Feng May

Feng May
Episode 23


__ADS_3

Di pasar ibukota Kerajaan Carta....


Mereka bertiga sangatlah mencolok. Bukan hanya sangat tampan tetapi mereka bertiga dikenal sebagai anak muda yang berbakat dan juga tuan muda keluarga Feng yang dikenal sebagai keluarga yang sangat terkenal dikerajaan Carta.


Feng Mu memandang kesekitar pasar bahkan ia memperhatikan setiap sudut pasar dan orang-orang yang ada dipasar. Feng Kai dan Feng Zu menatapnya sambil melihat kesekitar pasar mencari batang hidung Feng May.


Ditempat lelang milik keluarga Luo...


Feng May menghadiri pelelangan yang dibuka untuk umum. Semua orang dapat hadir keacara lelang ataupun melelang barang yang ingin mereka lelang. Tidak banyak bangsawan yang hadir dalam pelelangan tersebut. Namun mereka semua adalah bangsawan terkemuka dikerajaan Carta.


Bahkan pangeran Kerajaan Carta ikut berpartisipasi dalam pelelangan tersebut.


"Hmmm... Sepertinya ada yang menarik dalam pelelangan ini. Bahkan anggota Kerajaan ikut berpartisipasi dalam pelelangan ini." katanya dalam hati.


Ditempat lelang lantai 3...


Tempat duduk para pangeran


"Kakak lihatlah gadis yang bertudung itu. Aku yakin ia sangat cantik jika tudungnya dibuka." kata pangeran ke-7


Pangeran ke-3 melihat kearah gadis yang dibicarakan oleh adiknya. Ia sedikit tersenyum.


Feng May yang merasakan bahwa ada seseorang yang melihatnya, Ia langsung mendongakkan kepalanya kearah tempat duduk pangeran. para pangeran tersentak kaget mendapati tatapan tajam darinya.


"Hmm gadis kecil yang menarik." kata putra Mahkota


Bahkan pangeran ke-4 yang dikenal sangat dingin pun tertarik padanya. Para pangeran melihat kedua pangeran yang tidak pernah tertarik pada seorang gadis begitu ingin tahu gadia bertudung itu membuat mereka kaget, Dan juga penasaran sebenarnya siapa gadis yang dapat menarik perhatian pangeran mahkota dan pangeran ke-4.


Pelelangan dilanjutkan seperti biasanya. Banyak barang yang sangat bagus ditempat lelang tersebut namun tidak ada satupun yang menarik perhatian Feng May. Sampai pada barang ke-15 yang adalah sebuah kipas giok.


"Ini adalah kipas giok dari daratan Utara. Kipas ini pernah dipakai oleh wanita yang mendapatkan julukan dewi es dari daratan Utara. Harga awalnya adalah 10 koin emas." kata juru lelang


Feng May mengangkat tangannya, namun ada 1 orang lagi yang mengangkat tangannya. Selain Feng May satu orang lainnya adalah pangeran ke-4. Mereka berdua berpandangan satu sama lain. Ia dan pangeran ke-4 sama-sama memberikan tatapan tajam yang dingin kepada satu sama lain.

__ADS_1


"Nona aku menginginkan kipas giok ini jadi tolong mengalahlah, Dan aku akan memberikan kompensasi untukmu." katanya


"Didalam pelelangan harga tertinggilah yang akan mendapatkan barangnya." jawabnya


Semua orang terkejut dengan keberaniannya membalas kata-kata dan menatap mata pangeran ke-4 dengan penuh keyakinan. Banyak orang yang berbisik yang mengatakan bahwa ia sangat berani melawan pangeran ke-4 yang dikenal sebagai tiran gila dikerajaan bahkan tetangga Kerajaan Carta juga memberikan julukan tiran gila padanya.


"Nona kau mengalah saja jika masih ingin hidup." kata seseorang memberi nasihat padanya.


Ia mengucapkan terimah kasih atas peringatan orang tersebut namun ia tetap ingin mendapatkan kipas giok tersebut.


"Nona kulihat kau hanya seorang pendekar level 7, Kau yakin masih ingin melawan ku?" tanyanya


"Tuan kau bukan satu-satunya yang hebat." jawabnya lantang


Pangeran ke-4 tersenyum menatap kearahnya. Sedangkan ia menatap tajam kearahnya.


"Baiklah kalau begitu aku.. tidak akan menyerah." katanya


"Terimah kasih atas pujian anda Nona." jawabnya sambil tersenyum.


Semua orang merinding melihat senyuman pangeran ke-4. Pangeran mahkota hanya tersenyum saja dan pangeran lainnya hanya diam saja.


Pertarungan antara pangeran ke-4 dan Feng May masih terus berlanjut sampai akhirnya pangeran ke-4 menawar dengan harga 100 koin emas, Barulah Feng May diam dan mengatakan bahwa kipas giok tersebut menjadi milik pangeran ke-4. Pangeran ke-4 terlihat kesal dengan keputusan Feng May, Ia merasa dipermainkan.


"Hahaha adik ke-4 sepertinya ia adalah gadis yang pendendam." kata pangeran mahkota


"Yah..Aku telah ditipu oleh gadis bertudung itu." katanya sambil menatap kearah gadis bertudung


Feng May masih fokus pada pelelangan, Kemudian ia melihat ketempat para pangeran dan melihat bahwa pangeran ke-4 menatapnya. Ia menjulurkan lidah mengejeka pangeran ke-4. Kemudian ia memalingkan wajahnya.


Pangeran ke-4 sangat kesal bahkan gelas yang dipegangnya sampai pecah. Pangeran yang lain kecuali pangeran mahkota terkejut bahkan takut untuk berada didekatnya. Bahkan pelayan melangkah menjauh dari ruangan tersebut.


Feng May melihat keatas dan tersenyum mengejek sambil menjulurkan lidahnya kearah pangeran ke-4. Ia semakin geram namun ia masih tetap tersenyum.

__ADS_1


"Hihihi... Ah wajah pangeran ke-4 itu sangat lucu. Ia sangat marah namun masih menjaga imagenya." dalam hati Feng May sambil terkikik


Pelelangan dilanjutkan kembali...


"Kali ini adalah hewan beast berlevel 12 ular ungun beratribut listrik. Hewan ini ditangkap oleh Tuan Muda Gu, Gu Yangju. Harga Awalnya adalah 1000 koin emas." kata juru lelang


Feng May memandang kearah ular ungu itu.


"Aku menawar 1200 koin emas." teriak seseorang dari lantai atas dengan lantang


Ternyata adalah tuan putri An. Dia beratribut angin. untuk apa ia menginginkan ular ungu itu. Pasti hanya ingin pamer.


"Kakak putra mahkota aku ingin ular ungu itu. Aku juga beratribut listrik, jadi bisakah aku mendapatkan ular ungu itu?" kata pangeran ke-7


Putra mahkota tersenyum kearah adiknya. Kemudian ia berdiri.


"Tuan putri An, Adikku menginginkan ular ungu itu, tolong anda mengalah. Dan lagi atribut anda berbeda dengan ular ungu ini." katanya


"Apa yang dikatakan oleh pangeran mahkota benar. Atribut milikmu adalah angin sedangkan ular ungu itu beratribut listrik. Tidak cocok dengan mu." kata putra tertua perdana menteri An


Putra tertua perdana menteri An, An Gu memiliki wajah yang sangat tampan dengan fisik yang sangat sempurna. Ia berwatak dingin namun penuh kasih. Ia sangat jarang tersenyum ataupun berbicara dengan orang lain. Wataknya juga sangatlah tegas seperti ayahnya.


Putri An terus menaikkan harganya dan putra mahkota terus menaikkan harganya. Sampai harganya mencapai 1 juta koin emas. Putra mahkota meminta agar putri An Ping berhenti menawar, ia berjanji akan memberikan kompensasi kepadanya. Namun putri An Ping terus menaikkan harganya.


Akhirnya tuan muda Gu Yangju menyelah.


"Tuan putri An Ping dan pangeran mahkota tolong berhentilah berdebat. Kita putuskan secara adil saja." katanya


Putra mahkota dan tuan muda An Gu menganggukan kepalanya. Putri An Ping hanya menganggukan kepalanya karena mendapatkan tatapan tajam dari Kakaknya.


Tuan muda Gu tersenyum dan kemudian menatap kearah Feng May. Sambil tersenyum ia berjalan mengarah ketempat Feng May.


"Nona muda Feng, apakah Saya dapat meminta kepada anda untuk memutuskan hal ini. Saya masih bingung harus bagaimana mengatasinya. Jika dibiarkan terus pelelangan ini tidak akan berakhir." katanya sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2