Feng May

Feng May
Episode 22


__ADS_3

"Dimana itu?" tanyanya


"Cari tahu saja sendiri." katanya sambil memalingkan wajah


Ia merasa kesal dengan burung tersebut. Ia kemudian bertanya bagaimana agar ia dapat menggunakan kekuatan Phoenix. Lalu ia menjawab tunggu sampai Feng May membuat kontrak dengannya. Dan mereka berdua dapat mengikat kontrak jika ia memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari Phoenix.


"Hei burung bodoh kau ini mau mati ya. Sekalipun aku masih ditingkat menengah level 7, tapi aku bisa membunuh seseorang yang berada ditingkat senior." katanya dengan kesal


Burung itu memicingkan matanya dan mendengus. Feng May semakin kesal, Ia menggunakan darahnya dan membaca mantra lalu terciptalah sebuah kurungan. Kurungan itu langsung mengurung Phoenix. Burung itu kesal dan terus mengoceh.


Ia memicingkan matanya menatap Phoenix sambil tertawa mengejek. Phoenix yang melihatnya sangat kesal namun ia tak berdaya.


"Aduh ibuku memanggilku. Aku harus pergi kau baik-baik disini ya burung pegar. Hahahaha..." katanya dengan riang


"Hei dasar bocah bau beraninya kau menghinaku yang seekor Phoenix ini burung pegar. Kau yang burung pegar seluruh keluarga mu itu burung pegar." teriaknya


"Aduhh telingaku sakit. Kau ini sungguh sangat banyak bicara. Aku beri nasihat ya kalau kau terlalu banyak bicara mulutmu nanti bisa sobek. Kau mau jadi venom." katanya


"Siapa venom?" tanyanya bingung


"Hehehe...Cari tahu saja sendiri." jawabnya sambil mengejek


Sang Phoenix menjadi sangat kesal. Ia bahkan berfikir bahwa bocah itu memiliki banyak akal muslihat untuk menipu. Sepertinya ia disekolah bukan diajari etika tapi diajari menipu. Dia bahkan sampai berani menipuku hanya untuk balas dendam padaku.Huhuhu aku sedih


Feng May kembali sadar. Saat ia membuka matanya ia terkejut melihat bahwa seorang gadis duduk dihadapannya. Ia terjengkang kebelakang. Setelah kembali keposisi duduknya ia menatap tajam kearah gadis itu.


Gadis itu memarahinya dan bahkan menangis. Padahal ia belum bicara apa-apa. Ternyata tangisannya mengundang banyak orang yang ada disekitar kediamannya. Saat melihat hal itu mereka semuanya berbisik satu sama lain.


Tak berapa lama ibunya datang kekediamannya. Gadis itu menghampirinya dan mengatakan bahwa ia ditindas oleh Feng May. Ia hanya menatap kearah gadis yang tak dikenalnya itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi disini." tanyanya


"Gadis upil ini menerobos kekamar ku saat aku sedang latihan. Ia menggangguku aku hanya menatap tajam kearahnya dan kemudian ia menangis tersedu-sedu seperti bayi." katanya datar

__ADS_1


Ibunya menghela nafas panjang dan kemudian mengatakan kepada kakaknya untuk menyelidikinya. Ia membantu nona itu berdiri dan memapahnya lalu memanggil pelayan agar membawanya keaula.


Ia menatap putrinya sambil tersenyum tipis. Sedangkan Feng May membalas tatapan ibunya dengan wajah datar. Ia mengatakan kepada ibunya agar meninggalkan dia sendirian.


Diluar kediaman Feng May...


"Ibu apa yang terjadi?" Tanya Feng Mu


"Haah gadis itu. Mungkin karena ia memiliki dukungan dari permaisuri dia sembarangan masuk kekamar adikmu." jawab ibunya


Feng Mu menghela nafas panjang, Ia mengatakan kepada ibunya agar kembali keaula. Dia akan berbicara dengan adiknya sendiri. Ibunya mengangguk-angguk kemudian meninggalkan tempat itu.


Ia melihat ibunya berjalan pergi menjauh menuju aula. Setelah dilihatnya bayangan ibunya sudah pergi, Ia masuk kedalam kediaman adik perempuannya.


Didalam kamar...


"May'er kakak datang menengokmu." katanya sambil berjalan mendekati kamar tidur adiknya.


Ia membuka gorden dan menarik selimut adiknya. Ia terkejut karena ia tidak menemukan adiknya. Kemudian ia berjalan menuju halaman belakang. Disana ia berkeliling sambil memanggil nama adiknya.


Setelah itu ia berjalan kembali kedalam kamar adiknya. Ia melihat kesekeliling kamarnya. Dan ia tidak menemukan apapun yang dapat dijadikan petunjuk kemana adiknya pergi. Akhirnya Feng Mu pergi menuju kearah kediaman ayahnya.


Dikediaman Feng San....


"Ayah...Aku ingin melaporkan sesuatu tentang adik." teriak putra semata wayangnya


Ayahnya yang saat itu sedang minum setelah menyelesaikan pekerjaannya menjadi tersedak karena teriakan putranya yang mengejutkannya.


"Uhuk..uhuk..Ehm..ehm..Masuklah." katanya sambil berpura-pura tenang.


Feng Mu langsung menyerbu masuk tanpa mengatakan apapun. Ayahnya menatapnya kesal.


"Dasar anak sialan, Mengejutkan orang tua saja." katanya dalam hati.

__ADS_1


"Dasar bocah gila. Katakan ada apa?" kata ayahnya kesal


"May'er tidak ada dikediamannya. Aku sudah mencarinya kesemua sudut bahkan didaun-daun dan setiap tembok." katanya panik


Ayahnya menatapnya dengan datar. Ia menjadi kesal dan berteriak. Ayahnya mengatakan bahwa Feng May pergi berlatih dan ia akan ada disekitar masyarakat agar mengerti sedikit dengan kehidupan sosial dikerajaan Carta.


Ia menatap kearah ayahnya datar. Kemudian berkata baiklah dan pergi meninggalkan ayahnya. Ayahnya menatapnya pergi. Setelah bayangan anaknya tidak terlihat


"Ahhhh....Dasar anak sialan. Jika aku tahu kau akan menjadi seperti ini aku pasti membuangmu. Dasar anak tidak tahu sopan santun." teriak Feng San sambil meloncat-loncat kesal.


Semua pelayan maupun pengawal berpura-pura tidak tahu apapun dan bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi. Setelah Feng San tenang, Istrinya masuk dan memerintahkan pelayan agar meninggalkan ruangan itu. Mereka semua menganggukan kepala dan kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Ada apa? Kau terlihat kesal." katanya


"Kau tau anak-anak yang telah kau lahirkan dan kita asuh telah membuat ku kesulitan." katanya sambil memeluk istrinya.


Istrinya tertawa dan mengatakan bahwa sifat dan sikap kedua anaknya adalah 90% bawahan darinya. Ia menatap istrinya dengan mata berkaca-kaca. Istrinya tersenyum dan membelai kepalanya, Ia juga menasehatinya agar sedikit sabar dengan sikap anak mereka.


Dikediaman Feng Mu....


Feng Mu mencoba untuk berlatih, Namun ia tidak dapat fokus karena memikirkan adiknya.


"Haah... Bagaimana bisa ayah membiarkannya saja? Dia belum mengenal daerah Kerajaan Carta dengan baik, Bagaimana jika ada sesuatu yang terjadi padanya? Sudahlah aku akan menyusulnya saja." katanya


Ia memanggil pelayan dan mengatakan bahwa ia akan pergi keluar. Dan akan segera kembali. Pelayan itu menganggukan kepalanya. Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan kediamannya.


Disaat ia akan keluar gerbang ia bertemu dengan Feng Kai dan Feng Zu. Mereka berdua menyapanya dan menanyakan kemana ia akan pergi.


"Kenapa kalian selalu bersama,Seperti sepasang pengantin saja. Aku akan pergi mencari adikku." jawabnya


"Adik kecil May'er kemana?" tanya Feng Zu


Ia melayangkan pukulan kearah kepalanya. Feng Zu memegangi kepalanya sambil bersembunyi dibelakang Feng Kai. Dia hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua.

__ADS_1


"Sudah..Sudah..Jangan membuat masalah. Lebih baik kita mencari May'er" katanya.


Feng Mu melangkah keluar gerbang kediaman keluarga Feng diikuti oleh Feng Zu dan Feng Kai.


__ADS_2