
"Memangnya apa yang kalian semua tertawakan?," tanyanya heran.
"Hah hahaha sudah sudah. Haah ada-ada saja," kata Zue Che.
"May'er orang dari alam atas turun kebawah untuk menyegel hutan siluman agar tidak mengganggu ras manusia," kata Chen Sui.
"Benar kemungkinan mereka kesini untuk mengawasi lembah monster. Kau tahu kan bahwa segel hutan siluman semakin melemah. Dan hutan itu berdampingan dengan lembah monster," jelas Jin Yuan.
"Para siluman itu bisa saja menerobos kemari dan membahayakan ras manusia," lanjut Zhu Ling.
Feng May hanya ber o ria mendengar jawaban dari ke-4 pria tersebut.
Mereka kembali melanjutkan perjalan dan meninggalkan gua tempat tinggal kilin. Selama perjalanan tidak dari mereka ber-5 yang memulai percakapan. Mereka hanya saling diam dan menatap jalan lurus kedepan.
Mereka semua larut dalam pikiran masing-masing. Feng May yang memikirkan makanan apa yang akan ia makan. Jin Yuan yang memikirkan bagaimana menarik perhatian Feng May. Chen Sui yang memikirkan perang yang terjadi diperbatasan. Zhu Ling yang memikirkan jurus pedang lanjutannya, dan Zue Che yang memikirkan menangkap buronan yang menjadi misinya.
Mereka ber-5 tidak menyadari bahwasanya mereka sampai ditempat segel untuk ras siluman. Mereka ber-5 berhenti kemudian saling pandang satu sama lain sampai akhirnya mereka kompak memukul jidat mereka.
"Sekarang bagaimana kita kembali?," tanya Chen Sui.
"Bisa-bisanya kita tidak menyadari sudah berjalan sejauh ini," kata Zhu Ling.
"Benar kita bahkan sudah jauh dari lembah monster," ucap Zue Che.
Feng May hanya diam saja. Sesungguhnya ia merasakan perasaan tak asing, namun ia bingung perasaan apa itu. Ia hanya memandang lurus kedepan dengan tatapan yang sulit diartikan.
Jin Yuan menyadari ada yang aneh dengan gadis itu. Ia terus memandangi wajah Feng May dan kemudian mengikuti arah pandang gadis itu.
Ia melihat seekor naga berwarna hitam pekat dengan warna mata merah menyala seperti darah. Warna kulitnya membuat ia tidak dikenali dikegelapan, namun mata merahnya membuat orang yang berhadapan dengannya menjadi gemetar.
"Bukankah itu naga kegelapan," kata Jin Yuan.
Mendengar ungkapan Jin Yuan ke-3 pria yang memandang kearah lain sontak menoleh kearah Jin Yuan, kemudian mereka mengikuti arah pandang Feng May dan Jin Yuan.
"Bagaimana bisa naga kegelapan muncul disini?," tanya Zue Che.
"Mungkin ia bosan," jawab Feng May sambil menaikkan satu alisnya dan melipat kedua tangannya didepan dada.
Mereka melihat kearah Feng May syok mendengar kata-kata Feng May yang seolah menganggap remeh kehadiran dari naga kegelapan.
Tak lama kemudian muncullah seorang pria.
Saat pria itu Jin Yuan menghilang. Pria itu memandangi sang naga kemudian ia menganggukan kepalanya, tak lama kemudian naga itu pergi dan tidak lagi terlihat. Pria itu berjalan menghampiri Feng May.
"Maaf aku baru datang kemari. Tadi adalah serpihan jiwa ku," katanya menjelaskan.
Ke-3 pria lainnya hanya menganggukan kepalanya dan Feng May memandang kearah Jin Yuan.
__ADS_1
"Ada apa May'er?," tanyanya memandang kearah gadis itu.
Feng May menggelengkan kepalanya.
"Hey bukankah seharusnya kau bertanya siapa dia? Mengapa naga kegelapan mengikuti perintahnya?," kata BuBo kepada Feng May.
"Nanti saja," batin Feng May.
BuBo berhenti berbicara, ia tenggelam dalam pikirannya tentang siapa Jin Yuan.
"Bukankah ada adalah pangeran Kerajaan Long?," kata Chen Sui tiba-tiba.
Semua mata memandang kearah pria itu kecuali Feng May, gadis itu terus berjalan lurus dan tak menghiraukan percakapan mereka.
"Apa yang kau lakukan?," tanya BuBo heran dengan tingkah Feng May.
"Aku mendengar sesuatu," ucapnya masih terus berjalan lurus kedepan.
"May'er..," teriak Jin Yuan.
Feng May menghentikan jalannya dan menoleh kebelakang sambil menaikkan dagunya seperti bertanya "Ada apa?," kepada pemuda itu.
"Ada apa? kenapa kau berjalan terus? Apa kau tidak tahu bahwa kau akan dalam bahaya?," kata Zue Che.
"Tidak apa-apa?," katanya sambil melambai-lambaikan tangannya.
Ia hendak berjalan terus menuju kehutan siluman, namun dihentikan oleh Jin Yuan dan Zue Che.
"Kenapa kau berjalan kesana?," tanya Zue Che.
"Tidak apa-apa. Sebaiknya kalian pergilah lebih dulu," kata Feng May kesal.
"Baiklah, kalian pergilah lebih dulu. Aku dan May'er akan pergi ketempat yang akan dituju oleh May'er," kata Jin Yuan memutuskan.
Ke-3 pria itu menoleh saling pandang satu sama lain, sampai akhirnya mereka menghembuskan nafas berat dan menganggukan kepala bersamaan menyetujui usul Jin Yuan.
Mereka berpisah jalan. Zue Che, Chen Sui, dan Zhu Ling berjalan kearah timur sedangkan Feng May dan Jin Yuan berjalan memasuki area ras siluman.
🍂🍂Didalam hutan siluman 🍂🍂
Mereka berdua terus berjalan Feng May menajamkan pendengarannya, dan terus mengikuti asal suara yang ia dengar. Sedangkan Jin Yuan hanya mengikuti langkahnya dari belakang.
Sampai beberapa lama sampailah mereka disebuah tempat yang nampak seperti istana namun terdapat sebuah benda yang aneh didepan pintu istana tersebut.
Jin Yuan yang mengikuti langkahnya langsung berhenti.
"May'er apa yang kau cari. Apa kau mencari kitab samsara milik sang Dewi?," tanyanya sambil memandang Feng May.
Feng May menghentikan langkahnya kemudian menoleh kearah Jin Yuan dengan pandangan terkejut.
__ADS_1
"Apa kau pernah melihat kitab itu sebelumnya?," tanya Feng May penasaran.
"Tentu saja, karena kau adalah reinkarnasi sang ratu dan sang Dewi adalah gurumuu," batin Jin Yuan sambil memandangi rupa ayu Feng May.
"Aku hanya pernah mendengarnya," katanya asal.
Feng May hanya ber 'o' saja mendengar jawaban Jin Yuan.
"Selamat datang kepada sang ratu Dewi," ucap sebuah suara tak dikenal.
"Siapa itu?," tanyanya sambil berteriak.
"Aku adalah suara yang menuntunmu kemari," katanya.
"Tunjukan wujudmu," teriaknya lagi.
"Maaf aku tidak berwujud," jawabnya.
"Ck..," Feng May berdecak kesal mendengar jawaban dari suara tersebut.
"Apa maksudmu memanggil May'er dengan panggilan sang ratu ****Dewi****?," tanya Jin Yuan.
Selama beberapa saat tidak terdengar suara sama sekali. Kemudian suara itu kembali muncul.
"Karena didalam dirinya terdapat reinkarnasi dari sang ratu dan darah sang Dewi," jawabnya.
"Apa maksudmu?," tanya Feng May.
"Tenanglah. Mungkin maksudnya adalah kau dulu adalah sang ratu dan dirimu sekarang terdapat darah sang Dewi entah berasal dari ibumu ataukah dari faktor luar," jelas Jin Yuan.
"Yah kira-kira seperti yang dimaksud pemuda itu," jawabnya lagi.
"Aku tidak paham," kata Feng May.
Jin Yuan langsung menepuk jidatnya kemudian memijit keningnya pelan mendengar kata-kata Feng May.
"Sudahlah, yang jelas kalian adalah satu," katanya lagi.
"Apa maksudmu," teriak Feng May dan Jin Yuan bersamaan.
"Apa...,"
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Maaf ya kak baru up😄
Jangan lupa like, Komen dan vote ya kak
Minta sarannya juga ya🙏
__ADS_1
Terimah kasih👋