Feng May

Feng May
S2 ~ bab 4


__ADS_3

Jin Yuan menganggukkan kepalanya, "Kita harus masuk ke dalam kandang musuh untuk mendapatkan informasi yang berguna!" ujarnya dengan sorot mata tak ingin di bantah.


"Baiklah terserah kau saja! jadi bagaimana rencana mu nanti?" tanyanya.


"Untuk sementara kau atur beberapa pasukan untuk menyerang markas tersembunyi mereka yang kau ketahui dan biarkan aku juga jenderal ke-5 masuk ke ruang kerja pemimpin mereka dan mengambil beberapa berkas penting mengenai peperangan dan formasi mereka. Setelahnya biarkan jenderal ke-8 dan ke-9 bergerak menuju perpustakaan, lalu atur beberapa pasukan bayangan untuk mengambil persediaan senjata dan makanan mereka!" ucap Jin Yuan.


"Ah aku tidak bisa membayangkan pasukan bayangan khusus untuk menyerang diam-diam dan membunuh justru bertugas untuk memungut sampah!" Ucap Feng May.


"Bisa saja kan sampah yang kau maksud sangat berguna untuk kita!" Balas Jin Yuan.


"Apa kau pernah melihat sampah yang kita pungut dari pasukan iblis berguna dan menjadi barang-barang yang bernilai?" sinis Feng May.


Jin Yuan berdecak mendengar ucapan Feng May yang tidak pernah salah, dan wanita itu selalu benar dengan segala logikanya saat berdebat dengan siapapun itu.


"Kenapa wanita selalu benar!" gumamnya lirih.


"Karena kodrat wanita benar!" jawab Feng May.

__ADS_1


Para jenderal hanya diam melihat perdebatan sepasang kekasih tersebut, mereka saling pandang satu sama lain.


"Aku rasa jika 2 orang ini menikah maka tidak akan ada ketenangan untuk orang-orang disekitar mereka!" batin jenderal ke-4.


"Entah bagaimana nanti sifat anak mereka!" batin jenderal ke-8.


"Ku rasa semua orang harus menyiapkan stok kesabaran yang sangat banyak jika 2 orang ini bersama!" batin jenderal ke-9.


Ke-5 jenderal itu kompak menghela nafas lelah hanya memikirkan bagaimana 2 orang ini jika ditakdirkan bersatu. Feng May dan Jin Yuan memandang kearah 5 orang di hadapan mereka "Kenapa menghela nafas?" tanya keduanya kompak.


Feng May dan Jin Yuan saling pandang seolah bertanya "Apa kau tahu maksud mereka?" dan kemudian keduanya sama-sama menggelengkan kepala yang artinya tidak tahu apa yang terjadi dengan 5 orang jenderal di hadapan mereka.


"Yang Mulia jika tidak ada yang akan di bicarakan kami pamit undur diri!" ucap jenderal ke-9 yang diangguki oleh yang lain.


"Ah mengenai pembicaraan tentang kita yang akan melakukan pencuri dan polisi jangan di beritahu siapapun bahkan jika dia adalah menteri atau pejabat penting lainnya. cukup katakan bahwa kita membahas strategi pertahanan atau penyerangan!" ucap Jin Yuan.


Ke-5 jenderal itu menganggukkan kepala dan kemudian keluar dari ruangan teras dengan menyisahkan 2 orang dewasa disana. Feng May mengangkat sebelah alisnya "Kenapa kau masih disini?" tanyanya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? toh tidak ada masalah kalau aku menginap disini!" ucap Jin Yuan santai.


Feng May langsung melepas sepatunya dan melemparnya kearah Jin Yuan, dan sepatu tersebut mendarat ke dahi laki-laki itu dengan mulus. "awas saja jika sepatu lecet karena mengenai dahi mu!" ucap Feng sinis.


"Mau sendiri kenapa melemparnya kearah ku?" jawab Jin Yuan.


Feng May mengambil sepatunya dan menamparkannya ke pipi mulus Jin Yuan "Karena kau jelek!" balasnya sambil mengusap sepatunya.


Jin Yuan hanya berdecak mendengar jawaban gadis itu, "kalau aku jelek siapa yang tampan?" ucap Jin Yuan.


"Banyak! coba kau berkaca dan bandingkan dengan jenderal ke-2 dan juga menteri perekonomian jangan lupa juga dengan asisten pribadi ku!" ucap Feng May.


"Memangnya mereka tampan darimana?" ketusnya.


"Hey mereka aku rekrut bukan hanya karena kemampuan tapi juga wajah tampan mereka!" balas Feng May.


Jin Yuan berdecak sambil melangkah keluar meninggalkan Feng May di dalam ruangan tersebut dengan wajah yang tidak enak di pandang dan aura gelap di sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2