
"Dewa....Sura" gumam kaisar
Dahulu kala ada seseorang yang mendapatkan julukan dewa sura. Ia mengerti hukum kematian, dan ia memiliki medan yang bernama medan kematian. Namun orang itu telah lama mati. Kelompok cahaya memburu orang itu dan memusnahkannya.
Sudah sangat lama aku tidak mendengar nama itu. Jika benar gadis itu adalah dewa sura maka entah menjadi bencana atau keberuntungan untuk Kerajaan Carta. Orang yang menguasai medan kematian adalah orang yang sangat kejam. Mereka tidak memiliki belas kasih sama sekali. Jika benar ia adalah keturunan dewa sura maka ia harus diuji dibawah medan cahaya suci.
Jika ia membahayakan maka ia harus segera dibunuh. Kaisar menghela nafas panjang, kemudian kembali menyaksikan pertandingan.
Pertandingan selanjutnya dapat dinilai sangat membosankan. Dari 250 orang kini tersisa 100 orang yang akan dibawa untuk unjuk gigi pada pertarungan antara 4 Kerajaan.
Pangeran Kerajaan Carta yang dapat mengikuti pertarungan antara 4 Kerajaan. Hanya putra mahkota, pangeran ke-4 dan terakhir pangeran ke-7. Mereka menempati posisi ke-3 sampai ke-6. Sedangkan posisi pertama diduduki oleh gadis bertudung, posisi ke-2 diisi oleh Feng Mu.
Posisi ke-3 diisi oleh pangeran ke-4 dan posisi ke-5 diisi oleh pangeran mahkota. Para peserta yang berhasil menduduki peringkat 5 besar akan dihadiahi sebuah senjata atau ramuan untuk meningkatkan kekuatan dari kaisar Kerajaan Carta sendiri.
Namun tak berapa lama kemudian, muncullah perwakilan dari akademi cahaya suci. Akademi ini hanya menerima seseorang yang beratribrut cahaya.
"Kami merasakan ada seseorang yang memiliki medan kematian. Apakah anda? jika iya maka tolong kerja sama anda, agar kami dapat menyelesaikan tugas kami." kata salah seorang dari mereka dengan nada menghina
Feng May menatapnya kemudian ia mengatakan bahwa mereka dapat menggunakan medan cahaya suci secara bersamaan. Mereka terkejut, siapapun yang menguasai kegelapan akan sirna hanya dengan terkena sedikit cahaya suci. Namun gadis ini malah ingin agar mereka semua menggunakan kekuatan cahaya suci yang ada dalam diri mereka.
Tanpa diduga ketua pendiri akademi cahay suci datang kekerajaan Carta. Banyak yang terkejut dengan kedatangannya. Setelah ia memandang kearah Feng May dengan tajam ia mengeluarkan medan cahaya suci dari tubuhnya. Sekalipun medan cahaya sangat sukar dilihat karena sangat terang, namun ketua pendiri akademi cahaya suci melindungi tubuh semua orang yang ada disekitar tempat itu.
Karena perlindungan yang diberikan olehnya. Semua orang dapat melihat medan cahay milik ketua pendiri menekan Feng May. Namun gadis bertudung itu tetap pada posisinya. Ia tetap berdiri tegak tak berkutik dari tempatnya berdiri. Ia bahkan masih tersenyum kearah ketua pendiri.
__ADS_1
Feng May mengeluarkan medan cahaya miliknya, namanya adalah medan matahari. Medan itu adalah peninggalan dari seorang yang memiliki julukan sebagai simbol cahaya. Ialah yang memiliki medan cahaya matahari tersebut.
"Tuan apakah itu anda?" Tanya gemetar
Perlahan-lahan medan cahaya suci memudar bahkan hilang tak berbekas. Semua orang tercengang dengan yang dilihatnya. Bukan hanya menguasai medan kematian namun juga dapat menggunakan medan cahaya matahari.
Feng May membuka tudungnya dan tersenyum kearah ketua pendiri akademi cahaya suci. Selanjutnya ia memandang kearah tubuhnya.
"Aku menguasai semua medan cahaya, namun disisi lain aku menguasai medan kematian. Aku juga menguasai semua hukum. Termasuk hukum cahaya dan kematian maupun kegelapan. Tetapi banyak yang mengatakan bahwa aku lemah. Tuan yang kau panggil sebagai tuan adalah seseorang yang mengajari medan cahaya matahari kah? Ia adalah ayah angkatku sekaligus guruku." katanya sambil tersenyum
Banyak yang tercengang mendengar penjelasan dari Feng May. Namun gadis itu masih tersenyum. Seluruh keluarga Feng terkejut namun hanya sementara setelah itu mereka hanya tersenyum.
"Apa aku bisa bertemu dengan tuan?" tanyanya
"Nona apa anda dapat memasuki akademi kegelapan?" Tanya seseorang setelah memberi salam kepadanya
"Guru mengatakan bahwa aku tidak boleh masuk keakademi cahaya atau kegelapan." katanya
"Tapi anda adalah penerus dari medan cahaya matahari."
Feng May menghela nafas panjang. Ia menjelaskan bahwa ia telah diberi pesan bahwa ia tidak diijinkan masuk keakademi cahaya atau kegelapan. Ditambah lagi didalam dirinya terdapat Phoenix yang mungkin sewaktu-waktu akan menariknya kedunia atas dan tinggal ditempatnya. Sampai saat itu bahwa ras manusia tidak akan dapat berbuat apa-apa.
Para utusan dari kedua akademi tersebut menganggukkan kepala bersamaan. Mereka mengerti apa yang dimaksud oleh gadis itu. Jika ia berpihak pada salah satu akademi tersebut, maka otomatis akan terjadi perang besar diantara keduanya. Dan pastinya perang itu akan memakan banyak sekali korban jiwa.
__ADS_1
"Kalau begitu apa kau punya master. Karena gurumu sudah tidak bersama mu." katanya
Ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Kemudian mengatakan bahwa akan ada orang yang menjadi masternya. Namun ia saat ini masih sangatlah lemah. Setelah mendengar jawaban dari gadis itu kedua utusan dari kedua akademi tersebut mengangguk dan segera berpamitan kepada kaisar dan juga kepada semua orang yang ada ditempat itu.
Mereka juga meminta maaf atas kelancangan mereka. Kaisar memaklumi mereka dan juga mengucapkan selamat jalan kepada mereka. Setelah kepergian para utusan itu mereka semua menatap kearah Feng May.
"Ekhm.. Nona apa anda dari keluarga Feng?" Tanya kaisar
"Benar yang mulia." jawabnya
"Sungguh luar biasa keluarga Feng memiliki bibit yang unggul diantara semua generasi muda yang ada dikerajaan Carta." katanya
"Yang Mulia terlalu memuji." jawab tetua pertama
Kaisar nampak tersenyum dengan bangga sekali. Ia menganggukan kepala dan kemudian ia memerintahkan pelayan agar membawa hadiah untuk peringkat 5 besar. Kaisar mengatakan bahwa Feng May dapat memilih lebih dulu.
Feng May menatap satu-persatu senjata dan ramuan obat yang dipegang oleh pelayan. Pelayan sebelah kanan memegang 5 senjata. Yaitu panah dan pedang. Sedangkan pelayan sebelah kiri masing-masing memegang ramuan obat.
Saat Feng May menatap kearah senjata dan ramuan obat itu. Phoenix dalam dirinya bergejolak meminta sebuah ramuan yang bernama api sembilan warna. Ia mengambil barang tersebut, namun tiba-tiba ramuan itu bergerak melayang diudara. Begitu juga dengan yang lain.
Ia melihat kearah ramuan itu dan mengeluarkan aura membunuh yang ditujukan khusus untuk ramuan itu. Tak berapa lama akhirnya ramuan itu datang menghampirinya dan berada digenggamannya.
Kemudian ia menoleh kearah kaisar dan mengatakan bahwa ia menginginkan ramuan ini. Kaisar menganggukan kepalanya dan kemudian giliran yang lainnya memilih. Feng Mu memilih sebuah pedang yang tipis namun berat. Pedang itu bernama pedang Blackstone.
__ADS_1