Feng May

Feng May
Episode 52


__ADS_3

"Aku tadi mendengar bahwa ia ingin mencari siluman beast yang memiliki aura," kata siluman C.


"Iya. Kalau begitu kita beritahu dia dimana dia bisa menemukan siluman beast yang memiliki aura," kata siluman A.


"Benar benar kita beritahu dia asal dia membebaskan kita ber-3," kata siluman B.


Feng May semakin dekat ketempat persembunyian ke-3 siluman tersebut. Ia berjalan secara perlahan sampai……


Boommm……


Feng May menoleh dan langsung berlari kearah sumber suara tersebut. Ia melihat sebuah aura berwarna emas yang berada dikediaman milik Jin Yuan.


Feng May bergegas masuk kedalam kediaman Jin Yuan yang telah hancur setengahnya,


"Yuan ada apa? Kenapa kediamanmu seperti ini? Apa yang kau latih?," Feng May mencerca beberapa pertanyaan kepada Jin Yuan.


Jin Yuan hanya menampilkan cengiran sambil menggaruk tengkuknya.


"Émm áku tadi memurnikán permátá hati naga," jawábnya.


"Lálu… Apa kau berhasil?," tanyanya.


Jin Yuán menganggukan kepalanya, dan Feng May bernafas lega. Beberapa saat kemudian guru, tetua besar, dán kepala sekolah dátáng ke kediaman milik Jin Yuan.


"Apa yang terjadi disini? Apa ada serangan dar binatang moster atau siluman?," tanya salah satu tetuà kearah 2 orang anak manusia dihadapannya.


"Maaf tetua jika sekirànya latihannya menganggu para tetua dan juga kepala sekolah dan guru," kata Jin Yuan.


"Haah ternyata hanya latihan. Aku pikir kalian diserang," kata salah seorang tetua.


"Ehmm… Lalu latihan apa yang kau lakukan sampai bisa seper… ti i…ni," tanya kepala sekolah sambil melihat bangunan yang telah hancur setengahnya.


"Hahaha anu… tadi saya memurnikan permata hati naga sejati," jàwab Jin Yuan.


"Kau… kau dapat memurnikan permata hati naga sejati," kata kepala sekolah tergagap. Bahkan guru dan tetuà juga terkejut mendengar jawaban Jin Yuan.


Pasalnya permata hati naga sangat sulit dimurnikan, bahkan jika ia memiliki darah keturunan naga yang sangat murni. Bahkan leluhur dari akademi Utara pun juga kesulitan memurnikan permata hati naga, padahal leluhur atau pendiri akademi Utara adalah keturunan naga kuno yang sangat murni.


"Kenapa? bukankah dia keturunan naga murni, tidak heran kan jika dia bisa memurnikan permata hati naga tersebut?," tanya Feng May yang heran akan reaksi dari tetua dan kepala sekolah akademi.


"Bahkan jika ia adalah keturunan naga kuno yang memiliki darah naga kuno yang sangat murni kesulitan untuk memurnikan permata hati naga tersebut," jawab tetua Li An Zu.

__ADS_1


"Ah ternyata seperti itu. Aku pikir kenapa sampai ekspresi kalian seperti itu," katanya sambil manggut-manggut.


Mereka semua saling pandang kemudian "Jin Yuan sebaiknya kau berlatih dimenara Poseidon mulai sekarang. Minggu depan Feng May akan menyusul dan pada bulan depan adalah waktunya Chen Sui dan 2 orang lainnya akan menyusul," kata tetua di samping tetua Li An Zu.


"Baik tetua," ucapnya sambil memberi salam kepada para tetua dan juga kepala sekolah.


Feng May menatap Jin Yuan "Bagaimana caramu memurnikan permata hati naga?," tanya.


Feng May yakin bahwa sebenarnya Jin Yuan mengalami suatu kejadian yang membuatnya dapat memurnikan dan menyerap kekuatan yang ada didalam permata hati naga. Karena permata hati naga hanya dapat dimurnikan oleh ras ñaga asli.


"Emm… ini aku tidak dapat memberitahu mu. Karna àku harus langsung melaporkannya kepada tetua diklan ku," katanya.


Feng May manggut-manggut mengerti. "Karna ini adalah hal yang seharusnya orang luar tidak perlu tahu," gumamnya dalam hati.


"Kapan kau akan kembali ke kerajaan Long?," tanyanya.


"Mungkin 1 Minggu sebelum ujian 4 kerajaan. Aku akan mengirimkan surat terlebih dahulu kepada tetua," katanya,


Feng May manggut-manggut. "Baiklah kalau begitu aku akan kembali kekamar dan berlatih. Sebaiknya kau menginap ditempat ku atau ditempat Chen Sui," ucapnya sambil berlalu pergi.


Jin Yuan menganggukan kepalanya. Kemudian ia mengikuti langkah Feng May, Feng May menatap Jin Yuan kemudian menunjuk kamar yang berada disamping tangga.


Jin Yuan menoleh ke arah yang ditunjuk oleh gadis itu sambil menganggukan kepalanya "hmm," gumamnya.


Feng May menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya, Ia kembali melatih jurus dalam buku Phoenix sejati.


"Sepertinya kekuatan spiritual ku meningkat. Tapi kenapa aku masih belum naik tingkat ya?," gumamnya.


"itu karna kau harus berlatih lebih keras dan meningkatkan kekuatan spiritual sekaligus kejutan fisik mu lebih dulu agar kau dapat naik tingkat," ucap BuBo yang keluar dari dimensi spiritual.


"Bagaimana kau bisa keluar? Bukankah kekuatan mu belum pulih seperti sedia kala?," tanya Feng May yang terkejut akan kehadiran BuBo.


"Tak masalah kekuatan ku sudah setengahnya pulih. Dan saat aku naik tingkat itu juga akan berpengaruh padamu. Dan jika kau terus meningkatkan kekuatan mu maka aku akan pulih secara perlahan," ucapnya.


"Apa kau juga bisa menjadi manusia tampan?," tanyanya dengan ekspresi bodoh.


"Hm tentu saja. Aku bahkan lebih tampan dibandingkan manusia dan hewan suci atau hewan magis lainnya," katanya dengan angkuh.


"Bagaimana bisa kau yang hewan surgawi dibandingkan dengan hewan suci dan hewan magis," kata Feng May mencibir.


"Hey 2 hewan itu bisa berubah wujud tahu," katanya.

__ADS_1


"Hewn magis tidak bisa berubah mewujud manusia bodoh!," katanya dengan ketus.


"Hey kau yang bodoh. Seluruh keluarga mu itu bodoh!!," teriak BuBo.


"Kau pilih sendiri mau dikukus atau ditumis atau kau ingin aku jadikan burung kecap hah!," katanya sambil menatap tajam.


"Huaa... dewa bagaimana bisa aku memiliki tuan yang begitu kejam?," Teriaknya dengan nada pura-pura menangis.


"Diam bodoh!! Gendang telingaku bisa mati rasa jika teriak-teriak seperti itu," katanya ketus.


"Memang seperti apa perasaan gendang telinga?," tanyanya bingung.


"Entahlah!," jawabnya acuh sambil mengangkat kedua bahunya keatas.


"Hey kau itu sedang mengibuliku ya?," tanyanya ketus.


"Diam bodoh! Berubahlah sekarang menjadi manusia! Besok kau berlatih denganku digunung sebelah selatan akademi Utara," katanya.


"Hmm," jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.



Perubahan Phoenix menjadi seorang pemuda tampan berhasil membuat Feng May terpana.


"Bagaimana aku tampan kan?," tanyanya dengan senyum narsis.


Senyum yang semula mengembang di bibir tipis Feng May langsung sirna.


"Memang realita tak pernah seindah ekspetasi," katanya dengan wajah datar.


"Memangnya bagaimana ekspetasi mu tentangku?," tanyanya sambil mengitari Feng May seperti anak kecil yang mengitari ibunya.


"Ekspetasi ku kau akan menjadi pemuda tampan yang anggun. Tapi ternyata kau masih saja bobrok," katanya dengan nada yang sangat datar tanpa memandang ke arah BuBo.


"Hey kau tadi memujiku tampan kan?," tanyanya dengan wajah sumringah.


"Telingamu sepertinya bermasalah," katanya dengan datar.


"Hey ayolah apa kau tidak bisa jujur?," katanya merengek.


Feng May mendengus kesal kemudian ia membaringkan tubuhnya kekasur dan menutup matanya, sedangkan BuBo masih terus merengek agar Feng May mengatakan bahwa gadis itu mengakui ketampanannya.

__ADS_1


__ADS_2