
Feng May menatapnya kemudian menghela nafas panjang.
"Tidak apa-apa! apa tidak ada pelayan sampai kau sendiri yang mengantarkan minum untuk ku?" tanya Feng May.
"Aku yang meminta nampan ini kepada mereka!" ucap pengawal pribadi Feng May tersebut.
Feng May mengernyitkan dahi, ia memberikan tatapan curiga kepada pengawal pribadinya itu.
"Jangan menatap ku seperti itu!" ucapnya ketika bersitatap dengan Feng May.
"Lalu aku harus menatap mu bagaimana? Kau itu sangat mencurigakan tau!" ucap Feng May.
"Apa yang kau curigai dari ku yang tampan dan baik hati ini?" tanyanya kepada Feng May.
"Mungkin saja kau menaruh racun didalam minumanku kan?" ucap Feng May.
"Hmm! aku menaruh racun dalam minuman mu agar kau cepat mati!" ucapnya jengkel kepada Feng May.
"Loh kok marah!" ucap Feng May dengan nada meledek.
Pengawal pribadinya merengut mendengar ledekan Feng May. Ia menggerutu kecil disamping Feng May yang masih fokus dengan berkas-berkasnya yang menggunung.
__ADS_1
"Kenapa kau menggerutu disamping ku hah?!" tanya Feng May.
"Aku diam saja! telinga mu sepertinya perlu diperiksa oleh ahli racun!" jawabnya.
"Periksa kesehatan itu kepada tabib bukan ahli racun!" ucap Feng May.
"Hm! biar sekalian kau diracun dan mati sana! membuat orang jengkel saja! Kau ingin aku mati karena penyakit darah tinggi ya?!" ucapnya kepada Feng May dengan nada ketus.
"Aduh...aduh ada yang ngambek ni ya!" ledek Feng May.
"Sudah tua juga!" gumam Feng May lirih namun masih dapat didengar oleh pengawal pribadinya.
"Heh tua! aku ini bukan tua, hanya umurku saja yang lebih banyak dari mu! Wajah ku ini masih tampan kok! Bahkan banyak yang mengatakan bahwa aku ini menggemaskan!" ucapnya dengan bangga kepada Feng May.
"Yang bilang kau menggemaskan pasti matanya buta!" ucapnya kemudian.
"Hey hey kau ini benar-benar ya! Tidak bisa apa membuat hati orang lain senang!" ucapnya.
Feng May hanya tersenyum menanggapi ucapannya.
"Oh iya apa yang dibicarakan oleh perdana menteri Jia dan perdana menteri Hu?" tanyanya kepada Feng May.
__ADS_1
"Perdana menteri Jia membicarakan tentang bencana alam di daerah barat! Dan perdana menteri Hu membicarakan tentang pengangkatan selir!" jawab Feng May.
"Hah! lalu apa kau akan mengangkat seorang selir?" tanyanya penasaran.
"Tidak!" jawab Feng May tegas.
"Lalu bagaimana jika suami mu nanti mengangkat seorang selir?" tanyanya lagi.
"Aku juga akan mengangkat selir! kenapa memangnya?" tanya Feng May.
"Tidak apa-apa! Hanya penasaran saja dengan apa yang akan kau lakukan saat pasangan mu nanti mengangkat seorang selir," jawabnya.
"Sudah kau diam saja dan bantu membereskan berkas-berkas ini!" ucap Feng May.
Dengan segera pengawal pribadi Feng May membantunya untuk menata berkas-berkas dan membantu meneliti berkas-berkas tersebut. Tidak terasa hati sudah beranjak malam, Jin Yuan menemui Feng May diruang belajarnya.
"Permisi!" ucap Jin Yuan.
Feng May dan pengawalnya mengangkat kepala untuk melihat siapa yang masuk kedalam ruang belajar ratu Phoenix tersebut. Mengetahui Jin Yuan datang pengawal pribadi Feng May langsung pamit undur diri.
"Saya pamit kembali dulu yang mulia," pamitnya dan diangguki oleh Feng May.
__ADS_1
Feng May menatap kearah Jin Yuan.
"Ada apa? duduklah kemari!" ucap Feng May sambil menepuk tempat disebelahnya.