
"Ekspetasi ku kau akan menjadi pemuda tampan yang anggun. Tapi ternyata kau masih saja bobrok," katanya dengan nada yang sangat datar tanpa memandang ke arah BuBo.
"Hey kau tadi memujiku tampan kan?," tanyanya dengan wajah sumringah.
"Telingamu sepertinya bermasalah," katanya dengan datar.
"Hey ayolah apa kau tidak bisa jujur?," katanya merengek.
Feng May mendengus kesal kemudian ia membaringkan tubuhnya kekasur dan menutup matanya, sedangkan BuBo masih terus merengek agar Feng May mengatakan bahwa gadis itu mengakui ketampanannya.
Tak berapa lama kemudian ia sudah tertidur pulas, sedangkan BuBo masih terjaga sembari memandangi wajah Feng May.
"Gadis ini sudah sebesar ini? Jika kakek besar tahu pasti akan sangat senang dapat bertemu dengan mu," katanya sambil tersenyum dan masih memandangi wajah Feng May yang tengah tertidur pulas.
"Aku akan kembali ke dunia Phoenix saat kekuatan ku sudah pulih. Aku akan menyusul mu saat jiwa Phoenix dalam dirimu sudah bangkit adikku," gumamnya lirih sambil mengelus rambut Feng May.
Gadis itu nampaknya tidak terusik sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh pemuda itu. Ia masih saja tertidur pulas bahkan tanpa ada pertahanan kuat disekelilingnya.
Keesokan harinya..
__ADS_1
Ia tetap melakukan kegiatannya seperti biasa. Ia membaca buku tentang jurus yang terdapat didalam buku kitab Phoenix sejati. Saat siang harinya ia akan bersantai dan juga bersemedi. Saat sore harinya ia akan berlatih jurus-jurus yang terdapat di ingatan miliknya
Ia terus berlatih sampai malam hari. Setelah tengah malam, ia baru akan mengistirahatkan tubuh dan otaknya.
"Aku harap waktu cepat berlalu," katanya sambil memejamkan mata.
Disaat yang sama, ada seorang wanita dan pria yang berada diatap rumah kediaman Chen Sui. Mereka selalu mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan oleh Feng May.
"Gadis itu terlalu keras dengan dirinya sendiri," katanya sang pria.
"Tapi setidaknya ia masih tidur bukan?," kata sang wanita seolah tidak perduli.
"Aku penasaran apa alasan yang mulia meminta kita untuk mengawasi dan melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan oleh gadis kecil itu," kata sang wanita terheran.
"Apa mereka berjodoh?," tanyanya.
Sang pria yang ditanya hanya mengangkat kedua bahunya keatas. Wanita tersebut mendengus kesal dengan jawaban yang diberikan oleh pria disampingnya itu.
Beberapa hari kemudian...
__ADS_1
Hari ini adalah giliran Feng May dan ke-3 orang lainnya akan berlatih di menara Poseidon. Karena sebelumnya Jin Yuan lebih dulu memasuki menara Poseidon. Seharusnya 2 hari setelah ke-4 orang itu masuk dan berlatih di dalam menara Poseidon, ia akan keluar.
ke-4 orang itu memasuki menara dan mulai menempati tempat duduk masing-masing, kemudian mereka mulai berlatih dengan menyerap energi yang ada dibawah menara.
Menara Poseidon memilik kekuatan inti langit dan bumi yang terdapat dibawah menara, sehingga pelatihan seseorang dengan bakat biasa akan meningkatkan sekitar 3 kali lipat. Sedangkan mereka yang memiliki bakat murni atau bakat alam akan meningkatkan pelatihannya hingga 6 kali lipat.
2 hari kemudian...
Jin Yuan membuka matanya, ia melihat Chen Sui dan ke-2 peserta lainnya. Hingga akhirnya pandangannya terhenti pada gadis berambut perak tengah duduk tenang dengan mata terpejam. Ia tersenyum memandang gadis tersebut.
Ia berdiri kemudian berjalan kearah pintu. Ia berhenti sejenak saat posisinya berada dibelakang duduk Feng May. Ia menundukkan kepalanya ke telinga gadis itu "semoga berhasil," katanya sambil tersenyum.
Dialam bawah sadar Feng May...
Ia berfokus pada latihannya dan ia mendengar sebuah kalimat ditelinga nya. Ia tersenyum kemudian melanjutkan latihannya.
7 hari kemudian....
Masing-masing dari ke-4 orang itu membuka matanya. Dan kemudian mereka berdiri dan berjalan keluar dari menara Poseidon.
__ADS_1
Feng May berjalan sambil termenung "Kenapa aku belum naik tingkat ya? padahal aku merasakan bahwa aku akan segera naik tingkat pada 2 hari yang lalu," pikirnya.
Setelah sampai diluar ia disambut oleh Jin Yuan. Feng May tersenyum kemudian berjalan mendekatinya. "Bagaimana kabarmu apa kau sudah naik tingkat?," tanyanya. "Belum aku merasa seperti mendapat hambatan untuk naik ke tingkat selanjutnya," jawabnya yang dibalas anggukan kepala oleh gadis itu,