
"Ka...Ehm..maksudmu tetua pertama, masuk kedalam salah satu akademi besar harus memenuhi kualifikasi terlebih dahulu. Bahkan anakku belum menjadi murid resmi dari akademi Zhong ataupun akademi Utara. Bagaimana bisa aku meminta agar mereka memasukkan Chu Shiya?," tanyaku
Terlihat bahwa seluruh tetua ditempat tersebut tidak puas dengan jawaban ku. Mereka menyipitkan matanya bahkan mengeluarkan aura intimidasi. Jika dulu mungkin aku akan langsung bersujud dan meminta ampun, bahkan berusaha sekuat mungkin untuk menjadi yang terbaik dihadapan kakek dan tetua yang lainnya. Namun tidak mulai hari ini. Aku harus berdiri tegak untuk putra dan putriku.
"Kau belum melakukan apapun, bagaimana kau tahu bahwa kau tidak bisa meyakinkan anak-anak mu? kau sungguh mengecewakan Ziyao," kata seorang wanita yang dipanggil sebagai ibu olehku.
Aku menoleh menatap matanya yang sangat tajam. Terlihat jelas bahwa ada kebencian didalam tatapan wanita tua itu. Aku sungguh membenci diriku yang sangat lemah dengan wanita ini. Mengapa wanita ini yang menjadi ibuku. Karena perlakuannya yang semena-mena padaku dulu membuatku bertekad untuk membuang jauh-jauh marga Chu. Namun karena kesalahan ku saat menjalankan misi aku tertangkap oleh anggota keluarga Chu dan kembali kedalam keluarga ini.
"Kami tidak perduli pokoknya kau harus membantu cucuku Chu Shiya masuk kedalam akademi Utara atau akademi Zhong," katanya penuh penekanan.
"Baiklah aku akan berusaha sebisaku. Tapi semua kembali kepada keputusan anak-anak ku," kataku.
flashback off
Jika saja aku tidak mengikuti permintaan keluarga bermarga Chu. Aku tidak akan memiliki jarak dengan anak-anak ku. pikir Chu Ziyao.
Mulai hari ini aku akan kembali keistana es. Aku harus meminta bantuan ibu ratu untuk membantuku melindungi anak-anak ku, dan juga melepaskan marga Chu dari namaku. pikir Chu Ziyao.
Chu Ziyao berlalu meninggalkan tempat itu, ia berjalan kembali kekediaman keluarga Feng.
Sesampainya dikediaman Feng, ia bergegas keruangan suaminya.
"Tuan permisi," katanya dengan sopan.
"Masuklah, ada apa?," tanyanya.
"Emm..Aku ingin pergi keistana es selama beberapa bulan kedepan," katanya dengan gugup menunggu reaksi dari suaminya.
Feng San terkejut untuk sejenak, sampai kemudian ia menormalkan kembali ekspresi wajahnya dan menatap wajah istrinya.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa kau harus kembali keistana es?," tanyanya dengan tatapan sendu kearah istrinya.
"Aku ingin mengakhiri semuanya. Aku ingin melindungi seluruh orang-orang yang aku sayangin. Aku hanya akan pergi selama beberapa bulan tidak akan sampai 1 tahun, Jika selama 3-6 bulan aku belum kembali. Kau bisa meminta May'er untuk menjemputku," katanya sembari meyakinkan suaminya.
"Apa hubungan May'er dengan istana es?," tanyanya.
"Aku tidak tahu. Tapi aku merasa bahwa ia bisa keistana es tanpa halangan, bahkan mungkin ia bisa keluar masuk sesuka hatinya," katanya dengan pandangan menerawang.
Feng San terlihat menatap istrinya dengan intens. Mencari kejujuran dimata sang istri. Kemudian ia menghela nafas panjang.
"Baiklah, tapi kabari aku terus. Jika kau merasa kesulitan kau bisa memberitahuku aku akan langsung menghubungi May'er agar langsung menjemputmu diistana es," katanya.
Chu Ziyao menganggukan kepalanya dan kemudian memberikan sebuah lencana sihir penghubung untuk menghubungi suaminya.
"Aku akan pergi," katanya sambil tersenyum.
Feng San menganggukan kepalanya dan memandang kearah istrinya yang akan pergi keistana es. Ia berharap bahwa istrinya akan segera kembali kepadanya.
Ia tahu bahwa dirinya masih sangatlah lemah dibandingkan dengan orang-orang dari istana es tersebut. Namun ia berusaha untuk dapat menjadi perisai bagi anak dan istrinya. Namun ia masih sangatlah lemah dibandingkan dengan orang-orang dari wilayah tersebut.
"Ak sudahlah semoga saja Ziyao baik-baik saja. Jika selama 3 bulan aku tidak melihatnya kembali dan tidak ada kabar. Aku ****akan**** datang kesana dan menjemputnya," katanya.
Didalam wilayah akademi Utara...
"Hay...Perkenalkan namaku adalah Shu Fey. Siapa namamu?," tanya seorang gadis kepada Feng May.
"Feng May," jawabnya singkat.
"hmm..kau bisa memanggil ku FeFey," katanya sambil memandang Feng May.
__ADS_1
Feng May hanya menganggukan kepalanya tanpa menoleh sedikitpun. Disebelah kanannya ada seorang gadis yang pendiam, ia terlihat sangat lemah. Dan FeFey pun mengajaknya berbicara panjang lebar.
(Feng May POV)
Haah kenapa aku harus berada disini dengan gadis yang sangat pendiam ini, ia bahkan terlihat sangat rapuh.
Tak berapa lama pun ada seorang gadis yang memperkenalkan dirinya bernama Shu Fey, ia mengajakku bicara meski aku hanya menanggapi perkataannya ala kadarnya.
Tak berselang lama setelah aku dan dia saling diam, Ia mengajak gadis disebelahku berbicara. Meski gadis itu menanggapi perkataannya dengan senyuman namun terlihat jelas bahwa gadis itu sangat canggung bahkan terlihat tidak nyaman.
"Hey apa kau bisa diam. Aku tidak bisa berkosentrasi karena suaramu yang sangat cempreng itu!," kataku agar ia menghentikan ocehannya.
" kenapa memangnya kalau suara ku cempreng? Ibuku bilang suaraku bagus kok? Bankah banyak orang yang ingin mendengarku bernyanyi?," katanya bertubi-tubi.
Gadis ini bukannya diam malah semakin menjadi-jadi. Dan aku hang mendengarnya hanya menghela nafas panjang dan akhirnya aku memandang kearah lain.
"Kenapa kau hanya diam saja?," tanyanya padaku yang tetap memilih mendiamkannya.
"FeFey apa yang kau lakukan?," tanya seorang pria kepada gadis tersebut.
Aku menatap kearah sumber suara tersebut. Ia tersenyum kearah adiknya, kemudian menghampiri tempat kami berdiri. Karena penampilannya yang menonjol sekaligus wajahnya yang tampan, jadi banyak pasang mata yang menatapnya kagum.
Aku yang melihat kearahnya hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi sama sekali. Aku sudah sering menatap wajah tampan ditempat ini. Bahkan para pria didalam kediaman keluarga Feng hampir semua tuan mudanya tampan dengan akut.
Jadi karena aku telah terbiasa dengan wajah pria tampan sejak sampai didunia ini aku jadi terbiasa, bahkan sama sekali tidak memuja atau bahkan kagum. Pada abad 21 memang ada pria tampan tapi sangat langkah, sedangkan didunia ini malah banyak sekali aku sampai muak.
Seharusnya gen tampan pada masa-masa ini dipertahankan, jadi gen tampan dan cantik akan terus ada sampai abad 21. Sepertinya sebelum abad 21 semua manusia bergen baik punah dan menjadi sangat langkah. Ya Tuhan jika boleh aku ingin melestarikan gen-gen tampan yang ada didunia ini.
Aku hanya menghela nafas panjang, tanpa menoleh sama sekali kesamping kiriku.
__ADS_1
"Apa kau menganggu nona-nona ini?," tanyanya lada sang adik.
Adiknya hanya menggelengkan kepalanya sambil bergelayut manja dilengan kakaknya.