak bisa mempercayai siapapun dikediaman tersebut. Setiap pelayan yang ditawarkan oleh ibunya ia selalu menolak. Karena ia merasa seperti diawasi dengan adanya seseorang yang berasal dari orang lain.


"Dimana dia?" tanyanya kembali dengan nada tinggi


"Hoammm..." Feng May keluar dari kamarnya sambil menguap. Setelah sampai didepan kamarnya ia menyenderkan kepalanya didaun pintu sambil tangannya dilipat didepan dada.


Saat melihat Feng May keluar dan memandang kearahnya Chu Ziyao memanggilnya "May..." belum selesai ia berbicara kata-katanya dipotong oleh Feng May


"Ada apa?..Jika tidak penting tidak usah kemari." katanya ketus


"Sepupuku bagaimana bisa kau berbicara seperti itu dengan bibi, diakan ibumu." kata Chu Shiya


Feng May memandangnya dan kemudian berbicara " siapa kau, aku tidak merasa bahwa aku memiliki sepupu." katanya dengan tatapan dingin


Chu Shiya menelan ludahnya karena takut dengan tatapan dingin Feng May


sial jika bukan karena ia adalah putri kandung dari bibi tua ini. Aku pasti sudah menjadi Nona muda dari keluarga Feng. batin Chu Shiya


Feng May mendengus kesal kemudian "pelayan antar nyonya dan juga Nona muda Chu pergi dari sini." katanya sambil berbalik tanpa melihat kebelakang


Chu Ziyao tidak percaya dengan pendengarannya ia berusaha memanggil Feng May, namun Feng May tak menghiraukan panggilan ibunya. Pengawal dan pelayan mengantarkan Chu Ziyao dan Chu Shiya keluar dari kediaman Feng May.


Dikediaman Feng San...


Feng May menghampiri ayahnya yang tengah disibukan dengan pekerjaan dan setumpuk berkas-berkas. Feng San yang mengetahui kedatangan putrinya memandang kearahnya dan bertanya ada apa.


"Aku akan pergi ketempat ujian 4 Kerajaan sekarang." katanya


"hmmm...baiklah tapi berhati-hatilah. Aku akan menyiapkan pengawal untuk mengantar mu." katanya


"tidak perlu repot-repot mengantarkan ku. Aku dapat menjaga diriku sendiri." katanya sambil menghilang meninggalkan kediaman ayahnya


"Aihh.. anak itu selalu datang dan menghilang semaunya. Benar-benar" katanya sambil menggelengkan kepalanya


Diluar kediaman keluarga Feng...

__ADS_1


Feng May telah keluar dari kediaman Feng dengan memakai pakaian yang sederhana dan juga menutup wajahnya dengan tudung lebar. Ia berjalan dengan mengikuti petunjuk dari Phoenix.


Ia mengatakan kepada Feng May agar menuju ke lembah sungai emas. Disana ada...


__ADS_2