Feng May

Feng May
episode 37


__ADS_3


Aku yang melihat kearahnya hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi sama sekali. Aku sudah sering menatap wajah tampan ditempat ini. Bahkan para pria didalam kediaman keluarga Feng hampir semua tuan mudanya tampan dengan akut.


Jadi karena aku telah terbiasa dengan wajah pria tampan sejak sampai didunia ini aku jadi terbiasa, bahkan sama sekali tidak memuja atau bahkan kagum. Pada abad 21 memang ada pria tampan tapi sangat langkah, sedangkan didunia ini malah banyak sekali aku sampai muak.


Seharusnya gen tampan pada masa-masa ini dipertahankan, jadi gen tampan dan cantik akan terus ada sampai abad 21. Sepertinya sebelum abad 21 semua manusia bergen baik punah dan menjadi sangat langkah. Ya Tuhan jika boleh aku ingin melestarikan gen-gen tampan yang ada didunia ini.


Aku hanya menghela nafas panjang, tanpa menoleh sama sekali kesamping kiriku.


"Apa kau menganggu nona-nona ini?," tanyanya pada sang adik.


Adiknya hanya menggelengkan kepalanya sambil bergelayut manja dilengan kakaknya. Ia menatap adiknya dan mengacak-acak rambutnya.


Aku masih tetap memandang kearah segala arah ditempat itu. Sampai akhirnya senior akademi Utara muncul dan memberikan arahan tentang aturan pengujian masuk akademi.


(Author POV)


Feng May dan seluruh orang-orang ditempat tersebut memandang kearah 2 senior yang memberikan pengarahan kepada semua camu (CAlon MUrid) akademi Utara. Salah satu senior memberitahu semua peraturan yang ada, dan salah satunya memandang seluruh CAMU satu persatu.


Sampai akhirnya pandangannya terpaku kepada Feng May yang tengah berdiri dengan menatap tajam sambil mendengarkan penjelasan dari senior tersebut. Feng May merasakan tatapan mata menuju kearahnya, Ia mencari kesamping kanan kirinya namun tidak ada yang memandangnya. Sampai akhirnya ia mendongakkan kepalanya menatap senior yang masih menatapnya. Untuk sejenak tatapan mereka terpaku. Bahkan mereka memberikan tatapan dingin seolah ada petir tajam yang menusuk kearah lawannya yang sedang ditatap.


Selama beberapa detik mereka bertatapan, mereka saling memalingkan wajah dan tenggelam dengan pemikiran masing-masing.


Setelah salah satu senior selesai memberikan penjelasan, mereka memberitahu bahwa pertandingan masuk akademi Utara dimulai. Dan meninggalkan tempat tersebut.


"Sebaiknya kita berkelompok dengan begitu kita dapat saling menjaga satu sama lain," kata Shu Jing.


"Benar bagaimana jika kita bersama dengan mereka?," tanya Shu Fey.


Shu Jing hanya menganggukan kepala begitupun dengan gadis sebelah kiri Feng May. Feng May berfikir sebentar kemudian ia menganggukan kepalanya.


gadis ini sungguh berbeda dengan yang lain, aku merasakan hawa yang kuat dalam dirinya meski tingkatannya sangat rendah. kata Shu Jing.

__ADS_1


Disisi lain...


Digedung pengawasan....


"Kak, apa kau merasa aneh dengan gadis berambut perak it?," tanya Zhu Fei.


Orang yang dipanggil kakak olehnya hanya mengernyitkan dahi sambil menatap kearah gadis yang dimaksud oleh adiknya.


gadis itu memang aneh. Ia sama sekali tidak tertekan meskipun disekitarnya banyak sekali pendekar kuat bahkan ada yang mendominasi. pikirnya.


"Jangan pedulikan hal yang tidak penting," katanya tanpa menoleh.


Zhu Fei pun hanya menghela nafas dan kembali memandangi Feng May. Ia masih merasa heran, mengapa seorang pendekar level 7 tingkat akhir dapat mengikuti ujian masuk akademi Utara. Ditambah ia adalah juara pertama pertarungan antara Kerajaan.


Aku harus mengawasinya dengan ketat. pikirnya.


Didalam hutan sebelah Barat akademi Utara....


"Haah...hah..Akhirnya kita dapat menaklukkan hewan beast ini," kata Shu Fey.


"Untungnya nona Feng memiliki indra pendengar yang sangat tajam. Jadi kita dapat menghindari serangan monster ini," kata Shu Jing.


"Apa yang akan kita lakukan kepada monster ini?," tanya Feng May.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan olehnya, ketiga orang tersebut saling berpandangan. Shu Jing menggaruk bagian tengkuk lehernya yang tidak gatal. Shu Fey hanya menyengir saja. Dan Fey Lu hanya menundukkan kepalanya.


Feng May menghela nafas sambil memandang ketiga orang temannya dengan tatapan tidak percaya bahwa mereka sama sekali tidak memiliki pemikiran apapun untuk monster ini.


"Sudahlah bukankah monster ini beratribut sama dengan Shu Jing. Gunakan saja inti monster itu untuk mu.Dan dagingnya dibakar, perutku sudah meronta ingin makan," katanya mengambil keputusan.


Dia memandang ketiga temannya yang tidak bergeming dari tempat mereka sama sekali. Ia langsung tersenyum devil bahkan mengeluarkan aura intimidasi, dan membuat ketiga orang itu gelapan dan segera melaksanakan perintahnya.


"ehkm..ngomong-ngomong nona mengapa kau belum mengeluarkan hewan beast mu?," tanyanya dengan hati-hati.

__ADS_1


Kedua wanita yang berada tak jauh darinya menoleh kearah Feng May yang masih memandang jauh kedepan.


"Aku belum membuat kontrak dengan hewan beast manapun," jawabnya tanpa menoleh.


Namun aku dapat memanggil hewan beast sesuka hati, lanjutnya dalam hati.


Mereka bertiga mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Dan mereka kembali mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Diaula pengawasan....


Semua orang terkejut mendengar jawaban dari Feng May. Pasalnya ia belum melakukan kontrak dengan hewan beast manapun, bagaimana ia dapat bertahan hidup dalam ujian masuk kali ini.


"Bagaimana bisa gadis yang belum melakukan kontrak dengan hewan beast dapat memenangkan pertandingan 4 Kerajaan dan masuk kedalam akademi Utara?," tanya salah satu senior.


Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berbisik-bisik mengomentari jawaban dari Feng May. Bahkan ada yang tidak percaya dengan jawabannya.


Ada yang beranggapan bahwa ia menyembunyikan kekuatannya yang asli. Namun ada juga yang mencibirnya bahkan menganggap bahwa Feng May sangatlah.


Karena dalam benua tersebut, mereka yang kuat akan mencari hewan beast sebagai partner nya untuk menjadi pelindung orang tersebut.


Diaula tetua...


"Bagaimana bisa seorang gadis yang belum melakukan kontrak dan tingkatannya juga masih ditingkat 8 dan dia dapat mengikuti ujian masuk akademi,?" kata tetua ke-4.


"Gadis itu sangatlah unik tetua ke-4. Ia terlihat lemah namun nyatanya sangatlah kejam bahkan seorang gadis yang tidak berbelas kasih kepada musuh. Dengan sifat seperti itu tidak mungkin bahwa ia adalah gadis lemah bukan?," kata kepala sekolah.


Semua tetua sejenak memandang kearah kepala sekolah. Sekalipun ia seorang pria berwajah imut namun nyatanya umurnya sudah 130 tahun.


Ia adalah seorang pria yang sangat jeli dalam menilai seseorang, bahkan penilaiannya tidak pernah salah. Ia selalu tepat dalam memilih murid.


Sekalipun ia belum pernah mengangkat seorang murid pribadi, namun ia tetap menguji semua murid yang masuk kedalam akademi Utara dengan ketat.


"Lalu menurut anda kepala sekolah, berapa peringkat yang akan ia dapat kan dalam ujian masuk akademi kali ini?," tanya salah seorang senior yang menjadi murid kesayangan dari wakil kepala sekolah.

__ADS_1


Untuk sejenak mereka memandang kearah senior tersebut, kemudian mereka beralih memandang kearah kepala sekolah.


"Setidaknya...,"


__ADS_2