
"Lalu?," tanya Feng May tidak mengerti. "Ayah ingin agar kau pergi membawa ibu kembali kekeluarga Feng," kata Feng Mu. "Bagaimana caranya?," tanya Feng May. "Entahlah ayah mengatakan bahwa kau sudah mendapat ijin dari ratu es," jawab Feng Mu.
Feng May nampak berfikir ia mengingat bahwa beberapa saat yang lalu ia memang sempat bertemu dengan ratu es saat menggunakan jurus hawa es absolut ketika menghadapi singa api. "Apa mungkin saat ia berniat memberiku mahkota ia telah memberi tanda ijin ya?," gumam Feng May dalam hati.
"Ada apa May'er?," tanya Feng Mu. "Ah tidak ada apa-apa," jawab Feng May. "Kalau begitu aku akan melanjutkan latihan ku dan setelah itu aku akan meminta ijin untuk pergi keistana 9 es absolut nanti," sambung Feng May. "Iya kalau begitu aku akan kembali kekamar ku dan beristirahat," pamit Feng Mu yang dijawab anggukan kepala oleh Feng May.
Feng May kembali masuk kedalam ruang dimensi dan melanjutkan latihannya.
Keesokan harinya...
__ADS_1
"Yang mulia saya hanya ingin berpamitan untuk pergi karena saya memiliki urusan yang mendesak," pamit Feng May kepada pangeran Zhong Shan. "Ah ternyata seperti itu! Hmm baiklah tidak masalah kalau memang masalahnya sangat mendesak" jawab pangeran Zhong Shan.
"Terima kasih yang mulia! kalau begitu saya pamit," ucap Feng May. Dan kemudian Feng May berjalan keluar setelah pangeran Zhong Shan menganggukkan kepalanya. Feng berjalan keluar dari kediaman pangeran, setelah itu ia keluar dari daratan dewa dengan mengendarai elang api.
"Aku akan pergi keistana es sambil berlatih," gumam Feng May. Feng May berjalan menyusuri semua tempat dan juga melawan hewan beast yang berniat menyerangnya.
2 Minggu kemudian...
"Sepertinya ada pertarungan didepan sana," gumam Feng May kemudian berjalan menuju ketempat auman beast tersebut. Dari arah depan Feng May dapat melihat dengan jelas seekor hewan beast surgawi, Macan es surgawi melawan laba-laba api Nirvana.
__ADS_1
"Sepertinya macan itu tidak akan bertahan lama, karena selain sudah terluka macan itu sudah kehabisan energi," gumam Feng May. "Bantuin tidak ya?," gumam Feng May sambil berfikir.
"Ah lihat saja dulu ya," kata Feng May. Feng May menonton pertarungan sambil memakan popcorn yang telah ia buat dengan tungku. Feng May menonton pertarungan tersebut seperti menonton bioskop.
Macan es surgawi terlempar dan terheran jaring laba-laba api Nirvana. "Yahh kasian," gumam Feng May. Setelahnya Feng May dengan segera melemparkan pisau yang sudah dilengkapi dengan atribut es milik Feng May. Jaring laba-laba itu terlepas dan macan es surgawi itu terlepas dari jeratan jaring tersebut.
"Siapa yang berani menggangguku!! Dasar bajingan tengik!! Perlihatkan dirimu itu hah," teriak laba-laba api Nirvana. Feng May memunculkan dirinya dan berdiri menantang laba-laba api Nirvana tersebut.
"Kau...kau yang sudah berani menganggu acara makan siang ku hah?!," teriak marah laba-laba api Nirvana tersebut. Feng May mengerjap-ngerjapkan matanya sambil memandangi macan es surgawi dan laba-laba api Nirvana bergantian.
__ADS_1
"Bagaimana caramu makan macan itu?," tanya Feng May dengan wajah polos. "Kau dasar manusia tidak tahu diri," teriak laba-laba tersebut. "Aku? Memang aku kenapa? Akukan hanya bertanya saja," kata Feng May dengan polos.
"Ahhhh dasar manusia bodoh!," maki laba-laba api sambil mengentak- hentakkan kakinya.