Feng May

Feng May
Episode 34


__ADS_3

Feng May tersenyum miring. Kemudian ia bertransformasi dengan Phoenix dan berhasil menjatuhkan orang-orang yang menyerang kakaknya beserta orang-orang yang bersamanya.


Banyak yang terkejut dengan perubahan Feng May. Pasalnya perubahannya membuat bulu kuduk siapapun berdiri. Bahkan ada beberapa orang yang langsung meninggalkan arena karena takut terkena serangan mendadak darinya.



"Apa dia itu monster ya?" tanya salah seorang yang tercengang melihat perubahan Feng May.


" Ini luar biasa. Gadis ini harus bisa ditarik kedalam akademi Zhong." kata salah satu perwakilan dari akademi Zhong.


" Apa maksud anda tuan Shen, gadis itu telah memilih untuk masuk kedalam akademi Utara kami," katanya tetua Chu.


"Gadis itu akan memilih sendiri kemana ia akan masuk keakademi besar," kata tetua Lu dari akademi Biru.


" Ku dengar akademi Biru telah memilih 2 orang dari keluarga Feng, siapakah mereka?," tanya tetua Chu.


"Hahaha mereka adalah Feng Kai dan Feng Zu. 2 jenius lainnya dari keluarga Feng," katanya membanggakan diri karena berhasil menarik ke-2 orang jenius lain dari keluarga Feng.


" Hmm kau sungguh membanggakan dirimu sendiri Pak tua Lu," kata tetua Chu.


" Hahaha kudengar kau memiliki seorang anak laki-laki yang dijuluki jenius dimasanya, Apa kau berniat menjodohkannya dengan seseorang?," tanya tetua Ling yang akhirnya buka suara untuk menghentikan perdebatan mereka.


"Ah..masalah itu biar putraku sendiri yang menentukan pilihan," katanya.


Mereka pun kembali menatap kearah pertandingan yang sedang berlangsung. Terlihat bahwa Feng May semakin gencar menyerang orang-orang diarena pertandingan, Dan kakaknya dibantu oleh Feng Kai dan Feng Zu membuat pertahanan yang kokoh. Sedangkan 2 tuan muda dari Kota Daun Merah membantu menyingkirkan serangga-serangga yang datang mengganggu.


Karena kekompakan mereka dan strategi yang diatur oleh Feng Mu. Feng Mu melihat adiknya tengah sibuk berurusan dengan gadis bercadar dan terus bertarung serta melawan petarung yang lainnya, maka ia berinisiatif agar beberapa orang yang bersamanya tidak terseret pertempuran yang membahayakan nyawa.


"Mu sepertinya orang-orang yang bersama kita semakin berkurang, sepertinya sekarang hanya tinggal 20 an orang," kata Feng Zu sambil melihat sekitar.


"Siapa yang kau kenal diantara 20 an orang tersebut?," tanyanya

__ADS_1


"Hmm 2 tuan muda Kota Daun Merah bersama pengawal nya, kemudian kau dan Feng Kai, lalu adik May'er dan yang lainnya entahlah aku tidak kenal," katanya menjelaskan


" Baiklah, Kai'er kau aturlah mereka semua untuk waspada dengan serangan sekitar."


Feng Kai menganggukan kepalanya dan memberitahu ke-2 tuan muda Kota Daun Merah untuk membantunya. Mereka semua bekerja sama untuk saling melindungi.


Feng May menatap kearah kakaknya yang sedikit kerepotan karena tenaganya terkuras untuk melindungi orang-orang yang bersamanya. Feng May melancarkan serangan dengan menggunakan hukum es, api, petir, angin, dan tanah.


Ia menghampiri sang kakak,


"Kak berhentilah, biar aku yang mengurusnya."


Feng Ku menghentikan kegiatannya. Dia mengikuti kata-kata adiknya agar mengembalikan energinya. Sedangkan Feng May mengendalikan hukum yang ia ciptakan untuk menghadapi orang-orang yang berada diarena pertandingan tersebut.


Setelah 3 jam bertandingan yang membuat begitu banya orang terluka karena menghadapi hukum Feng May yang bersatu yang membuat semua petarung kesulitan menghindari serangannya.


Melihat hal itu juri pun akhirnya menghentikan pertandingan dan mengatakan bahwa sekitar 100 an orang telah lolos. Dan mereka dapat memilih akademi yang ingin mereka masuki.


Putri An Ping dan kakaknya, Putri Mahkota AnXi, pengawalnya lalu beberapa orang Masuk keakademi Awan.


Kemudian Feng Kai dan Feng Zu, pangeran ke-7 dan beberapa pangeran serta beberapa orang memasuki akademi Biru.


Sedangkan beberapa orang yang memiliki atribut cahaya masuk kedalam akademi Cahaya.


Serta sisanya sekitar 5 orang, yaitu Feng May, tuan muda Shi, tuan muda Shangguan, pengawal Liu Zi, dan seorang pemuda bercadar Masuk kedalam akademi Utara.


Pihak akademi mengatakan bahwa mereka akan masuk kewilayah akademi setelah 2 hari beristirahat. Dan sesampainya diakademi mereka akan beristirahat dikediaman yang telah disediakan oleh pihak akademi sebelum akhirnya mereka akan memulai ujian yang disediakan oleh pihak akademi.


Setelah pertandingan usai dan Hari semakin gelap, Feng May mengikuti kakaknya untuk kembali kepenginapan.


"Nona Feng terimah kasih atas bantuan anda, dan tuan muda Feng terimah kasih juga atas perlindungan anda," kata tuan muda Shi

__ADS_1


"Anda terlalu sungkan tuan muda emm.." Feng Mu tak melanjutkan kata-katanya


" **Ah maaf aku belum memperkenalkan diri, namaku Shi Yuan."


"Baiklah tuan muda Shi, aku menitipkan adikku saat kalian memasuki akademi Utara nantinya**," katanya.


Tuan muda Shi nampak tersenyum dan menganggukan kepalanya kemudian ia berpamitan dan kembali kekediamannya.


"Kakak beradik itu sungguh menarik, mereka sepertinya tahu sesuatu tentang ku," katanya dengan seringaian kecil.


Ditempat lainnya...


"Kak Apa yang kau katakan? kau menitipkan aku kepada tuan muda Shi," katanya kepada kakaknya.


"May apa kau tak melihat selama pertarungan namanya tak dipanggil sama sekali, namun pada babak ke-3 dua tuan muda itu malah Masuk kearena pertandingan. Dan mereka hanya menyeringai tanpa melakukan apapun. Bahkan tidak ada sedikit pun musuh yang menyerang mereka berdua," katanya sambil memikirkan kembali pertandingan tadi.


Ah benar juga yang dikatakan oleh kakak, aku memang tidak mendengar nama mereka berdua dipanggil saat pertarungan babak pertama atau ke-2.


"hmm Baiklah aku akan mengawasi situasinya lagi saat sampai diakademi nanti," katanya.


Feng Mu menganggukan kepala sambil mengelus kepala adiknya tersebut. Kemudian Feng May kembali kedalam kamar inapnya. Dia terus memikirkan tentang identitas dari 2 tuan muda termasuk identitas Liu Zi.


*Kalau ia hanya seorang pengawal kekuatannya tidak mungkin dapat menyaingi singa api bertanduk bahkan ia hanya terluka sedikit dan tidak melukai organ dalamnya. Dan lagi bagaimana bisa seorang tuan muda datang ketempat yang memang dikenal berbahaya. Lalu tua muda Shi, seorang tuan muda bepergian tanpa seorang pengawal satupun.


Aku jadi tambah curiga. Apa mungkin mereka adalah murid akademi Utara atau mungkin anak dari salah satu tetua atau seseorang yang memiliki hak khusus. Haah sungguh membingungkan*.


Pikiran Feng May yang masih mencoba menebak-nebak identitas ke-2 tuan muda ditambah lagi dengan lagi kekuatan ke-2 orang itu berada jauh diatasnya. Dan Liu Zi ia pun bingung dengan kekuatan asli orang itu.


Tanpa disadari oleh Feng May, Chu Ziyao masuk kedalam kamarnya dan mengejutkannya. Ia memandang kearah ibunya tersebut.


"May'er bisakah kau mengajak Chu Shiya untuk masuk keakademi Utara?,"

__ADS_1


Feng May menatap tajam ibunya tersebut.


"Tidak, aku tidak bisa apa-apa. Dan bukankah ia diterima sebuah akademi khusus wanita. Akademi tersebut masuk dalam jajaran 10 akademi besar hanya tingkatannya saja yang kurang dari 5 akademi besar."


__ADS_2