
Kesadaran Feng May telah sepenuhnya hilang dan saat itu juga muncullah beberapa petir yang terlihat kecil namun sebenarnya adalah petir lapisan ke-8 akan dihadapi oleh Feng May. "Sepertinya gadis itu memiliki takdir special dalam dirinya," kata Zu An.
"Apa malapetaka yang dihadapinya sangat mudah karena ia sedang dalam keadaan pembangkitan?," tanya salah seorang wanita dari akademi Zhou. "Bukan! Justru karena ritual pembangkitannya justru membuat malapetaka yang dihadapinya menjadi 3x lipat lebih berbahaya dibandingkan yang biasa dihadapi oleh orang lain," jawab guru besar peracik seolah mengerti tatapan bertanya yang ditujukan oleh semua orang padanya.
"Tapi kenapa petir itu kecil sekali?," tanya pangeran El. "Itu karena petir itu adalah petir lapisan ke-8," jawab guru besar peracik. "Bukankah seharusnya petir lapisan ke-8 itu sangat besar ya??," tanyanya dengan wajah bingung. "Justru petir yang lebih kecil malah jauh lebih berbahaya, alasannya adalah karena petir tersebut berkumpul dan saat mendekati lawannya akan langsung menyerang organ dalam," jelas guru besar peracik.
"Wah mengerikan sekali ya,"
"Benar untung bukan aku yang mengalaminya,"
"Iya ya apa ia masih akan selamat setelah berhadapan dengan petir itu?,"
"Aku tidak bisa membayangkannya betapa sakitnya serangan itu,"
__ADS_1
Begitulah komentar-komentar yang dilontarkan oleh penonton.
Feng May sendiri saat ia diserang oleh petir itu ia menggunakan instingnya dan menyerap kekuatan hukum petir tersebut dengan kemampuan yang diajarkan oleh menara talenta yang berada dibuku kita Phoenix sejati. Ia mampu merespon apa yang orang lain kirimkan pada pikirannya untuk membantunya.
Serangan yang membuatnya membutuhkan waktu 30 menit untuk menetralisirnya akhirnya selesai. Selang waktu sepersekian detik muncullah sebuah pedang yang terbuat dari hukum ruang dan kecepatannya yang menggunakan hukum waktu dengan lapisan hukum ke-5 akan menyerangnya.
"Bertahanlah dengan membangkitkan sayap Phoenix didalam dirimu untuk menghadapi pedang tersebut," ucap suara yang muncul dipikirannya, suara itu adalah suara seorang kakek tua.
Feng May membentang ke-2 sayap Phoenixnya dan membungkus dirinya dengan sayap tersebut seperti seekor burung yang tengah akan bangkit melepaskan sesuatu melindungi dirinya. Pedang-pedang yang telah siap menghujam itu sama sekali tidak dapat menembus pertahanan sayap Phoenix dari keturunan Phoenix sejati kuno.
"Benar aku rasa ia adalah keturunan dari suku Phoenix sejati didalam surgawi,"
"Iya bagaimana kita akan menghadapinya?,"
__ADS_1
"Kalau kita bisa melukainya kita akan memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan namun klan Phoenix sejati itu akan membuat setiap ras kita menghadapi masalah yang bertubi-tubi,"
"benar, namun kalau tidak menghadapinya kita akan kehilangan harga diri kita,"
"Alah masa bodo dengan harga diri yang penting sekarang kita melarikan diri saja," kata salah satu pedang dan ia langsung menarik diri dan kembali kelangit atas, kemudian diikuti dengan pedang-pedang yang lainnya.
Begitulah isi percakapan diantara para pedang.
"Hah kok pedangnya pergi sih bukan melawan gadis itu,"
"iya ya apa mereka dikendalikan seseorang?,"
"Tapi kan ini hukum malapetaka memang siapa yang akan mengendalikan malapetaka seseorang hah?,"
__ADS_1
Begitulah komentar-komentar dari para netizen benua daratan dewa.
Feng May yang tengah membungkus dirinya seperti cangkang langsung mengepakkan sayapnya dan menyimpannya kembali, ia juga telah bersiap menghadapi malapetaka selanjutnya.