
"Sudah kau tidak usah banyak protes," kata Zhong Lie. Zhong Shan pun hanya dapat menghela nafas panjang mendapati keputusan kakak tertuanya itu.
Beberapa menit kemudian Feng May telah menyelesaikan tariannya. Ia membungkukkan badan memberi hormat sebelum akhirnya ia kembali duduk.
Putri selatan yang tídak suka akan hak itu mencari-cari alasan. untuk mempermalukan Feng May. "Nona Feng bagaimana jika kita bertanding satu bait puisi? Kudengar nona Feng pernah melantunkan satu syair saat pertarungan diakakdemi waktu itu," kata putri selatan.
"Benarkah! Kalau begitu aku akan merasa terhormat jika nona Feng memang berkenan untuk membacakan satu puisi untuk semua yang hadir dipesta ini," kata kaisar. Feng May menganggukan kepalanya. "Kalau begitu silahkan putri mulai membacakan puisinya," kata Feng May mempersilahkan.
"Baiklah! Tema puisi kali ini adalah bulan purnama," kata putri selatan. Ia pun mulai melantunkan puisinya. Setelah selesai ia pun meminta Feng May untuk mengatakan puisinya.
"Senyuman manis sang bulan menyapaku..
__ADS_1
Begitu indah mekarkan suasana hatiku..
Sejenak kuterdiam termangu..
Memandang indahnya yang tak pernah jemu..," kata Feng May yang membuat banyak orang terkagum-kagum, sedangkan putri selatan terlihat geram mendengar pujian yang dilontarkan orang-orang untuk Feng May.
"Puisinya sih bukan buatan ku tapi aku pernah membacanya toh tidak ada yang tahu itu puisi buatan siapa," batin Feng May.
Namun saat dihadapan Feng May pelayang itu dengan sengaja menjatuhkan nampan berisi minuman itu dipakaian yang dikenakan oleh Feng May. Pangeran Zhong Shan nampak geram. "Apa yang kau lakukan!," teriak pangeran Zhong Shan yang membuat pelayan tersebut ketakutan dan segera bersujud.
"Ma..maafkan saya yang mulia! Saya tidak sengaja," ucap pelayan tersebut dengan takut. "Apa kau tidak tahu apa yang telah kau lakukan itu hah?!!," teriak pangeran Zhong Shan.
__ADS_1
"Ma..maafkan saya yang mulia! Maafkan saya nona Feng," kata pelayan itu ketakutan. Pelayan itu adalah pelayan dari ibu putri selatan. Tentu saja ucapan maafnya kepada Feng May tidaklah tulus.
"Yang mulia pangeran bisakah saya yang menghukum pelayan ini," kata Feng May. "Tidak masalah! Dan sebaiknya anda jangan berbaik hati nona, karena hukuman yang paling ringan untuk pelayang yang kurang ajar adalah hukuman cambuk," jawab pangeran Zhong Lie.
"Pengawal!!," teriak Feng May memanggil pengawal. 2 orang pengawal datang menghampiri Feng May. "Ada apa nona?," tanya pengawal tersebut. "Ikat dan lemparkan pelayan ini kesungai. Dan pastikan bahwa ia tidak akan muncul dipermukaan," perintah Feng May.
"Apa maksudmu? Dia adalah pelayan ibuku! Tidak sepantasnya kau menghukumnya. Dan lagi kejahatan apa yang dilakukan oleh pelayan ibuku?," teriak putri selatan.
"Panggil tabib sekarang!," perintah Feng May kepada salah seorang pengawal. Pengawal itu menganggukan kepalanya dan bergegas pergi.
Beberapa saat kemudian pengawal tersebut datang dengan seorang tabib. "Periksa minuman ini!," perintah Feng May. Tabib tersebut segera memeriksa minuman yang dibawa oleh pelayan tadi. Tabib itu terkejut dengan segera ia bersujud dihadapan kaisar.
__ADS_1
"Ampun yang mulia. Minuman itu telah dicampur dengan obat perangsang yang kuat," jawaban tabib itu membuat geram kaisar. "Apa kau berniat meracuni putra-putra ku hah?!," teriak kaisar membuat pelayan tersebut gemetaran.