Feng May

Feng May
Episode 114


__ADS_3

"Yang mulia apa tidak sebaiknya kita langsung menghabisi mata-mata yang ada didalam kediaman Phoenix?" ucap jenderal pasukan.


"Kita tidak bisa langsung melakukan hal itu. Kita tidak tahu berapa banyak mata-mata dari ras iblis yang dikirim kedalam kediaman ras Phoenix," ucap Feng May.


"Apa yang dikatakan oleh yang mulia ratu benar kita tidak bisa gegabah sebelum mengetahui dengan pasti jumlah mata-mata ras iblis yang ada didalam kediaman," ucap tetua pertama.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang yang mulia?" tanya jenderal pasukan.


"Kita lanjutkan sandiwara ini sambil mengamati siapa saja yang memantau setiap pergerakan dari kediaman Phoenix ini," ucap Feng May.


"Aku juga setuju dengan keputusan yang diambil oleh yang mulia ratu. Bagaimanapun juga kita tidak bisa mempertaruhkan seluruh nyawa rakyat ras Phoenix dengan langsung membunuh mata-mata dari musuh," ucap tetua pertama.

__ADS_1


"Kalau begitu sekarang apa yang harus hamba lakukan yang mulia?" tanya jenderal pasukan.


"Jenderal untuk sekarang kau bersikap seperti biasa saja jangan terlalu waspada kalau bisa kita berpura-pura bodoh dan sama sekali tidak tahu akan pergerakan dari pasukan musuh! Lalu kakek pertama tugas mu hanya memberitahukan kepada para tetua tentang kita yang akan bergerak kedunia bawah dan tengah," ucap Feng May.


"Kenapa tetua pertama harus mengatakan bahwa kita akan membantu dunia bagian tengah dan bawah yang mulia?" tanya jenderal pasukan.


"Aku khawatir bahwa salah satu tetua kediaman kita akan melakukan pemberontakan dan juga pengkhianatan. Jika memang ada yang akan melakukan pemberontakan maka ia akan menyerang saat aku dan jenderal pasukan tidak ada ditempat," ucap Feng May.


"Lalu bagaimana dengan kubu sisanya yang mulia?" tanya tetua pertama.


"Kubu terakhir pasukan ku akan bersembunyi sebagai antisipasi jika ada serangan dadakan dari ras iblis lalu 50.000 pasukan kita akan bersama dengan 10.000 pasukan ku. Dan sisa pasukan akan berada dikediaman dan bertugas menerima serangan pertama," ucap Feng May.

__ADS_1


"Lalu jenderal usahakan membiarkan seluruh pasukan pemberontak masuk kedalam mansion utama kemudian tutup dan hadapi mereka didalam mansion, Sehingga kita tidak akan mengalami begitu banyak kehilangan pasukan jika pasukan ras iblis tiba-tiba menyerang," ucap Feng May dan dijawab anggukan kepala oleh ke jenderal pasukan dan juga tetua pertama.


"Kalau begitu jenderal dan juga kakek pertama kembali kekediaman masing-masing," ucap Feng May.


"Terima kasih yang mulia," ucap tetua pertama dan jenderal pasukan bersamaan.


Kemudian kedua orang itu memberi hormat kepada sebelum melangkah meninggalkan ruang belajar milik Feng May. Tidak lama setelahnya datang seekor elang warna hitam dengan mata emas masuk kedalam ruang belajar Feng May melalui jendela.


"Sepertinya ini adalah surat dari Jin Yuan. Sudah lama aku tidak mendengar kabarnya," gumam Feng May sambil membawa dendeng untuk makanan burung itu.


Feng May mengambil kertas dikaki burung itu dan langsung membacanya.

__ADS_1


__ADS_2