
"Haah sungguh gadis perhitungan," ucapnya.
"Biar saja. Memangnya ada masalah kalau aku perhitungan. Hey kami sudah dirugikan olehmu dan kau sama sekali tidak memberi kompensasi kepada kami berdua," protesnya lagi.
"Hahaha sudahlah May'er, jangan protes lagi. Mungkin pemilik tempat ini sebelumnya adalah orang miskin," kata Jin Yuan menenangkan Feng May yang masih protes.
"Heh dasar bocah tengik," geram suara misterius tersebut.
Feng May hanya diam tak perduli. Ia bahkan memandang kearah lainnya dan tidak menanggapi perkataan suara misterius tersebut. Mereka keluar dari tempat tersebut dan sampai dijalan akhir ujian.
Setelah sampai ditempat tujuan, mereka berdua celingukan mencari orang-orang yang bersama mereka tadi.
"Yuan'er dan May'er kalian sudah sampai?," teriak seseorang dari arah belakang mereka berdua.
Sontak saja keduanya menoleh dan melihat bahwa Chen Sui, Zhu Ling, dan Zue Che. Mereka berdua tersenyum dan menjawab bahwa mereka berdua baik-baik saja bahkan kekuatan mereka meningkat.
"Kalian berdua sungguh beruntung," kata Zou Jing.
"Benar, ya sudah aku akan keatas bersama para tetua muda lainnya," kata Zue Che.
Ke-4 orang yang dipamitinya hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"Bagaimana kalian bisa selamat dihutan iblis tersebut?," tanya Chen Sui penasaran.
Jin Yuan menceritakan semua kejadian yang mereka alami di hutan iblis kecuali saat kesadaran mereka hilang dan melakukan hubungan suami istri.
Mereka ber-2 manggut-manggut kemudian menatap kearah Feng May dan Jin Yuan secara bergantian.
"Kenapa?," tanya keduanya serempak kearah Chen Sui dan Zhu Ling.
Mereka berdua menatap kearah lain sambil berkata "Tidak apa-apa," kata keduanya serempak.
Mereka kembali memandang kearah kepala sekolah yang saat ini memberikan pengarahan kepada semua murid yang lolos dalam ujian kali ini.
__ADS_1
"Kalian yang telah lolos dalam ujian kali ini akan mengikuti pertandingan 4 Kerajaan, namun sebelum itu kalian semua akan diuji kembali oleh 3 orang tetua senior diakademi Utara. Mereka yang dapat lulus dalam pengujian ke-3 tetua senior akan from kesempatan untuk meningkatkan kekuatan dimenara poseidon," ungkap kepala sekolah akademi.
Tanpa aba-aba ke-3 tetua senior tersebut langsung memberikan tekanan keseluruh siswa didalam ruangan tersebut. Tetua pertama memberikan tekanan dengan 10% kekuatannya, tetua ke-2 menebarkan kabut beracun dengan 10% kekuatannya, sedangkan tetua ke-3 menyebarkan ilusi.
"Jika kalian tidak sanggup kalian dapat menekan alat teleportasi agar kalian dapat berpindah ketempat yang telah disiapkan oleh pihak akademi," ucap kepala sekolah akademi.
Tidak ada satupun yang gugur dalam serangan ke-3 tetua senior tersebut. Akhirnya mereka menambah kekuatan sampai 30%, dan hal tersebut mengakibatkan 15 murid gugur karena racun dan kekuatan mereka yang kurang kuat.
Masih tersisa sekitar 105 murid. Ke-3 tetua senior menambah 20% kekuatan, dan tekanan langsung meningkat menjadi 50%. Tingkat korban yang tereliminasi menjadi 50 murid. Dan yang tersisa hanya 55 murid.
"Baiklah 55 orang murid yang lolos dalam ujian kali ini akan mengikuti pertandingan 4 Kerajaan pada 3 bulan," kata tetua pertama.
"Tunggu," teriak Feng May.
Ke-3 tetua dan seluruh guru dan murid didalam ruangan tersebut langsung menatap kearah sumber suara.
"Ada apa?," tanya tetua ke-3 yang notabene nya jarang berbicara.
"Aku ingin tetua menambah tekanan kekuatan anda sekalian sampai batas maksimal kami," ucapnya.
Langsung saja Chen Sui, Zhu Ling, dan Jin Yuan berdiri disamping Feng May. Mata mereka ber-4 menunjukkan ketegasan dan kemantapan akan keputusan mereka.
Tetua pertama memandang kearah mereka ber-4 dengan pandangan menyelidik mencari kebohongan dimata tersebut, namun ia tidak menemukan keraguan dan hanya ada ketegasan dimata mereka ber-4.
"Haah baiklah," kata tetua pertama.
"Jika sudah diambang batas kalian maka kalian harus menggunakan alat teleportasi untuk menuju tempat yang aman," ucap tetua ke-3.
"Baik," jawab ke-4 orang tersebut serempak.
Ke-3 tetua memberikan tekanan sebesar 50% kepada ke-4 orang tersebut, mereka tidak menunjukkan apa-apa hanya wajah datar saja. Kemudian ke-3 tetua menambah tekanan sampai 65% dan Zhu Ling menunjukkan reaksi bahwa ia sedikit merasa tertekan.
Melihat tekad dimata ke-4 orang tersebut, para tetua saling pandang. Kemudian mereka menambah tekanan kekuatan sampai 75% dan Zhu Ling menghancurkan alat teleportasi saat telah merasakan diambang batas.
__ADS_1
Sedangkan Chen Sui telah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia hampai sampai batas, para tetua kembali menambah tekanan 75,5% dan Chen Sui menyalakan alat teleportasi, karena telah merasakan diambang batas kekuatannya.
Jin Yuan dan Feng May masih belum menunjukkan akan tanda-tanda bahwa ke-2 nya merasakan tekanan.
"Sepertinya kekuatan mereka diatas murid inti akademi Utara," ucap tetua ke-3.
"Benar ayo tambah lagi tekanannya," ucap tetua ke-2.
Mereka ber-3 menambah tekanan kekuatan sampai 85,8%, namun kedua manusia tersebut masih belum menunjukkan tanda diambang batas. Ketiga tetua kembali saling pandang sebelum akhirnya mereka menambah tekanan sampai 91%.
Saat tekanan ke-3 tetua telah sampai 95% maka Jin Yuan langsung menggunakan alat teleportasi untuk menuju ketempat yang tidak terjangkau oleh tekanan ke-3 tetua. Ke-3 tetua senior tersebut masih memandangi Feng May yang masih berdiri tegak diposisinya.
"Kita tambah lagi?," tanya tetua ke-2.
"Tidak apa tetua silahkan tetua menambah tekanan kekuatan anda," ucap Feng May yakin.
Mereka bertiga saling berpandangan sejenak sampai kemudian mereka menambah tekanan kekuatan sampai 99%. Saat itulah Feng May merasakan batasnya, ia masih berusaha berdiri tegak diposisinya. Sampai cahaya meyilaukan bersinar dari tubuh gadis itu.
Ya gadis itu menggunakan tekanan ke-3 tetua senior untuk menembus batas kekuatannya, kemudian naik level dengan muda kelevel senior.
Semua orang ditempat tersebut tercengang melihat Feng May, gadis itu memanfatkan tekanan dari ke-3 tetua senior untuk menembus kelevel berikutnya.
"Sungguh gadis kecil yang licik," kata tetua ke-2 dengan tersenyum.
"Benar dia memanfaatkan kita ber-3 untuk menembus levelnya," kata tetua ke-2.
"Tidak menyangkakan bahwa akan ada seseorang yang berani memanfaatkan kita," kata tetua pertama.
"Tetua senior tolong maafkan murid ini," kata kepala sekolah.
"Hahaha tidak usah minta maaf. Gadis itu akan menjadi hadapan akademi Utara untuk mempertahankan tingkat akademi Utara," ucap tetua pertama.
"Benar apa yang dikatakan oleh kakak pertama," kata tetua ke-2 menimpali.
__ADS_1
"Terimah kasih tetua," ucap kepala sekolah akademi Utara sambil membungkuk hormat.
Setelah 3 menit Feng May membuka matanya dan menatap wajah ke-3 tetua dan kepala sekolah akademi Utara.