Feng May

Feng May
Episode 20


__ADS_3

"Tapi ia terlihat sangat lemah. Bagaimana bisa ia menjadi adikmu?" Tanya seseorang dari belakang


Feng May sama sekali tidak menoleh kebelakang, sedangkan Feng Mu menoleh dan tersenyum. Yang bertanya itu adalah tuan putri An Ping. Ia adalah putri perdana menteri An. Ia mendapatkan gelar putri karena hubungannya yang sangat dekat dengan permaisuri dan para pangeran.


"Dia adalah adikku dan tidak ada hubungannya denganmu." jawabnya dengan tatapan dingin.


Dia terlihat terkejut sekaligus takut bahkan ia tidak mengangkat kepalanya. Feng May hanya melirik searah 45° kearah putri tersebut. Melihat tatapan tak peduli yang diberikan Feng May ia sangat geram.


Wanita itu masih berusia 16 tahun namun ia sudah menjadi summoner level 9 dengan hewan beast level 12 kuda mawar. Kuda mawar adalah seekor kuda berwarna pink dan memiliki satu tanduk seperti unicorn. Kuda mawar adalah hewan beast yang sejak lahir telah berlevel 10 atau kekuatan setara dengan summoner level 9.


An Ping mendapatkan kuda mawar karena ia membelinya bukan karena berjodoh. Semua orang yang ada diaula kaisar banyak yang memujinya.


"Aku ingin menjajal bagaimana kemampuan Nona kecil Feng." katanya


Feng May sama sekali tidak menghiraukan kata-katanya. Ia hanya diam saja. Melihat reaksinya tersebut An Ping sangat kesal dengannya bahkan ia berniat menyerang namun niatnya terhenti karena tatapan Feng Mu.


"Satu bulan lagi adalah ulang tahun kaisar. Bagaimana jika Nona Feng May dapat hadir keacara tersebut?" tanyanya


"Baiklah." jawabnya singkat


Mendengar jawaban singkat dari Feng May membuat wajah putri An Ping merah padam karena marah. Para pangeran yang menyaksikan hal tersebut hanya tersenyum.


Setelah beberapa saat berlalu akhirnya Feng May berpamitan untuk pergi berjalan-jalan disekitar istana. Kaisar memberikan ijin dengan senang hati. Feng May membungkuk dan kemudian berbalik.


Putri An Ping memajukan satu kakinya untuk menghalangi jalan Feng May. Feng May sama sekali tidak melihat dan hanya terus melangkah dan akhirnya ia dengan sengaja menginjak kaki putri An Ping dengan keras.


"Apa matamu buta hah? Apa kau tidak lihat bahwa ada kakiku?" teriaknya


Feng May yang mendengar teriakan tersebut menoleh tanpa berbalik.


"Barangkali bukan mataku yang buta tapi tuan putri yang tidak waspada atau mungkin anda memang rabun jadi tidak melihat saya yang sedang berjalan." jawabnya

__ADS_1


Setelah berbicara demikian ia pergi keluar tanpa menoleh sedikitpun. Kakaknya hanya tersenyum melihat tingkah adiknya. Para pangeran yang melihat hanya tertawa kecil.


"Hahaha aku tidak tahu bahwa ternyata adikmu sangat menarik." kata kaisar Chen.


"Anda bercanda yang mulia. Adikku hanya seorang manusia biasa." jawab Feng Mu


Mendengar jawaban seperti itu kaisar Chen Li hanya tertawa. Ia bahkan memuji kemampuan yang dimiliki oleh anak laki-laki Feng San tersebut. Banyak orang tua atau para generasi muda yang mengangumi Feng Mu. Bahkan banya para anggota keluarga yang memiliki seorang anak gadis ingin dijodohkan dengannya.


Tak berapa lama kemudian Feng Mu meminta ijin kepada kaisar untuk kembali kekediman keluarga Feng. Kaisar Kerajaan Carta tersebut mengijinkannya untuk meninggalkan istana. Ia segera membungkukan badannya dan segera berbalik pergi dan menyusul adiknya.


Didalam kereta...


"Aku mencarimu dimana-mana bahkan diseluruh istana namun tidak menemukamu sama sekali dan akhirnya aku bertanya kepada pelayan. Ia mengatakan bahwa kau kembali kekereta kuda." katanya


Ia hanya bergumam untuk menanggapi perkataan kakaknya. Mendengar gumaman adiknya ia hanya menghela nafas. Selama perjalanan mereka berdua tidak berbicara sama sekali hanya keheningan yang ada diantara mereka.


Sesampainya dikediaman keluarga Feng....


Feng Mu menganggukan kepala sebagai jawaban. Mereka berdua berjalan menuju keaula untuk menemui tetua pertama.


Aula tetua....


Mereka berdua telah sampai diaula dan memberi hormat kepada tetua pertama. Setelah tetua pertama menganggukan kepala dan meminta mereka untuk duduk akhirnya mereka duduk disebelah tetua pertama.


"Mu aku dengar kau ingin masuk keakademi Zhong. Jadi kau harus berusaha lebih keras dari orang lain." kata tetua pertama


"Iya kakek. Aku mengerti." jawabnya


Kemudian mereka bertiga diselimuti keheningan selama beberapa saat. Sampai akhirnya


"Lalu May'er aku dengar dari ayahmu bahwa kau ingin masuk keakademi Utara. Sekalipun akademi itu adalah salah satu dari 5 akademi terbaik. Namun mereka adalah akademi yang berada diurutan terakhir. Apa kau yakin akan tetap masuk kedalam akademi Utara tersebut?" tanyanya

__ADS_1


"Kakek May'er tidak pernah mengubah keputusan yang telah dibuat. Dan lagi akademi Utara tidak banyak menuntut dan membebaskan semua muridnya untuk melakukan segala sesuatu selama tidak melewati batas." katanya.


Tetua pertama mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersungging senyum tipis diujung bibir pria tua tersebut. Ia merasa bangga kepada cucunya tidak gampang mengikuti kata-kata orang lain dan memiliki keyakinan yang luar biasa.


Ia terus memberikan saran kepada dua generasi keluarga Feng yang sangat diharapkan dapat menjadi orang-orang yang berdiri dipuncak beladiri. Ia berharap bahwa mereka berdua dapat membuat keluarga Feng dikenal sebagai keluarga yang hebat oleh seluruh dunia.


Setelah beberapa saat lamanya mereka bertiga berbincang-bincang akhirnya mereka bubar saat ketua ke-3 datang dan ingin melaporkan tentang keadaan diperbatasan utara wilayah keluarga Feng.


Akhirnya Feng Mu dan Feng May mengundurkan diri dan kembali kekediamannya masing-masing.


"Sungguh bibit yang unggul yang dimiliki oleh keluarga Feng." kata ketua ke-3.


Dikediaman Feng May...


Feng May berjalan kearah taman dibelakang kediamannya dan meminta semua pelayan agar meninggalkan ia sendirian dan mengatakan agar tidak ada orang lain yang masuk kekediamannya.


"Keluarlah. Kenapa kau mengikutiku dan terus bersembunyi dikediamanku." teriaknya


"Hahaha Nona kecil kau sungguh sangat hebat. Dan lagi aku tidak mengikutimu,aku hanya penasaran denganmu." katanya sambil tersenyum


Ia berbalik dan memandang pria yang berada dibelakangnya. Pria itu memakai sebuah topeng berwarna hitam dengan jubah hitam pula. Ia sampai tidak tahu bagaimana wajahnya. Namun ia tahu bahwa pria itu tidak jelek karena suaranya yang lembut ditambah sunggingan senyum dingin yang menghias indah wajahnya.


"Tunjukkan wajahmu. Kau sudah mengenakan topeng masih mengenakan jubah dan juga tudung kepala. Apa kau tidak merasa panas? Apalagi warna pakaian sampai aksesoris yang kau kenakan berwarna hitam. Kau benar-benar tidak berkeringat." katanya dengan nada usil


"Haha apa itu sebuah pujian?" tanyanya


Dia menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan pria asing itu. Pria itu terlihat kesal meskipun tersenyum.


"Ah,Apa mungkin kau Bu Xiao?" tanyanya


Pemuda asing itu tersenyum tipis diujung bibirnya. Namun ia belum membalas pertanyaan dari Feng May.

__ADS_1


__ADS_2