Feng May

Feng May
Episode 47


__ADS_3

"Haah akhirnya selesai juga," katanya sambil menjatuhkan dirinya diranjang.


Ia menghadap kearah Feng May dan secara perlahan matanya terasa berat.


"Aku akan tidur sebentar ya sebentar saja," batinnya kemudian terlelap bersama Feng May.


Setelah 3 jam Jin Yuan kemudian membuka matanya, dan hal pertama yang ia lihat adalah Feng May yang saat ini tidak mengenakan pakaian apapun.


Ia langsung membulatkan dan terduduk ditempat tidur kemudian memeriksa dirinya. Ia melihat pakaian mereka berdua tercecer tak berbentuk lagi.


"Apa yang terjadi?," batin Jin Yuan bertanya-tanya.


Jin Yuan memanggil spirit nya.


"Apa yang terjadi? kenapa kau tidak membantu kami berdua sama sekali?," tanya Jin Yuan.


"Aku malah sedang membantu kalian dengan tidak berbuat apa-apa," Katanya dengan tenang.


"Apa maksudmu?," tanya Jin Yuan.


"Perisaklah level kekuatan mu dan juga qi dalam merindian mu?," katanya.


Jin Yuan menutup matanya dan memeriksa merindian miliknya.


"hmm kekuatan ku meningkat 1 tingkat, dan.. ( Jin Yuan beralih memandang kearah Feng May yang masih terlelap) May'er telah sampai ditingkat junior awal," katanya masih dengan memperhatikan wajah lelap Feng May.


Flashback on


Sesaat setelah Jin Yuan terlelap, secara perlahan disekitar tempat tersebut tertutup oleh kabut. Dan hal itu membuat kedua anak manusia yang tengah terlelap bangun dari mimpinya.


Selama beberapa saat mereka berdua saling pandang, kemudian mereka mendekat secara perlahan sampai tidak ada jarak diantara mereka berdua.


Mereka saling memeluk dan semenit kemudian bibir mereka telah menyatu. Kedua hanyut dalam hasrat yang tidak mereka sadari.


BuBo yang merasakan ada sesuatu yang tidak beres, mencoba untuk mengembalikan kesadaran Feng May. Namun tindakannya tersebut dicegah oleh beast spirit level Dewa milik Jin Yuan.


"Apa yang kau lakukan? kau ingin membuat mereka berdua mati karena menahan hasrat? Lagi pula hal ini akan mempercepat latihan mereka berdua," katanya dengan penuh penekanan.


BuBo nampak berfikir kemudian melihat situasi yang ada, akhirnya ia membiarkan hal itu terjadi. Ia berfikir mungkin ini adalah bagian dari benang takdir mereka berdua.

__ADS_1


"Semoga pilihanku ini tidaklah salah," gumam BuBo.


Kemudian BuBo kembali tertidur didalam nadi Phoenix milik Feng May. Ia membiarkan semuanya mengalir dengan sendirinya. Begitupun dengan hewan beast level Dewa milik Jin Yuan, ia hanya menonton secara live acara penyatuan dua anak manusia tersebut.


"Tidak disangkah gadis kecil itu memiliki nadi Phoenix. Pantas saja ia berjodoh dengan Jin Yuan pemilik takdir Phoenix kembar," batin beast spirit tersebut.


flashback off


"Apa ini baik-baik saja?," tanya Jin Yuan.


Spirit beast itu menganggukan kepalanya. Dan meminta Jin Yuan membangunkan Feng May. Jin Yuan memandang kearah gadis yang masih terlelap disampingnya itu.


Ia pun menggoncang tubuh Feng May agar gadis segera terbangun dari tidurnya.


"Ehhmm... Ada apa?," tanyanya masih dengan mata terpejam.


"Bangunlah kita harus melanjutkan perjalanan," kata Jin Yuan masih menggoncang tubuh gadis itu.


Feng May membuka matanya dan mengerjap-ngerjap sebentar, sebelum akhirnya ia membulatkan matanya dan menatap wajah Jin Yuan.


"Apa yang terjadi?," tanya Feng May dengan memandang tajam kearah pria disampingnya.


"Sudahlah tidak perlu dijawab," kata Feng May sambil memakai pakaiannya.


"Apa kau tidak marah?," tanyanya dengan hati-hati.


Feng May menatapnya.


" Malam pertama," kata Jin Yuan.


"Apa ini bukan malam pertama mu?," tanya Feng May.


"I..ini malam pertama ku. Kau apa kau tidak marah aku mengambil keperawanan mu?," tanyanya sambil memandang kearah gadis dihadapannya itu.


"Kau terlalu hebat untuk disebut pemula. Dan lagi untuk apa aku marah? Marah juga tidak akan mengembalikan keperawanan ku kan?," kata Feng May tak ambil pusing sama sekali.


"Aku akan bertanggung jawab. Aku pasti menikahi mu?," kata Jin Yuan dengan tegas dan penuh keyakinan penuh.


"Kalau kau bisa menghadapi kakak-kakak ku dan orang tua ku. Aku pasti tanpa ragu akan menerima lamaran mu," kata Feng May.

__ADS_1


"Baik," jawaban mantap diberikan oleh Jin Yuan.


Feng May memandang lelaki dihadapannya itu dengan sedikit khawatir. Karena ia tahu sifat kakak dan ayahnya yang tidak akan membiarkan satu orang pria yang tidak jelas siapa dia, bagaimana sifatnya, ditambah dengan anggota Kerajaan. Pasti akan banyak pertentangan dari ayah dan kakak-kakaknya.


"Hmm sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan kita yang sudah tertunda lama sekali," katanya sambil berdiri.


Ditengah-tengah perjalanan.


"oh ya apa kau pernah dengar tentang pertempuran antar akademi? Apa kau bisa memberitahuku?," tanya Feng May dengan antusias.


"hmm..itu adalah pertarungan antara seluruh akademi yang berada di 4 Kerajaan. Akademi yang dapat memenangkan seluruh pertandingan dan muridnya memasuki 3 besar akan menjadi akademi favorite dan peringkatnya juga akan meningkat," katanya menjeda sebentar kata-katanya.


"Dan siswa yang masuk 3 besar akan mendapatkan hadiah dari kekaisaran, lalu akademi biasanya akan menempatkan murid yang memenangkan pertandingan menjadi murid dalam atau murid inti," katanya lagi.


"Biasanya pihak akademi akan menetapkan bahwa bila ada muridnya yang menempati peringkat 20 besar maka ia akan dipromosikan," ucapnya.


"Dan kebanyakan yang terpilih adalah mereka yang lulus seleksi pemilihan dan juga murid-murid terbaik akademi. Terkadang murid dari para tetua juga akan mengikuti pertandingan tersebut setelah mendapatkan ujian dari gurunya," ungkapnya.


Feng May hanya manggut-manggut sambil mulutnya berbentuk o.


"Berarti murid no. 1 diakademi juga akan ikut nah?," tanyanya.


"Seharusnya akan ikut. Karena jika akademi yang terus dikalahkan secara terus menerus maka secara otomatis peringkatnya juga akan turun," ungkapnya.


Feng May manggut-manggut mengerti. Mereka berdua terus melanjutkan perjalanan sambil sesekali bercerita tentang para tetua dan murid akademi Utara. Feng May juga terus bertanya tentang pertandingan 4 Kerajaan, dan Jin Yuan dengan sabar menjawab semua pertanyaan gadisnya tersebut.


Mereka sampai digerbang teleportasi.


"Kalian langsung saja melewati lubang teleportasi tersebut dan kalian akan sampai dijalan terakhir menuju ujian sekolah akademi Utara," ucap suara misterius.


"Apa hanya ini saja yang kita dapatkan. Dan kita malah dirugikan karena adanya kabut cinta tersebut," Feng May memprotes kesal.


"Bukankah kekuatan kalian telah meningkat," ucapnya.


"Iya, lalu kita tidak mendapatkan hadiah apapun. Setidaknya kau bisa memberikan kami bahan obat atau senjata spirit kan. Pelit sekali," protes Feng May dengan keras.


"Haah sungguh gadis perhitungan," ucapnya.


"Biar saja. Memangnya ada masalah kalau aku perhitungan. Hey kami sudah dirugikan olehmu dan kau sama sekali tidak memberi kompensasi kepada kami berdua," protesnya lagi.

__ADS_1


"Hahaha sudahlah May'er, jangan protes lagi. Mungkin pemilik tempat ini sebelumnya adalah orang miskin," kata Jin Yuan menenangkan Feng May yang masih protes.


__ADS_2