
"Feng May kenapa kau lama sekali?," tanya Jin Yuan yang dari tadi risih dengan pandangan gadis-gadis yang menatapnya seperti hewan buas menatap mangsanya. "Maafkan aku tadi aku ada sedikit masalah waktu perjalanan," kata Feng May.
"Kaisar, permaisuri dan para pangeran dan para putri memasuki ruangan," teriak Kasim. Semuanya berdiri dan membungkuk hormat kepada kaisar kerajaan Utara. "Terima kasih! Karena hari ini adalah hari bahagia maka tidak usah kita langsung menikmati pesta dengan baik," kata kaisar.
Semua menikmati pesta yang berlangsung. Tak berapa lama putri selatan maju kedepan. "Yang mulia izinkan hamba memberikan pertunjukan untuk meriahkan pesta ini," katanya sambil memberi salam. "Hahaha lakukanlah putri selatan," kata kaisar. "Terima kasih yang mulia," jawabnya.
Kemudian ia pun mulai menari dengan gerakan gemulai dan dengan sangat apik. Feng May dalam sekali tidak berminat dengan pemandangan didepannya itu, ia masih sibuk dengan makanan dihadapannya. Setelah tariannya selesai ia pun kembali menghadap kaisar.
"Yang mulia saya memiliki permintaan," katanya.
"Katakanlah permintaan mu itu putri selatan," jawab kaisar. Sekilas ia melirik pada Feng May yang masih menikmati makanannya. "Saya ingin nona Feng menunjukkan sebuah tarian kepada kita. Mungkin ia bisa menarikan tarian yang mudah sebagai ungkapan untuk ikut meriahkan pesta malam ini," kata putri selatan tersebut.
Feng May menghentikan makannya dan beralih menatap putri selatan dengan sinis. Kaisar nampak berfikir sampai "Ayah tidak apa-apa jika nona Feng memang ingin melakukannya, jika tidak maka tidak usah," kata pangeran Zhong.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kita tanya bagaimana pendapat nona Feng," kata kaisar. Semua orang menatap kearah Feng May. Kemudian Feng May berdiri menghadap kaisar "Jika putri selatan sudah memohon maka hamba tidak dapat berkata tidak yang mulia," kata Feng May dengan senyum licik. "Saya akan menari untuk ikut meriahkan pesta ini," sambungnya lagi.
Feng May menepuk tanyanya 2 kali, kemudian musik pun dimainkan. Feng May menarik 2 pedang dan mulai bermain pedang dengan gerakan anggun dan perlahan. Permainannya sangat apik dan membuat mata yang memandangnya takjub akan keindahan tersebut.
"Pantas saja putri selatan ingin agar nona Feng ini bermain, tidak disangka ia dapat menari seindah ini,"
"Benar! Aku bahkan seperti melihat seorang Dewi bukan hanya seorang gadis,"
"Dimana kau menemukan gadis sehebat ini adik Zhong Shan?," tanya Zhong Yu.
"Dia adalah murid pribadi dari tetua Li An Zu dari akademi Utara," jawab pangeran Zhong Shan.
"Aku dengar dia sudah menikah ya?," tanya pangeran Zhong Lie.
__ADS_1
"Entahlah! Yang kutahu pria yang duduk disamping kanannya adalah tunangannya," jawab pangeran Zhong Shan.
"Apa kakak Zhong Lie menginginkan gadis itu?," tanya Zhong Yu.
"Kakak tidak akan dapat memilikinya, apa kakak tahu kalau tunangannya adalah keturunan ras naga kuno?," tanya Zhong Shan.
"Wahh sepertinya kakak harus menyerah sebelum berusaha," kata Zhong Yu mengejek Zhong Lie.
"Sepertinya kalian memiliki waktu yang sangat luang ya! Kalau begitu mulai besok pelajaran kalian akan bertambah menjadi 3 kali lipat," kata Zhong Lie yang kesal karena diejek oleh adik-adiknya.
"Kakak akukan tidak ikut mengejek mu bagaimana bisa aku juga kena hukuman?," protes Zhong Shan.
"Sudah kau tidak usah banyak protes," kata Zhong Lie. Zhong Shan pun hanya dapat menghela nafas panjang mendapati keputusan kakak tertuanya itu.
__ADS_1