
"Eh...," Feng May kaget. "Jangan membuatnya takut," ucap salah seorang diantara mereka. "Ahh tapi dia sangat menggemaskan! Adik kecil apa kau mau ikut dengan ku?," tanya wanita itu.
"Ah maaf aku tidak bisa," jawab Feng May dan membuat wanita itu murung.
"Sudah ku bilang kan jangan menakuti gadis manis itu," ucap pria disebelahnya. Feng May memandangi wajah mereka semua satu persatu. "Apa makin tua umur seseorang disini maka orang itu akan tambah cantik dan tampan?," gumam Feng May dalam hati.
Semua tetua memandang wajah Feng May dan sedetik kemudian mereka tertawa "Apa tingkatan mereka membuat mereka dapat dengan mudah membaca pikiran ku," gumam Feng May.
"Hahahaha haha maaf," kata salah seorang.
"Apa yang kau pikirkan itu benar! Dan hmm apa seekor Phoenix dalam dirimu itu yang membuat sama sekali tidak bisa membuat kontrak dengan hewan beast?," tanya salah seorang pria.
"Emm entahlah mungkin ya seperti itu," ucap Feng May.
"Mungkin? berarti kau sama sekali tidak tahu tentang hal itu dengan pasti?," ucap orang itu.
Feng May hanya menganggukkan kepalanya polos.
"Bagaimana caranya kau bisa sampai ditahap ini tanpa bantuan dari Phoenix?," tanyanya penasaran.
"Mungkin keberuntungan ku lebih baik dari mu," jawab Feng May asal.
Dan sontak saja jawaban itu membuat ke-4 orang lainnya tertawa dan orang yang bertanya itu dibuat kesal.
__ADS_1
"Apa kau sadar bahwa aku lebih tua dari mu?," katanya menahan kesal.
"Tahu," jawab Feng May sambil menganggukan kepalanya dengan polos.
"Lalu?," ucap orang itu.
"Kalau begitu seharusnya kau tidak lebih kuat dariku, hanya saja pengalaman bertarung mu lebih baik dari ku," ucap Feng May.
"Dasar kau bocah!," ucapnya kesal.
"Sudah sudah jangan marah-marah lihatlah keriput diwajahmu itu sudah sangat banyak," ucap perempuan yang tak lain adalah temannya.
"Benarkah?," tanya pria itu sambil mengambil cermin dai cincin ruangnya.
Sontak saja kaca yang dipegang oleh pria itu pecah karena menahan kesal. Dan ke-4 orang lainnya tertawa terbahak-bahak.
"Aku berdandan untuk istriku tahu," jawabnya.
"Seperti apa rupa istrimu?," tanya Feng May.
"Tentu saja istriku sangat sangat sangat cantik sekali," jawabnya sambil tersenyum membayangkan wajah istrinya.
"Apa istri mu mau dengan orang tua seperti mu?," tanya Feng May.
__ADS_1
"Hey apa maksud mu? Umur istriku dan aku tidak beda jauh tahu," jawab pria itu.
"Oh," ucap Feng May dengan mimik wajah tidak percaya.
"Kau tidak percaya dengan kata ku?," ucap pria itu.
"Tidak," jawab Feng May dengan tegas dan ke-4 temannya mengacungkan tangan menyetujui perkataan Feng May.
"Kalian ber-4 juga tidak percaya pada kataku hah?," teriaknya kepada 4 temannya.
"Tidak," jawab mereka ber-4 bersamaan.
"Huhuhu memang hanya istriku yang paling baik padaku," ucapnya dengan mimik wajah memelas.
"Cih sudah tua juga masih tidak tahu malu," maki salah satu temannya.
"Bukannya kalian ber-4 juga sudah tua ya," ucap Feng May jujur.
Seakan jantung ke-4 orang tersebut tertohok mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Feng May.
"Hey nak apa kau tidak bisa berbicara dengan lembut kepada orang tua ini," kata salah seorang dari mereka.
"Jadi kalian mengakui kalau kalian memang tua," ucap Feng May yang menjadi pukulan ke-2 untuk mereka ber-5.
__ADS_1