Feng May

Feng May
Episode 39


__ADS_3

"Namun....," ia mengulangi kata-kata kakaknya.


"Ia hanya tidak ingin membuat kontrak jiwa dengan partnernya," jawabnya dengan sangat yakin.


Orang itu kembali menatap kearah layar pengawasan. Layar tersebut menampilkan semua yang dilakukan oleh CAlon MUrid akademi Utara. Sehingga jika ada yang berbuat curang maka pihak akademi akan langsung mengusirnya keluar.


Mungkin yang dikatakan oleh kakak benar, pikirnya sambil terus memperhatikan Feng May.


Dihutan pengujian....


Siluman tersebut terjatuh, ia terlihat terluka sangat parah. Feng May turun dan berjalan mendekatinya, Ia mengambil pedangnya dan menusukkan pedangnya kearah jantung siluman tersebut dan mengambil inti siluman tersebut.


Ia memandang benda tersebut dengan pandangan nanar, kemudian ia memandang kearah tubuh siluman tersebut yang secara perlahan-lahan menghilang.


Feng May menyimpan inti siluman tersebut dan berniat memurnikannya untuk ia hadiahkan kepada Feng Kai yang beratribrut api.


Sejenak kemudian ia menghilang dari pandangan semua orang.


"Kemana perginya gadis itu, apa ia bukan manusia?,"


"Benar...benar..ia langsung menghilang dari tempat tersebut,"


"Gege kemana kita pergi selanjutnya?," tanya Shu Fey.


"Kita lanjutkan untuk mengikuti ujian masuk ini," jawabnya tanpa menoleh.


"Apakah aku boleh ikut dengan kelompok kalian?," tanya gadis yang telah diselamatkan oleh Feng May.


Shu Jing menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Wanita itu terlihat senang dan langsung berjalan beriringan dengan mereka.


"Siapa namamu?," tanya Fey Chu.


"Aku Wei Su," jawabnya.


Kedua gadis yang bertanya itu manggut-manggut mengerti. Dan mereka kembali melanjutkan ujian masuk tanpa bicara sama sekali.


Ditempat lainnya....


Feng May melihat kesekitarnya dan ia berakhir didepan sebuah pintu masuk goa. Ia memasuki goa tersebut dan mencari tempat yang nyaman untuk melakukan pemurnian.


Dan sampailah ia didepan sebuah batu besar yang pipih. Ia duduk diatas batu tersebut dan menyilangkan kakinya.


Ia mengeluarkan inti siluman api tersebut dan memulai memurnikannya dengan qi. Ia memusatkan konsentrasinya penuh kearah dalam inti siluman tersebut.

__ADS_1


Selama 1 jam ia memusatkan energi qi nya untuk memurnikan inti siluman akhirnya ia berhasil memurnikannya dan kemudian ia mengeluarkan tungku dan memasukkan energi api kedalam tungku tersebut dan kemudian memasukkan inti siluman tersebut.


Selama beberapa jam ia akhirnya berhasil dalam memurnikannya dengan tingkat kemurnian 100%. Dan kembali menyimpan inti siluman tersebut didalam ruang dimensinya.


Ia berdiri dari tempat ia duduk dan merenggangkan ototnya. Setelah itu ia berjalan keluar dari goa dan berjalan terus untuk menuju kepintu gerbang akademi.


Ditengah perjalanan ia dihadang oleh seekor Burung elang api.



Elang api tersebut terlihat geram karena Feng May memasuki batas wilayahnya. Ia menyerang Feng May membabi buta, ia berfikir bahwa Feng May telah mencuri sesuatu didalam tempat tinggalnya.


"Kembalikan apa yang kau ambil manusia hina!!," teriaknya.


Feng May hanya memandang kearahnya tanpa ekspresi. Ia tidak terlihat bersalah sama sekali. Melihat ekspresi dari Feng May elang api tersebut semakin marah dan menyemburkan api kearahnya.


Feng May yang telah waspada akhirnya dapat menghindari serangannya dengan mudah.


Apa yang terjadi kenapa kau mencari masalah dengan burung lemah itu hah? tanya BuBo.


Kau baru bangun, jika kau tidak bangun-bangun aku akan membuatmu tak bisa membuka mata lagi.


Hahaha maafkan aku, aku sangat kelelahan sehingga tertidur untuk beberapa saat.


Feng May berlari kearah sungai yang berada disekitar wilayah tempat elang api tersebut. Didalam sungai tersebut ada seekor naga air yang merupakan musuh bebuyutan dari elang api.


Setelah sampai disana Feng May memanggilnya dengan siulan kemudian muncullah naga air dan menyemburkan air kearah elang api yang masih menyerang Feng May.



"Beraninya kau memasuki wilayah ku!," teriaknya dengan geram kearah elang api.


Feng May yang mendengar suara marah naga air tersenyum penuh kemenangan. Karena ia tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk menghadapi elang api.


"Hahaha selamat bersenang-senang," katanya sembari berlalu pergi.


Kau sungguh licik


Huh yang penting tenaga ku utuh.


BuBo mendengus kesal mendengar jawaban dari Feng May yang terkadang sembrono dan tidak pakai akal kalau berbicara.


"Nona apa kabar? Apa juga mengikuti ujian masuk akademi. Perkenalkan namaku Lian Ju dan ini adik-adik ku namanya Lian Su dan Lian Jing," katanya pemuda yang berteriak kearah Feng May.

__ADS_1


"Iya," jawabnya singkat padat dan jelas.


"Kalau begitu mari bekerja sama," tawar Lian Jing kepada Feng May.


Feng May memandang kearah mereka bertiga dan tidak melihat tanda kebohongan atau niat buruk terhadapnya, akhirnya ia menganggukan kepalanya dan mengikuti mereka bertiga.


Sesampainya disebuah tempat yang cukup luas, disana terdapat seekor rubah berekor 9 yang berjaga didepan. Disana juga terdapat Shu Jing dkk, dan beberapa orang. Mungkin sekitar 105 orang.


"Sepertinya hanya kita yang lolos," kata Lian Ju.


"Tapi bagaimana kita melewati hewan beast rubah ini?," tanya Shu Fey.



Anggota Shu Jing bergabung dengan anggota Lian. Mereka adalah teman satu wilayah, jadi saling mengenal.


"Apa harus melewati hewan beast ini dulu baru lewat?," tanya Lian Su.


"Iya baru kita akan diakui sebagai murid akademi Utara," kata Shu Jing.


Feng May berjalan mendekat kearah rubah tersebut. Semua orang yang berada ditempat tersebut tegang begitu juga dengan yang berada diaula pengawasan. Mereka semua tegang, pasalnya hewan beast tersebut akan langsung membunuh siapapun yang mendekatinya.


Rubah tersebut sangat sulit didekati, karena itulah banyak yang ingin menjadikannya sebagai hewan kontrak. Semakin sulit hewan beast tersebut didekati semakin kuat juga kekuatannya. Karena semakin kuat hewan beast tersebut semakin arogant sifatnya dan sulit ditaklukan.


Semakin dekat Feng May hewan rubah tersebut masih tenang, tidak menunjukkan bahwa ia akan menyerang gadis itu.


Setelah didepan hewan rubah tersebut. Hewan tersebut menundukkan kepalanya dihadapan Feng May. Hal itu sontak saja mengejutkan semua orang yang melihat kejadian tersebut.


"Apa masalahmu?," tanya Feng May.


"Kepala sekolah akademi ini merantai ku dengan kekuatan pengikat," jawabnya dengan sopan.


Feng May mengangkat tangannya dan memgayunkannya pelan. rantai pengikat tersebut lepas dan ia dapat bergerak bebas.


"Terimah kasih, aku akan menjadi hewan beast mu jika kau mau," katanya dengan angkuh.


Feng May memandangnya kemudian bersiul dan memanggil hewan beastnya.



muncullah seekor hewan beast suci. Dia adalah raja serigala. Rubah ekor 9 yang melihat raja serigala langsung terdiam dan memandangi Feng May bergantian dengan raja serigala tersebut.


"Raja serigala apa dia orang yang terikat kontrak denganmu?," tanya rubah.

__ADS_1


Raja serigala tidak menghiraukan kata-kata dari rubah ekor 9 tersebut. Ia menghampiri Feng May dan menggosokkan kepalanya ketubuh gadis itu. Feng May mengelus tubuh dan kepala raja serigala kemudian memandang kearah rubah ekor 9.


__ADS_2