
Gadis ini sungguh seekor monster. Hanya dalam waktu 5 menit ia dapat menguasai jurus hawa es tahap ke-3. pikir Phoenix
Kemudian Feng May mulai memperagakan secara perlahan jurus hawa es tahap ke-4 sampai tahap ke-6. Ia terus mengulang jurus tersebut sampai semenit setelah singa api bertanduk mengeluarkan jurus nafas api. Ia berhasil memahami jurus hawa es.
Feng May langsung melancarkan jurusnya untuk menekan kekuatan api yang dilontarkan singa es dengan jurusnya nafas api. Setelah hawa es terlontar Feng May menjadi seseorang yang sangat berbeda.
Ia terasa menjadi gadis yang sangat dingin dan pendiam ditambah dengan keadaan yang seakan mencekam. Singa api bertanduk merasa sangat tertekan bahkan jurusnya apinya yang luar biasa dapat ditekan oleh kekuatan gadis kecil itu.
Bahkan semua orang yang berada ditempat itu ditekan oleh kekuatan dingin yang seperti menyimpan hawa membunuh tersebut. Mereka mematung ditempat mereka masing-masing. Bahkan Phoenix sendiri tidak mengerti harus berkata apa melihat pemandangan tersebut.
Secara perlahan Feng May membuka matanya, kemudian memandang kearah sekitarnya yang telah membeku oleh hawa es yang keluar dari tubuhnya, dan posisinya ia berada dihadapan singa api bertanduk. Ia memandang kearah semua orang yang berada dibawahnya, mereka semua baik-baik saja. Ia pun menghela nafas lega melihat hal itu.
Apa yang terjadi kenapa mereka hanya diam saj
menurutmu
Feng May hanya diam dan berfikir tentang apa yang terjadi sebelum ia melontarkan jurusnya.
Flashback on
Setelah Feng May berhasil memahami tahap ke-6 jurus hawa es. Ia langsung melontarkan jurusnya tersebut, karena ia merasakan hawa panas yang dilontarkan memalui jurus nafas api milik singa api bertanduk. Setelah itu ia sama sekali tidak ingat apapun. Seolah-olah ia pergi ketempat lain yang hanya ia sendiri yang tahu.
Ditempat tersebut ia bertemu dengan ratu kalajengking es.
"Selamat datang. Dan aku juga ucapkan selamat atas keberhasilan mu dalam menguasai jurus hawa es milikku hanya dalam waktu 10 menit setelah mempelajari jurus itu."
"maksudmu aku berhasil menyelamatkan orang-orang itu. Lalu tempat apa ini? Kenapa aku disini dan dimana BuBo?"
__ADS_1
"Mereka semua baik-baik saja dan mengenai seekor Burung surgawi yang ada dalam tubuhnya, ia tidak mendapat ijin dariku untuk kemari" katanya menjelaskan
Feng May hanya manggut-manggut mengerti. Ia kembali memandang kearah sang ratu kalajengking es tersebut. Seolah mengerti tatapan yang diberikan oleh Feng May akhirnya ia menjelaskan siapa dirinya dan tujuannya memanggilnya datang ketempat tersebut.
"Aku ingin kau mewarisi semua pengetahuan ku. Dan pastinya akan ada banyak orang yang ingin menjadikan dirimu sebagai murid. Apakah kau memiliki seorang master yang akan mengajarimu segala hal?."
Feng May menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Terlihat wajah sang ratu menjadi tenang mengetahui jawaban dari Feng May.
"Aku masih belum menemukan seorang master yang kurasakan cocok untukku. Dan aku tidak berminat menjadikan dirimu sebagai masterku."
Dia terlihat kecewa mendengar kata-kata dari Feng May, namun ia segera merubah kembali sikapnya seperti semula.
"Tidak masalah. Anak dengan potensi luar biasa seperti dirimu memang tidak bisa sembarangan memilih seseorang sebagai master."
Kemudian mereka berdua kembali kearah pembicaraan inti. Ratu kalajengking es ingin agar Feng May mewarisi semua pengetahuan miliknya. Bahkan ia rela memberikan mahkota es kepada Feng May sekalipun Feng May tidak memilihnya sebagai master.
Feng May menerima semua pengetahuan miliknya, namun ia menolak mahkota ratu kalajengking es. Karena menurutnya menerima mahkota sang ratu kalajengking es sama saja dengan mengklaim bahwa dirinya telah memilih ratu kalajengking es sebagai masternya.
Feng May menatapnya dengan intens kemudian ia mulai memejamkan matanya saat ratu kalajengking es mulai mentransfer pengetahuan miliknya.
Setelah 1 jam lamanya, akhirnya mereka selesai melakukan kegiatan tersebut. Feng May masih tetap memejamkan matanya untuk memahami pengetahuan milik ratu kalajengking es. Ratu kalajengking es terus memandangi wajah Feng May.
Selama beberapa saat akhirnya ia mengingat wajah seorang wanita yang seumuran dengannya.
Ratu kalajengking es atau yang memiliki nama Qing Ju. Ia adalah murid dari sebuah perguruan es, yang bernama perguruan seribu kalajengking es.
Perguruan itu memiliki seribu kalajengking beratribut es sebagai penjaganya. Semua yang ada didalam perguruan itu adalah seorang wanita dan mereka beratribut es.
Didalam perguruan tersebut terdapat 2 orang wanita yang menjadi kandidat sebagai ratu kalajengking es didalam perguruan tersebut.
__ADS_1
Mereka adalah Ju Zei ( Chu Ziyao) ia menggunakan nama samaran saat memasuki perguruan tersebut. Dan kandidat ke-2 adalah Qing Ju.
Mereka berada dilevel yang sama namu kekuatan dari Ju Zei lebih kuat setingkat dibandingkan dirinya. Ia sebenarnya sangat pesimis untuk dapat meneruskan perguruan kalajengking es dan menjadi ratu ditempat tersebut.
Namu suatu hari saat akan menjalankan misi. Ia memilih misi yaitu menangkap seekor ratu kalajengking didaerah es didaratan Carta. Namun karena hal itu mereka mengalami kecelakaan yang menyebabkan hilangnya Ju Zei.
Setelah beberapa tahun mencari namu tetap tidak menemukan Ju Zei. Akhirnya mereka semua menyerah dan hanya berdoa untuk keselamatan nya.
Setelah pencarian yang tidak membuahkan hasil sama sekali, Sang ratu atau sesepuh perguruan seribu kalajengking es menobatkan Qing Ju sebagai ratu sekaligus pemimpin perguruan seribu kalajengking es.
Ia memimpin perguruan selama 200 tahun kemudian ia menyerahkan kepemimpinannya kepada salah satu muridnya yang bernama Ling Zhi. Ia sekarang yang berada dihadapan Feng May adalah wanita yang telah berusia lebih dari 300 tahun namun ia masih tetap awet muda.
Ia sangat berharap dapat menjadi master anak yang saat ini ada dihadapannya. Wajahnya mengingatkannya kepada Ju Zei.
Setelah beberapa saat akhirnya Feng May membuka matanya perlahan.
Sebaiknya aku bertanya kepadanya siapa orang tua anak ini. pikirnya
"Nak, siapakah nama kedua orang tuamu?" tanyanya dengan hati-hati
Feng May memandang kearah wanita yang berdiri dihadapannya tersebut
"Ayahku bernama Feng San dan ibuku bernama Chu Ziyao, memangnya ada apa?"
"Tidak ada apa-apa." katanya
Feng May mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia sebenarnya penasaran alasan mengapa wanita dihadapannya ini menanyakan tentang kedua orang tuanya. Namun ia tidak mau menanyakannya takut hal itu mungkin menyinggung perasaannya.
Selama beberapa saat mereka berdua berada dalam keheningan sebelum akhirnya Feng May berpamitan untuk kembali ketubuhnya.
__ADS_1
Feng May membuka matanya perlahan, Ia melihat bahwa dirinya tengah berbaring ditempat tidur. Ia memandang kesekitar dan menyimpulkan bahwa dirinya masih belum kembali kekediaman keluarga Feng.
"Anda sudah sadar nona?" tanya seorang pria yang tengah berdiri didepan pintu sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.