Feng May

Feng May
Episode 21


__ADS_3

" Ah kau Bu Xiao." katanya


Pemuda asing tersebut tersenyum setelah itu ia mengangkat tangannya dan menjitak jidat gadis itu. Ia memegangi dahinya sambil menggerutu kesal.


"Apa yang kau lihat dariku yang bisa disamakan dengannya?" tanyanya


"Hmmmm... Entahlah." katanya sambil mengangkat bahunya


Pemuda asing tersebut tertawa kecil sambil mengusap lembut rambut Feng May. Ia bertanya siapa pemuda asing itu. Sesaat kemudian ia langsung menyerangnya dan menepiskan tudung kepalanya. Ia terkejut saat mengetahui siapa pemuda tersebut.


Dia adalah Nan Yichen. Ia menyelinap kedalam kediaman Feng May untuk menemuinya karena ia tidak menerima siapapun jika ia masuk lewat pintu depan. Gadis itu menghela nafas dan kehabisan kata-kata untuk membalas ucapan pria tersebut. Ia memandang kearah pria itu yang masih menampakkan senyumnya.


Ia begitu kesal dan akhirnya memukul pipi kanan pria itu dengan sangat keras.


"Ah..Apa maksud mu? Apa kau tahu bahwa itu sangat menyakitkan?" katanya dengan kesal sambil memegangi pipinya.


"Tidak! Aku kan tidak merasakannya." katanya acuh tak acuh


Mendengar jawaban seperti itu ia hanya diam kehabisan kata-kata. Ia hanya tersenyum dan kemudian menanyakan apa ia senggang. Ia menjawab bahwa ia sangat sibuk. Hari ini,esok,lusa dan untuk seterusnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanyanya


"Rebahan." jawabnya singkat


"Kapan kau punya waktu." tanyanya


"Tunggu sampai aku lelah dan ingin beristirahat." Jawabnya


"Kapan kau beristirahat?" tanyanya bingung


"Saat aku bosan didalam kediaman dan tidak ingin keluar. Itulah waktu istirahatku." jawabnya dengan wajah tanpa dosa


Ia menghela nafas panjang sambil menahan kesal yang nampak telah memuncak sampai ubun-ubunnya. Dia memandang kearah gadis itu, Ia menunjukkan wajah tanpa dosa yang sangat natural dan polos.

__ADS_1


Dia yang sangat ingin meluapkan rasa kesalnya menjadi hilang saat melihat wajah gadis itu. Ia tertawa dan membuat gadis itu bingung. Ia bahkan bertanya apa dia sudah meminum obat atau ia perlu memanggilkan dokter untuknya.


Ia mengatakan bahwa ia tidak perlu memanggil dokter atau siapapun untuk memeriksanya. Ia mengatakan kepadanya bahwa ia akan segera pergi keluar Kota dan akan kembali saat ulang tahun kaisar bulan depan.


Ia menganggukan kepalanya perlahan. Dia membalikkan tubuhnya dan kemudian pergi. Ia memandang kepergian Nan Yichen sampai bayangan pemuda itu menghilang.


"Sebenarnya siapa orang yang hadir kekediamanku mulai pada saat itu?" pikirnya


Ia menghela nafas panjang secara halus. Ia memandang kesegala arah disekitar halaman kediamannya. Ia kemudian duduk disebuah kursi dan menyenderkan kepalanya sambil mengingat-ingat wajah seseorang.


Bagaimanakah kabar kak Jin Yuan dan kakak Yulian. Saat itu mereka berdua pergi keibukota Kerajaan Long. Dan sejak saat itu pula aku kehilangan kontak dengan mereka berdua.


Andai saja dizaman ini ada handphone. Lalu ada media sosial. Aku pasti tidak kesulitan kalau mencari mereka berdua. Sayang sekali dizaman ini banyak sekumpulan orang bodoh.


Feng May menghela nafas panjang dan kemudian ia menutup matanya sampai akhirnya ia tertidur pulas dikursinya saking sejuknya.


1 jam kemudian....


Terdengar langkah kaki dari arah depan. Ia tidak merasakan bahaya sama sekali. Dapat dipastikan bahwa ia mungkin adalah kakak, ayah, atau ibunya. Hanya mereka yang tidak mendapatkan penolakan dari sihir yang kupasang dikediaman ini.


"Sejuk." jawabnya


Orang itu Tak lain adalah Chu Ziyao. Ia tertawa kecil mendengar jawaban putrinya. Feng May memang meniru sifat-sifat ayahnya.


"Kau dan ayahmu itu sama-sama orang malas ya. Kalau diberi masukan hanya mendengar namun tidak pernah dilakukan." katanya


Mendengar kata-kata dari ibunya. Ia membuka matanya dan kemudian duduk tegak dan memandang kearah ibunya. Ia mengatakan kepada ibunya bahwa ia baik-baik saja jadi ibunya tidak perlu mengkhawatirkannya.


Ibunya mengangguk-angguk menanggapi perkataan anak perempuannya. Ia tersenyum kearahnya kemudian ia berpamitan untuk pergi kearea latihan murid perempuan keluarga Feng. Ia menganggukan kepalanya perlahan kearah ibunya.


Sang ibu kemudian berbalik dan pergi meninggalkan kediamannya. Ia masih menatap kepergian ibunya kemudian berpaling dan kembali menyenderkan kepalanya dikursi. Ia merilekskan tubuhnya dan berusaha menyantaikan pikirannya.Ia kemudian bermeditasi sambil berbaring.


Keesokan harinya....

__ADS_1


Feng May terbangun dari meditasinya yang kemudian berdiri untuk merenggangkan tubuhnya. Ia memanggil pelayan untuk menyiapkan bak mandi. Setelah mandi ia kembali kedalam kamarnya dan berlatih. Selama beberapa hari ia tidak memanggil satupun pelayan bahkan tidak ada suara apapun didalam kamarnya.


Didalam kamar Feng May.....


Pikiran Feng May....


"Aku akan mewariskan semua kekuatanku asal kau memberikan tubuhmu untukku." kata Phoenix


"Mimpi. Kau hanya penumpang ditubuhku. Tanpa aku yang berusaha membangunkanmu apa kau masih dapat berbicara denganku." katanya


"Kau bocah kecil yang sombong. Kau adalah keturunanku maka kau seharusnya menghormatiku sebagai leluhurmu." katanya


"Kalau kau memang leluhurku kau seharusnya memberikan kekuatanmu tanpa pamrih." jawabnya


Ratu Phoenix geram karena perkataan dari Feng May. Ia berusaha untuk menahannya dan masih tersenyum kearahnya. Feng May mengetahui bagaimana perasaan Phoenix itu ia semakin memprovokasi sang Phoenix.


Karena dengan kekuatannya sekarang ia tidak akan dapat melakukan apapun. Ia harus mendapatkan setengah atau seperempat kekuatan Phoenix agar dapat melukai Phoenix tersebut.


Phoenix semakin geram bahkan ia menyerang jiwanya dengan mengintimidasi jiwa tersebut. Ia masih tetap berdiri kokoh ditempatnya bahkan tanpa luka sedikitpun. Phoenix menjadi heran dan bertanya kepadanya mengapa ia masih baik-baik saja.


Ia menjawab bahwa ia menyerap kekuatan Phoenix sedikit demi sedikit. Bahkan ia yang sudah pernah belajar aturan waktu membuat waktu menjadi melambat. Ia mempelajari hukum waktu disebuah tempat yang terdapat obseliks talenta.


Phoenix terkejut mendengar penjelasannya. Ia antara percaya dan tidak terhadapa perkataan darinya. Ia ingin melihat memori Feng May, namun karena jiwanya yang kuat. Membuat Phoenix kesulitan untuk melihat memorinya.


Ia bertanya kepadanya apa yang membuat jiwanya menjadi sangat kuat. Ia menjawab bahwa ia tidak tahu. Karena jiwanya telah kuat sedari dulu. Sang Phoenix tertawa terbahak-bahak. Feng May yang melihatnya mengira bahwa Phoenix menjadi gila.


Phoenix memukul kepalanya dan mengatakan bahwa ia tidak salah memilih penerus. Phoenix mengatakan bahwa ia dapat mendapatkan kekuatannya asal Feng May dapat memasuki kebangkitan yang ke-4.


Kebangkitannya yang pertama membuat ia memiliki seperempat kekuatan Phoenix. Namun jika ia menemukan tanaman Phoenix atau tumbuhan 7 warna yang memiliki buah yang dapat meningkatkan kekuatan jiwa maka ia dapat langsung menghadapi kebangkitan sekaligus.


Ia mendengarkan penjelasan dari Phoenix dengan seksama. Phoenix menjelaskan jika ia menemukan tanaman 7 warna atau tumbuhan Phoenix maka ia akan menghadapi semua kebangkitan secara bersamaan dan mengikuti tingkatan kekuatannya.


"Dimana aku dapat mendapatkan tumbuhan itu?" tanyanya

__ADS_1


"Kau bisa mendapatkan didalam goa kylin api Nirvana." kata Phoenix


__ADS_2