Feng May

Feng May
Episode 28


__ADS_3

Disebelah selatan Kota Daun Merah..


Danau Emas..


"Heh! BuBo kemana arah kita selanjutnya?"


"BuBo apa itu?" tanyanya dengan bingung


"Burung Bodoh." jawabnya ketus


Phoenix mengangakan mulutnya mendengar jawaban dari Feng May. Ia terlihat sangat marah dengan kata-katanya. Bahkan ia sampai merajuk bahwa ia tidak akan membantunya jika Feng May tidak mengganti panggilannya untuk dirinya.


"Bagaimanapun aku adalah burung surgawi yang agung, kau harus mengganti panggilannya dengan yang lebih baik." katanya


"May aku panggil apa? bagaimana jika aku memanggilnya gembel?"


"Ahhhh...Panggil aku yang lain. Aku tidak mau dengan panggilan itu." katanya dengan keras


"Kalau begitu kau pilih ku panggil BuBo atau gembel. Panggilan lainnya tidak ada yang mampir keotakku, hanya itu."


Ahhhh bagaimana bisa ia memanggil diriku yang seekor Burung surgawi ini gembel. Hmm lebih baik panggilan BuBo sekalipun itu singkatan yang aku tidak suka tapi jauh lebih baik dibandingkan panggilan gembel. pikirnya


"Baiklah kau bisa memanggil ku BuBo." katanya


"Kalau begitu tunjukkan arahnya. Jangan membuatku mengulang kata-kataku."


"Baiklah. Kau berjalanlah terus sampai menemukan sebuah Gua besar yang tertutup sebuah tanaman rambat."


Tanpa pikir panjang Feng May langsung mengikuti arahan dari BuBo. Phoenix yang sekarang beralih nama menjadi BuBo( Burung Bodoh) terus mengarahkan Feng May keGoa permata.


Didalam goa itu bukan hanya ada permata atau mineral namu juga terdapat sebuah tanaman spirit yang dapat menyembuhkan tubuh dengan sangat cepat saat terluka. Tanaman itu bernama Goldsquape.


Tanaman itu seperti tumbuhan paku biasa namun yang berbeda adalah warnanya. Warna tumbuhan spirir Goldsquape adalah emas. Dan yang menjaganya adalah kilin merah. Namun ada juga rumor yang mengatakan bahwa ada Naga air emas yang menjaga tempat ini.


BuBo terus menjelaskan kepada Feng May tentang segala sesuatu yang ia ketahui tentang tempat itu dan juga yang menjaga tempat itu dari dulu hingga sekarang.

__ADS_1


Feng May hanya mendengarkan setiap ocehan dari BuBo tanpa ia sadari ada sepasang mata yang mengawasinya dari jarak 30 meter. Karena merasa bahwa gadis itu tak membahayakan maka ia dan beberapa orang-orangnya menampak diri atau keluar dari tempat persembunyian mereka.


"ekhm..nona." katanya sambil berdehem kepada Feng May


Gadis itu menoleh kebelakang dan mendapati seorang pria tampan bertopeng tengah berdiri dengan anggun bersama beberapa orang-orangnya.



"ya tuan apa kau memanggilku." tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.


Pria itu menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Kemudian Feng May bertanya "ada apa anda memanggilku? dan kenapa anda bersembunyi seperti pencuri." tanyanya


Pria itu menjelaskan "maaf Nona tadi kami diserang oleh beberapa pembunuh, itulah alasan mengapa kami bersembunyi." katanya dengan wajah yang datar


Feng May mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memandang pria itu dari atas kebawah sambil menilai.


hmm dia pria yang tampan, pakaiannya juga mewah. Hmm wajahnya nilainya 100 lali tubuhnya seperti tubuh atletis 100 untuk tubuhnya lalu ahh Apa yang aku pikirkan masih sempat-sempatnya aku menilai penampilan seseorang. Pikir Feng May sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Tuan sepertinya ia orang gila yang kabur dari rumah." katanya salah satu pengawal pemuda dengan berbisik kepada tuannya


"Heyy..Aku mendengar Apa yang kalian bisikan itu. Dan aku juga bukan orang gila." terian Feng May


"Ehkm.. nona apakan nona mengijinkan jika kami berjalan beriringan dengan anda. Karena kami tidak terlalu kenal dengan tempat ini." katanya dengan sopan


"hmm baiklah tapi tidak gratis." katanya


Pemuda itu hanya tersenyum sambil mengatakan bahwa ia Akan membayar Feng May saat mereka telah keluar dari tempat tersebut.


Feng May mengatakan kepada mereka bahwa ia ada urusan ditempat itu. Karna itulah ia meminta mereka untuk mengikutinya atau jika mereka ingin mereka bisa tingggal ditempat itu sementara sampai ia selesai dengan urusannya.


Mereka semua setuju untuk mengikuti Feng May untuk menyelesaikan urusannya. Ia menganggukkan kepalanya kemudian berjalan didepan mereka. Pemuda itu berjalan disebelah kanan dirinya dan dibelakang mereka ada pengawal dan beberapa orang pelayannya.


30 menit perjalan..


"Nah Kita sudah sampai. Kau harus berhati-hati jangan sampai membangunkan naga air emas. Apalagi sampai mengusik kilin merah." katanya memperingatkan

__ADS_1


Feng May hanya menjawabnya dengan "hmm." setelah itu ia mengatakan kepada orang-orang yang mengikutinya agar mereka menunggunya dan terus waspada. Setelah itu ia masuk kedalam Gua tersebut.


Sesaat sebelum kaki Feng May memasuki Gua ia berbalik kehadapan orang-orang tersebut dan berjalan mendekati mereka.


"ada apa Nona?" tanyanya dengan sopan


"hmm..aku akan memasang pelindung dengan darahku agar kalian tidak mati sebelum aku kembali." katanya dengan ketus


Pemuda itu hanya tersenyum kecil. Selanjutnya Feng May mengeluarkan pisau dipinggangnya dengan segera ia menggoreskan pisau itu ketelapak tangannya dan membiarkan darahnya menetes ketanah itu.


Setelah darah itu menetes te terbentuklah sebuah pelindung dan menyelubungi disekitar tempat mereka semua berkumpul. Setelah pelindung darah tersebut terbentuk ia mengingatkan kepada mereka semua agar tetap waspada dan tidak keluar dari batas pelindung.


Mereka semua menganggukan kepala sebagai jawaban. Setelahnya Feng May berbalik dan memasuki Gua tersebut.


"Tuan apa anda mendengar sebuah suara auman?" tanya sambil terus mempertajam pendengarannya


Pemuda yang dipanggil tuan olehnya mengernyitkan dahi dengan ekspresi bertanya-tanya. Kemudian ia juga ikut mempertajam pendengarannya. Namun selama beberapa saat tidak terdengar auman sama sekali.


"mungkin kau salah dengar. Aku tidak mendengar apapun." katanya


hmm benarkah tapi aku seperti mendengar auman yang sangat keras, tetapi mengapa tuan tidak mendengarnya. Telingaku yang bermasalah ataukah pendengaran tuan yang berkurang. pikirnya


"sudah jangan pikirkan apapun mungkin hanya perasaan mu. Sebaiknya kita tetap waspada seperti yang dikatakan oleh gadis muda tadi." katanya dengan menepuk bahu pengawalnya tersebut.


Didalam goa...


Feng May terus masuk kedalam Gua sampai ia dipertigaan jalan. BuBo memberitahu bahwa jalan terus adalah jalan menuju sebuah sungai namun ia tidak tahu sungai apa itu, kemudian jalan yang berbelok kekanan adalah jalan menuju tempat tumbuhnya tanaman spirit.


Feng May membelah dirinya menjadi 2, salah satu tubuhnya berjalan kearah kanan. Dan dirinya berjalan lurus karena merasa penasaran dengan sungai yang dikatakan oleh BuBo.


"Apa yang kau lakukan, kenapa kau malah berjalan terus?" tanyanya


"Aku penasaran, Dan lagi aku juga menuju ketempat tanaman spirit itu tumbuhkan." katanya dengan tegas


ah..rasa penasaran yang kau miliki bisa membahayakan diriku juga tahu. pikir BuBo

__ADS_1


Feng May terus berjalan kemudian ia berhenti tepat dipikir sungai yang airnya sangat bening sebening Kristal.


__ADS_2