Feng May

Feng May
Episode 94


__ADS_3

"Sepertinya ia salah satu anggota istana 9 es," gumam Feng May. Orang yang ditatap Feng May berbalik dan menatap tajam kearah Feng May. "Apakah dia anak yang dimaksud oleh pemimpin istana? Tapi kenapa anak ini terlihat sangat lemah," gumam wanita itu dalam hati.


"Sepertinya orang ini memiliki kesombongan tingkat akut," gumam Feng May dalam hati saat melihat tatapan meremehkan dari wanita itu untuknya. "Apa keperluan mu ada di hutan ini?," tanyanya dengan nada judes.


"Bukan urusanmu," jawab Feng May tak kalah judes. "Apa kau tidak bisa berbicara dengan lebih sopan hah?!," katanya dengan sinis. "Lalu bagaimana dengamu? Kau ingin diperlakukan baik tapi kau memperlakukan seseorang seperti ini," kata Feng May tak kalah sinis.


"Apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun hah?!," teriaknya dengan ketus. "Kau sendiri tidak punya sopan santun," jawab Feng May. "Kau...!!," katanya sambil menunjuk Feng May geram.


Ia kesal dengan sikap Feng May yang sama sekali tidak segan dengannya. Feng May malah terkesan tidak terganggu dengan aura intimidasinya. "Sebenarnya siapa gadis ini," gumam wanita itu dalam hati. "Aku ya aku! Memangnya menurutmu aku ini siapa hah?," kata Feng May.

__ADS_1


"Gadis ini bisa membaca pikiran ku," gumam wanita itu dalam hati. Ia terkejut dengan kata-kata Feng May seolah gadis itu mengetahui apa yang ia pikirkan. "Kemana tujuan mu?," tanyanya kepada Feng May.


"Bukan urusanmu," jawab Feng May sambil berlalu meninggalkan tempat itu. "Kau...!," geram wanita itu kearah Feng May. "Jika aku tidak tahu identitas bocah itu dari ketua aku pasti sudah mencabik-cabik tubuh gadis itu," geram wanita itu kemudian berbalik kembali keistana 9 es.


Feng May melanjutkan perjalanannya sampai akhirnya ia berhenti dibukit petir. "Apa ini bukit petir?," gumam Feng May. "Jika aku bisa melewati formasi petir ini maka aku akan dapat menghadapi malapetaka ke-2. Karena melewati formasi petir ini sama saja dengan menentang langit. Itulah mengapa banyak orang yang mati disini," gumam Feng May dalam hati.


"Aku harus berhati-hati," kata Feng May sambil melangkah menuju kebukit petir dihadapannya. Feng May memahami lebih dulu pola formasi yang ada dihadapannya. Setelah memahaminya ia masuk kedalam susunan formasi.


Pada formasi petir yang pertama Feng May hanya menghadapi petir- petir yang menyambar dan berusaha mengenai dirinya.

__ADS_1


Diformasi kedua...


"Apa yang ada diformasi k-2 ini ya?," gumam Feng May bertanya-tanya. Ia memahami formasi tersebut dan kemudian memasukinya. Diformasi ke-2 ini Feng May berhadapan dengan hewan beast elemen petir.


Formasi ke-3 sampai formasi ke-5 dilewati oleh Feng May dengan mudah sekalipun ia harus menderita luka ringan.


Formasi ke-6...


"Sepertinya susunan formasi ini kurang," gumam Feng May sembari mencari tahu lebih jauh tentang formasi petir ke-6. Feng May celingak-celinguk mencari sesuatu setelahnya ia melihat sesuatu yang berkilauan dan ia pun berjalan mendekat.

__ADS_1


Ia memungut batu tersebut dan tersenyum kecil. Ia kembali menghampiri formasi petir ke-6 tersebut dan memasangkan batu tersebut kedalam tempat kosong didalam formasi. Setelahnya terbuka sebuah pintu masuk. Feng May langsung masuk kedalam sana.


"Tidak disangka ada yang mengetahui kekurangan dari formasi ini," kata seseorang dari arah belakang Feng May


__ADS_2