Feng May

Feng May
Episode 19


__ADS_3

Diatas arena pertandingan ditengah-tengah kediaman keluarga Feng berdiri tetua ke-3 yaitu tetua Feng Qiu.


"Minggu depan kita akan mengikuti ujian antar klan dikerajaan Carta. Dan yang dapat masuk ke-50 besar akan mendapatkan hadiah dari keluarga Feng berupa ramuan untuk mempercepat latihan dan memperkuat tubuh atau berendam dikolam penguat jiwa didalam hutan beast untuk meningkatkan kekuatan jiwa selama 3 hari. Jika kalian sudah mengerti sekarang kalian kembalilah dan pergilah berlatih dengan giat." begitulah kata tetua ke-3.


Semua murid dan anggota keluarga Feng segera kembali kekediamannya masing-masing untuk berlatih secara tertutup. Feng Mu berpamitan dan pergi berlatih kedalam pagoda pelatihan. Sedangkan untuk Feng Kai dan Feng Zu mereka berlatih dikediaman masing-masing untuk meningkatkan kekuatan.


Sedangkan Feng May hanya berjalan-jalan disekitar kediaman Feng. Ditengah perjalanan ia melihat seorang pria asing berambut hitam dengan ikat rambut berwarna merah. Ia berpakaian mewah dan tangan kirinya memegang sebuah seruling giok yang sangat indah. Feng May memandangi pria asing tersebut secara seksama.


Pria asing yang merasa bahwa ia terus dipandangi akhirnya menoleh kearah Feng May dan tersenyum. Ia menghampiri Feng May yang masih diam terpaku ditempatnya.


"Kita bertemu kembali Nona." katanya


Feng May memiringkan kepalanya. Laki-laki asing itu hanya tersenyum. Dan kemudian ia menjelaskan bahwa mereka pernah bertemu dihutan Wisteria. Akhirnya Feng May menganggukan kepalanya perlahan tanpa bicara sepatah katapun.


"Hmm.. ternyata tuan muda tidak sopan yang tertidur seperti mayat diatas dahan pohon Wisteria waktu itu." katanya


Pria itu tertawa kecil mendengar kata-kata Feng May.


"Maaf Nona. Nan Yichen...namaku Nan Yichen putra tertua keluarga Nan." katanya


Feng May hanya menganggukan kepala. Dan ia juga memperkenalkan diri kepada pemuda itu. Kemudian kedua orang tersebut hanya berjalan tanpa berbicara sama sekali. Nan Yichen mengajak Feng May untuk pergi kepasar. Dan anehnya ia menganggukan kepala tanpa menolak ajakan dari Nan Yichen.


Mereka berdua berjalan sampai dipasar dan mengunjungi beberapa toko. Yichen mengajak Feng May ketoko kain dan toko perhiasan. Dan ia hanya ikut-ikut saja tanpa mengatakan apapun. Ketika makan malam mereka berdua berjalan kesebuah toko makanan yang ada dipinggir sebelah pintu masuk pasar.


Tanpa disadari Feng May menggandeng tangan Nan Yichen dan menggiringnya kearah kedai kecil yang ada dipinggiran sedikit jauh dari pasar. Dan ia hanya mengikuti dibelakang gadis kecil itu.


Sesampainya dikedai tersebut Feng May masuk dan memanggil pelayan kedai lalu memesan mie dan makanan lainnya. Dan Yichen hanya memasang senyum tipis diwajanya.

__ADS_1


Selesai makan malam...


Feng May bersandar pada punggung kursi sambil menghela nafas. Ia kemudian memanggil pelayan kedai dan meminta Nan Yichen untuk membayar makanan tersebut. Pemuda itu terlihat terkejut sesaat namun kemudian ia tersenyum dan membayar makanan yang pesan oleh gadis kecil itu.


Setelah perut Feng May tidak lagi terasa berat akhirnya ia bangun dan mengajak pemuda itu untuk kembali. Dia hanya mengikuti kata-kata gadis itu.


Sesampainya didepan kediaman Feng...


"Tuan kau sudah boleh kembali kekediamanmu dan terimah kasih sudah mengajakku makan. Kapan-kapan kau bisa mengajakku makan jika kau ingin menghabiskan uangmu. Aku akan dengan senang hati menghabiskan uangmu secara sukarela Dan. ikhlas." kata gadis itu


Nan Yichen menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis. Sedangkan Feng May tersenyum dan segera berlari kearah kediamannya. Pemuda itu berbalik sambil tersenyum memikirkan gadis kecil keluarga Feng tersebut.


"Sungguh...gadis kecil yang menarik dan lucu." katanya sambil tersenyum


Tanpa disadari oleh kedua orang tersebut mereka tidak membangun tembok bahkan mereka dengan senang hati menunjukkan sifat mereka yang unik menurut mereka.


Sedangkan Nan Yichen yang biasanya sangat dingin dan misterius malah menunjukkan sisinya yang banyak bicara bahkan penyayang kepada seorang gadis yang baru ditemuinya.


Dikediaman Feng May....


"Pria yang aneh." katanya


Feng May menatap keluar dari jendela kamarnya. Ia terus merenung dan memikirkan pria aneh yang ditemuinya sore ini. Ia berfikir apa mungkin pria asing itulah yang selalu mengawasinya.


Feng May menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya dipunggung kursi. Ia kemudian memejamkan matanya sampai pelayan datang dan menanyakan apa yang ingin ia perintahkan. Feng May membuka matanya dan mengatakan bahwa ia tidak ingin apapun jadi dia memerintahkan agar pelayan itu pergi meninggalkannya sendiri.


Pelayan tersebut langsung meninggalkan tempat itu setelah menganggukan kepalanya. Feng May memandang pelayan itu dan ia kembali pada lamunannya. Beberapa menit kemudian kakaknya datang kekediamannya untuk mengajaknya berjalan-jalan keluar.

__ADS_1


Dia memandang kakaknya itu dan mengatakan agar kakaknya memberitahunya dimana mereka akan pergi. Karena dengan sifat kakaknya jika bukan karna ia ingin membolos latihan atau mungkin karena perintah seseorang yang tidak dapat diganggu gugat. Kakaknya tersenyum canggung sambil menggaruk bagian belakang kepalanya. Dia akhirnya mengatakan bahwa kaisar Chen Li (kaisar Kerajaan Carta) ingin bertemu dengannya dan juga adiknya.


Ia memandang sekali lagi kearah kakak laki-lakinya itu. Ia mengatakan bahwa ia hanya akan memberi salam kemudian ia akan kembali kekediaman.


"Baiklah,tapi bagaimana jika kita berjalan-jalan keluar setelah memberi salam kepada kaisar." katanya


"Haah katakan saja bahwa kau sedang malas berlatih." katanya sambil mendengus


Feng Mu hanya tertawa kecil mendapati kata-kata dari adiknya tersebut. Ia mengatakan bahwa ia akan menyusul Feng May pada esok lusa untuk bertemu dengan kaisar. Ia juga mengatakan bahwa minggu depan adalah hari ulang tahun pangeran ke-9 dan pada saat itu kedatangannya dan Feng May adalah sebuah formalitas dan menjadi perwakilan dari keluarga Feng.


Feng May menganggukan kepala dan mengatakan bahwa ia akan menyiapkan hadiah untuk pangeran ke-9. Dia juga mengatakan bahwa mungkin mereka akan kembali saat acara ditutup atau mungkin akan menginap diistana. Ia menganggukan kepalanya dan kemudian Feng Mu berbalik dan meninggalkan kediamannya.


2 hari kemudian...


Feng Mu menyusul adik perempuannya dikediamannya dan setelah itu mereka berangkat keistana kaisar bersama-sama. Dia mengatakan kepada adiknya agar tidak berkeliaran disekitar istana tanpanya. Adiknya menganggukan kepala menurut pada kata-kata kakak laki-lakinya karena ia baru pertama kali keistana jika ia melakukan satu kesalahan maka kepalanya bisa lepas dari lehernya.


Sesampainya diistana kaisar....


"Kami memberi salam kepada kaisar, permaisuri dan pangeran mahkota dan pangeran ke-7." kata Feng Mu sambil membungkukan badannya.


Feng May mengikuti dibelakang kakak laki-lakinya itu. Semua orang yang ada didalam aula tersebut memandang kearah Feng May.


"Kakak Mu siapa perempuan yang ada dibelakangmu itu?" Tanya pangeran Chen Ling(pangeran mahkota Kerajaan Carta)


Feng Mu menjawab pertanyaan pangeran mahkota bahwa perempuan yang ada dibelakangnya adalah adik perempuannya. Semua orang diaula tersebut terkejut dan bertanya-tanya.


"Tapi ia sangat lemah. Bagaimana bisa ia menjadi adikmu?" Tanya seseorang dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2