
Setelah 29 menit 30 detik, akhirnya Zhu Ling berhasil menusuk jantung monster tersebut dan membuat monster tersebut roboh.
Mereka bertiga berkumpul kembali dan duduk bersandar ditubuh monster tersebut, nafas mereka ngos-ngos an dan dada mereka naik turun.
"Terimah kasih atas bantuan anda tetua muda Zue," kata Chen Sui masih dengan nafas ngos-ngos an.
"Tidak perlu memanggilku dengan embel-embel tetua. Pangil aku Zue Che," katanya dengan memejamkan mata berusaha menetralkan nafasnya.
"Baiklah," katanya.
Disisi lain....
Feng May terus berjalan beriringan dengan Jin Yuan.
"Kemana semua monster ini kenapa tidak ada yang ingin muncul dihadapanku?," Keluh Feng May.
"Mungkin mereka tahu bahwa kau orang yang sulit dihadapi," jawab Jin Yuan sambil terkikik.
"Nona apa kau akan menikah dan memiliki 6 orang suami nantinya?" tanya Jin Yuan sambil memandang Feng May.
"Tentu saja tidak, Aku hanya akan menikah dan memiliki 1 orang suami. Dan setia hanya padanya,"
"Apa kau tidak berfikiran seperti sang ratu?,"
"Ayolah kak Lang. Cerita sang ratu hanyalah sebuah dongeng, Aku bukan dia," katanya.
"Bagaimana jika kau adalah dia?," tanyanya dengan hati-hati.
"Jika aku adalah dia aku tetap akan menikah dengan 1 orang suami," jawabnya dengan sangat tegas.
"Hmm baiklah aku mengerti," kata Jin Yuan.
"Aku harap suami mu nantinya adalah aku," batinnya.
Jin Yuan sangat senang saat mendengar kata-kata Feng May bahwa ia hanya akan memiliki seorang suami. Dan lagi hukum dibenua ini adalah wanita hanya boleh memiliki seorang suami.
"Semoga disaat mereka muncul kau tetap dirimu yang tidak akan goyah dengan ketampanan seseorang," batinnya sambil tersenyum memandang kearah Feng May.
"Nona bagaimana jika kau telah menikah dan dilamar oleh seorang pria yang lebih tampan dari suamimu?," tanyanya.
"Aku bukan orang yang mudah tergoyahkan dengan hal seperti itu. Tapi...," katanya menggantungkan kalimatnya.
"Tapi.. apa?," tanya Jin Yuan penasaran.
"Jika ia lebih kaya dari suamiku mungkin akan aku pertimbangkan untuk menerima lamarannya," katanya sambil tertawa keras saat melihat wajah kesal Jin Yuan mendengar jawaban dari nya.
"huh kau sangat matrerialistic," katanya dengan kesal dan berjalan mendahului Feng May.
"Hahaha aku bukan nya matreriaslistik. Tapi realistic," katanya masih tertawa melihat tingkah kesal Jin Yuan.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan beriringan dengan Feng May yang masih menggoda Jin Yuan.
Diarea tengah...
Feng May dan Jin Yuan terus berjalan beriringan sampai mereka bertemu dengan Chen Sui, Zhu Ling dan juga Zue Che.
" Ah adik seperguruan dari mana kau? lalu siapa pemuda itu?," tanyanya saat melihat kedatangan Feng May.
"Dia adalah kak Lang. aku bertemu dengannya saat masuk kedalam lembah monster," jawabnya santai.
Chen Sui menganggukan kepalanya dan kedua ketiga orang pria lainnya saling pandang.
"Kemarilah," ajak Chen Sui kepada Feng May.
"Waah apa kalian berhasil mengalahkan monster level 7 itu?" tanyanya sambil berjalan menuju kearah Chen Sui.
Kedua pria yang berada disebelah Chen Sui menganggukan kepalanya.
"Keren...," puji Feng May.
Mereka bertiga tersipu saat mendengar pujian Feng May. Sekalipun banyak gadis yang memuji mereka bahkan tidak sedikit yang menyatakan perasaan untuk mereka, namun entah kenapa saat mendengar pujian dari Feng May mereka merasa senang.
"ekhm.. bagaimana denganmu adik seperguruan?," tanya Chen Sui.
"Aku berjalan dari arah sana (sambil menunjuk arah ia datang) namun tidak menemukan satupun monster yang ingin muncul dihadapanku," katanya dengan kesal sambil menggembungkan pipinya.
"Hihihi benar apa yang dikatakan oleh Chen Sui," timpal Zhu Ling.
"Benar apa lagi kau memiliki pedang Phoenix bagaimana mereka bisa melawanmu jika aura dalam pedangmu saja menakuti mereka," kata Zue Che.
Feng May mendengus kesal. Padahal pedang Phoenix miliknya telah ia simpan dalam ruang penyimpanan pemberian gurunya. Bagaimana bisa aura pedang itu menakuti monster disini.
Mereka semua tertawa melihat tingkah Feng May yang kesal dan msih menggerutu tak jelas.
"Sudahlah tidak usah dipikirkan," kata Jin Yuan.
"Benar. Oh ya kenalkan dia adalah Zhu Ling," kata Chen Sui mengenalkan Zhu Ling kepada Feng May dan Jin Yuan.
Feng May dan Jin Yuan menganggukan kepalanya.
"kenalkan namaku Jin Yuan," katanya.
"Aku sepertinya pernah mendengar nama Jin Yuan," kata Chen Sui sambil mencoba mengingatnya.
Mereka ber-3 memandang kearah Chen Sui.
"Lain kali saja aku akan perkenalkan diri dengan formal," katanya.
Mereka semua yang mendengar kata-kata Jin Yuan langsung menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Kalau begitu kita lanjutkan perjalanan," kata Zhu Ling.
Mereka melanjutkan perjalanannya sampai disebuah goa.
"Sepertinya ini goa Killin," kata Jin Yuan.
"hmm," jawab Zue Che.
"Apa kau pernah berpikir dengan seseorang dari alam atas yang turun kebumi untuk mencari permaisuri," bisik Jin Yuan kepada Feng May.
Feng May memalingkan wajahnya sampai berhadapan dengan wajah Jin Yuan.
"Apa yang dimaksud oleh kak Lang?," pikirnya.
Feng May menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Dan Jin Yuan tersenyum melihat respon gadis itu.
"Apa mungkin ada seorang dari alam atas turun kemari? Tapi bagaimana mungkin mereka menghampiri lembah monster bukan kegiatan siluman?," tanya Chen Sui dengan wajah heran.
"Mungkin mereka penasaran dengan wajah para monster disini," jawab Feng May asal.
Jawaban asal Feng May membuatnya menjadi pusat perhatian dari ke-4 orang pria ditempat tersebut.
Sesaat kemudian mereka ber-4 tertawa, bahkan para tetua yang berada ditempat aula pengawasan tertawa mendengar jawaban Feng May.
"Hahaha aduh perutku sampai sakit," kata Chen Sui sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa.
"Hahaha," Jin Yuan pun tertawa terbahak-bahak sambil mengusap air mata nya.
Feng May heran dengan mereka semua.
"Apa yang kalian tertawakan?," tanyanya dengan wajah polos.
Sontak saja mereka kembali tertawa terbahak-bahak bahkan Zhu Ling sampai terduduk memegangi perutnya.
Sedangkan Jin Yuan bersandar kepada pohon disampingnya karena lemas akibat terlalu banyak tertawa.
"Hey apa kau bodoh, Aku bahkan sampai terbahak-bahak disini," kata BuBo.
"Memangnya apa yang kalian semua tertawakan?," tanyanya heran.
"Hah hahaha sudah sudah. Haah ada-ada saja," kata Zue Che.
"May'er orang dari alam atas turun kebawah untuk menyegel hutan siluman agar tidak mengganggu ras manusia," kata Chen Sui.
"Benar kemungkinan mereka kesini untuk mengawasi lembah monster. Kau tahu kan bahwa segel hutan siluman semakin melemah. Dan hutan itu berdampingan dengan lembah monster," jelas Jin Yuan.
"Para siluman itu bisa saja menerobos kemari dan membahayakan ras manusia," lanjut Zhu Ling.
Feng May hanya ber o ria mendengar jawaban dari ke-4 pria tersebut.
__ADS_1