
Feng May diam menatap wajah Chu Ziyao. "Setelah membuat formasi itu apa kau akan tinggal di keluarga Feng atau kembali keistana 9 es absolut?," tanya Feng May. Chu Ziyao tersenyum dan membelai wajah Feng May.
"Ibu akan ada diistana selam 1 bulan setelah memasang formasi. Setelah itu ibu akan kembali kekediaman Feng," jawab Chu Ziyao. Feng May diam menatap wajah Chu Ziyao "Baiklah jika itu keinginan ibu," kata Feng May mengalah.
"Setidaknya kirimkan pesan kepada ayah bahwa ibu baik-baik saja," ucap Feng May dan diangguki oleh Chu Ziyao. "Aku sudah lama tidak melihat mu. Kau sekarang sudah dewasa dan sudah lebih kuat dibandingkan terakhir kali ibu melihat mu," ucap Chu Ziyao.
"Aku berlatih dengan keras dan tidak pernah bolos," ucap Feng May. "Apa orang-orang diakademi Utara baik padamu?," tanya Chu Ziyao. "Semuanya baik dan tetua Li An Zu adalah guruku," ucap Feng May.
"Kalau begitu istirahatlah," ucap Chu Ziyao. "Aku akan langsung kembali keakademi Utara," ucap Feng May. "Apa kau tidak ingin istirahat?," tanya Chu Ziyao. Feng May hanya menggeleng mendapati pertanyaan ibunya.
__ADS_1
"Kalau begitu hati-hati lah," ucap Chu Ziyao. Feng May menganggukan kepalanya kemudian berdiri. Ia melihat perdana menteri istana 9 es masih setia berdiri dibelakang melihat interaksi antar anak dan ibu tersebut.
"Anda akan langsung kembali?," tanya perdana menteri dan diangguki oleh Feng May. "Dengan apa anda kembali? Apa anda ingin diantar oleh salah seorang komandan pasukan?," tanya perdana menteri.
Feng May berhenti dari jalannya sejenak "Aku bisa pergi sendiri jadi tidak perlu diantar," jawab Feng May. "Baiklah jika seperti itu kemauan anda," ucap perdana menteri.
Mereka berjalan sampai didepan gerbang masuk istana 9 es absolut. Feng May memandang semua orang yang ada dihadapannya. "Heh sepertinya orang tua yang tinggal di istana ini tidak ingin keluar ya," ucap Feng May.
Feng May menggunakan alat teleportasi agar langsung sampai diakademi Utara. "Sampai jumpa ah tidak tapi selamat tinggal," ucap Feng May sebelum ia menghilang. "Ternyata gadis itu memiliki alat teleportasi pantas saja ia tidak ingin diantar oleh komandan pasukan," gumam perdana menteri dalam hati.
__ADS_1
Sore harinya...
Feng May telah sampai diwilayah kediamannya diakademi Utara. "May'er kau telah sampai?," sambut Jin Yuan. "Yah terima kasih," uap Feng May sambil tersenyum kearah Jin Yuan.
"Bagaimana apa kau bisa membawa bibi kembali?," tanya Jin Yuan. "Ia tidak ingin kembali! Apa kau tahu bangsa iblis mana hang menjadi musuh bebuyutan istana 9 es absolut?," tanya Feng May. Jin Yuan mengerutkan keningnya.
"Bukankah semua bangsa iblis telah dimusnahkan?," tanya Jin Yuan. Feng May memandang kearah Jin Yuan "Yang dibasmi adalah bangsa iblis kelas rendah," jawab Feng May.
"Berarti bangsa iblis tingkat tinggi tidak ikut dalam peperangan," kata Jin Yuan. Feng May menggelengkan kepalanya perlahan "Bukan tidak ikut mereka hanya mengawasi dibalik layar dan akan menyerang saat sudah tiba waktunya. Dan aku yakin itu," ucap Feng May.
__ADS_1
"Mungkin kau terlalu khawatir May'er," kata Jin Yuan menenangkan Feng May. "Kita harus segera meningkatkan kekuatan dan juga membuat persiapan lebih awal setelah itu mengumpulkan semua perwakilan setiap ras dan membicarakannya," ucap Feng May dan diangguki oleh Jin Yuan.