
"Karena didalam dirinya terdapat reinkarnasi dari sang ratu dan darah sang Dewi," jawabnya.
"Apa maksudmu?," tanya Feng May.
"Tenanglah. Mungkin maksudnya adalah kau dulu adalah sang ratu dan dirimu sekarang terdapat darah sang Dewi entah berasal dari ibumu ataukah dari faktor luar," jelas Jin Yuan.
"Yah kira-kira seperti yang dimaksud pemuda itu," jawabnya lagi.
"Aku tidak paham," kata Feng May.
Jin Yuan langsung menepuk jidatnya kemudian memijit keningnya pelan mendengar kata-kata Feng May.
"Sudahlah, yang jelas kalian adalah satu," katanya lagi.
"Apa maksudmu," teriak Feng May dan Jin Yuan bersamaan.
"Apa...Aku dan May'er berjodoh?," tanya Jin Yuan.
Feng May terdiam dan sejenak ia tenggelam dalam pikirannya mencerna maksud kata satu dari asal suara tersebut.
"Maksud dari suara itu adalah kau dan pemuda itu adalah kalian terhubung dengan benang tipis," ungkap BuBo.
"Apa lagi itu maksudnya?," tanyanya.
"Ah sudahlah.. Kau akan tahu nanti," kata BuBo.
Jin Yuan menatap kearah Feng May. Gadis itu diam termangu dengan pikirannya sendiri. Dan sama sekali tidak mendengar kata-kata dari Jin Yuan.
Akhirnya Jin Yuan menepuk pundak Feng May, yang membuat gadis itu terjengat kaget. Dan akhirnya memandang kearah Jin Yuan.
"Ada apa Yuan'er?," tanya Feng May.
"Apa yang kau pikirkan? Sampai tidak mendengarkan kata-kata ku?," tanya Jin Yuan sambil menatap Feng May.
"Aku hanya memikirkan tentang apa yang dimaksud satu oleh suara tanpa wujud itu?," kata Feng May.
"Oh aku pikir apa yang membuat mu diam seribu bahasa begitu," kata Jin Yuan.
"Sepertinya kita berjodoh," katanya lagi.
"hah apa mungkin," pikir Feng May.
"Kau mungkin salah paham tentang kata satu yang diucapkan oleh asal suara tersebut," katanya.
Tidak ingin berlarut-larut dalam pikirannya Feng May langsung mengerjakan perjalanannya bersama dengan Jin Yuan yang berjalan disamping kirinya.
__ADS_1
Mereka berdua terus berjalan sampai mereka berhenti disebuah pintu besar. Mereka memandangi pintu tersebut.
"Ucapkanlah satu kata yang sama dengan pikiran kalian dan pintu akan langsung terbuka," ucap suara misterius tersebut.
Feng May dan Jin Yuan saling pandang kemudian mereka melihat kesekeliling mereka berdua, sampai akhirnya pandangan mereka berhenti disebuah kunci.
"Ucapkanlah satu kata secara bersamaan," suara misterius berucap.
"hati," pikir Jin Yuan dan Feng May bersamaan.
Mereka berdua saling pandang sejenak sampai kemudian.
"Cinta," kata mereka seraya bersamaan.
Cklek..
Pintu dihadapan mereka langsung terbuka setelah mereka mengucapkan kata tersebut. Mereka berdua memasuki ruangan besar dan memandangi sekitar dengan seksama.
Mereka melihat seluruh isi ruangan, sampai akhirnya mereka berhenti disebuah kolam berwarna biru.
"Berendamlah disana, dan seraplah esensi hang terdapat didalam kolam tersebut," perintah suara misterius tersebut.
"Apa ini?," tanya Jin Yuan.
"Itu adalah air mata dari sang ratu yang bercampur dengan darah dari sang Dewi," penjelasan dari suara misterius tersebut.
"Baiklah," jawab mereka berdua serempak.
"May'er aku akan menutup mataku kau bisa melepaskan pakaian mu kemudian masuklah kedalam kolam terlebih dahulu," kata Jin Yuan.
"Kau juga bisa melepaskan pakaian mu kemudian masuklah bersama denganku bukankah sama saja. Kita tetap berendam dalam satu kolam bersama," kata Feng May acuh tak acuh.
Sebagai jiwa modern Feng May tidak akan malu jika hanya membuka pakaiannya. You suara it tidak mengatakan sampai bugil kan jadi ia bisa membuka pakaiannya dan menyisakan bra sport juga celana pendek sepaha.
Jin Yuan yang melihat Feng May membuka pakaiannya dihadapannya langsung menutup matanya. Ada semburat merah dipipi laki-laki itu.
"Apa yang kau lakukan. Ayo berendam! apa kau berniat berdiri seperti itu saja?," kata Feng May.
"Ah iya baiklah," kata Jin Yuan sambil melepaskan satu persatu pakaiannya dan segera berendam menyusul Feng May.
Mereka berdua saling memunggungi dan mulai latihan mereka berdua.
2 jam setelahnya...
Jin Yuan membuka matanya dan merenggangkan ototnya, dan tanpa sengaja ia menyenggol punggung seseorang. Ia langsung menoleh dan mendapati seorang wanita berambut perak sedang memunggungi dirinya.
__ADS_1
Semenit kemudian ia baru mengingat semuanya.
"oh iya aku disini bersama dengan May'er jadi dia adalah Feng May. Sepertinya aku sudah berendam selama 2 jam jadi kolam ini tidak bereaksi padaku dan aku hanya tinggal menunggu May'er selesai menyerap kolam ini," gumam Jin Yuan sambil berdiri menghampiri pakaiannya dan segera memakainya.
Setelah itu ia dengan sabar menunggu Feng May menyelesaikan penyerapannya. Ia memandangi wajah Feng May saat matanya tertutup seperti tidur.
"Ia sangat cantik dan lembut saat matanya tertutup seperti itu. Aku pasti bahagia jika dapat melihat wajahnya saat bangun dari tidur. Dan menyambutnya disaat ia membuka matanya dipagi hari," gumam Jin Yuan sambil tersenyum memandangi rupa Feng May yang masih duduk terpejam.
1 jam kemudian...
Perlahan Feng May membuka matanya ia mengerjapkan matanya selama beberapa kali kemudian menoleh dan matanya bertatapan dengan Jin Yuan. Ia langsung berdiri sedangkan Jin Yuan langsung memalingkan wajahnya.
Feng May berjalan menghampiri pakaiannya dan segera memakainya.
"Apa kau lama menunggu ku bangun?," tanya Feng May.
"Tidak," jawab Jin Yuan tanpa memandang kearah Feng May.
"Lihatlah kearahku aku sudah mengenakan pakaian," katanya.
Jin Yuan memalingkan wajahnya menghadap kearah Feng May, ia bernafas lega karena Feng May ternyata telah memakai pakaian lengkap.
"Selanjutnya apa yang akan kita lakukan?," tanya Jin Yuan.
"Tidur," jawab Feng May sambil berjalan menghampiri ranjang yang tidak jauh dari kolam tersebut dan langsung membaringkan tubuhnya.
Beberapa saat kemudian Jin Yuan menyusulnya, ia mendapati Feng May yang telah lelap dan masuk kedalam mimpinya.
"Istirahatlah aku akan menjagamu disini," kata Jin Yuan sambil mengusap kepala Feng May dengan lembut.
Kemudian ia memandang kearah sekitar dan memastikan tidak ada bahaya yang akan mengancam pujaan hatinya tersebut. Ia memandang kearah Feng May kemudian ia mulai menggambar pola untuk melindungi Feng May.
Setelah 1 jam lamanya ia selesai menggambar pola tersebut dan kemudian ia berdiri disamping ranjang dan mengaktifkan pola tersebut.
Dan terciptalah sebuah pelindung yang mengelilingi ranjang tersebut.
"Haah akhirnya selesai juga," katanya sambil menjatuhkan dirinya diranjang.
Ia menghadap kearah Feng May dan secara perlahan matanya terasa berat.
"Aku akan tidur sebentar ya sebentar saja," batinnya kemudian terlelap bersama Feng May.
Setelah 3 jam Jin Yuan kemudian membuka matanya, dan hal pertama yang ia lihat adalah Feng May yang saat ini tidak mengenakan pakaian apapun.
Ia langsung membulatkan dan terduduk ditempat tidur kemudian memeriksa dirinya. Ia melihat pakaian mereka berdua tercecer tak berbentuk lagi.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?," batin Jin Yuan bertanya-tanya.