
Didalam ruangan dimensi...
"Kalian hanya memiliki waktu 1 jam untuk dapat mengambil apa yang kalian inginkan," kata tetua tersebut menggunakan transisi suara.
Ke-5 orang didalam ruang tersebut langsung mencaris sesuatu yang cocok untuk mereka.
Setelah satu jam lamanya....
Chen Sui kembali dengan membawa Jurus langit. Kemudian disusul dengan Zhu Ling yang membawa pedang nirwana. Setelahnya disusul dengan Sheng Chan yang berhasil mendapatkan jurus yang cocok dengan dirinya yaitu jurus seribu angin.
Feng May kembali dengan membawa sebuah buku kuno yaitu api nirwana Phoenix sejati, Sedangkan Jin Yuan kembali dengan membawa permata hati naga. Banyak yang heran dengan barang yang diambil oleh ke-2 orang itu, namun saat tetua senior terhormat mengatakan bahwa barang yang ada bersama mereka berada di inti dan dilindungi dengan segel barulah mereka semua memberi selamat kepada keduanya.
"Bagaimana kalian dapat mengambil benda tersebut?," tanya Chen Sui.
"Sesuatu dalam diriku menuntunku untuk mengambil permata ini," kata Jin Yuan.
"Aku tertarik," jawab Feng May.
"Tertarik? Bukankah artinya buku ini menghampirimu?," tanya Zhu Ling.
Feng May memandang kearah mereka semua dan menganggukan kepalanya "Aku tidak tahu dia menghampiriku atau tidak. Namun aku sudah melihatnya diantara barang-barang yang lainnya," kata Feng May.
Mereka semua menganggukan kepalanya kemudian melanjutkan perjalanan kembali kekediaman masing-masing. Setelah sampai dikediman mereka masuk kedalam kamar masing-masing dan beristirahat.
Sheng Chan dan Chen Sui mempelajari jurus yang mereka dapatkan dipavilion ruang dan waktu. Zhu Ling mempelajari jurus-jurus pedang dengan pedang barunya. Lalu Jin Yuan menyerap essensi yang ada dipermata hati naga. Sedangkan, Feng May mempelajari buku kuno yang ia dapatkan.
"Buku itu menyimpan hampir semua juris dari klan Phoenix sejati," kata BuBo.
"ohh," jawab Feng May singkat.
BuBo hanya mendengus kesal mendapatkan jawaban singkat dari tuannya itu. Ia masih sibuk dengan buku-buku tersebut, sampai akhirnya ia tertidur pulas.
Feng mengerjap-ngerjap matanya beberapa kali sampai akhirnya ia sadar sepenuhnya, ia melihat kesekeliling tempatnya berdiri saat ini. "Dimana ini? kenapa aku bisa disini? Siapa yang membawaku kemari?," batinnya bertanya-tanya sambil melihat kesekeliling tempatnya.
Ia berjalan lurus kedepan sambil terus mengamati keadaan sekitarnya. Sekilas ia melihat seseorang tengah berdiri disebuah tempat yang tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
"Siapa?," teriaknya dengan kencang.
Ia terus melangkah maju semakin dekat ketempat berdirinya orang itu. "Siapa?," tanyanya lagi, namun masih belum mendapatkan jawaban bahkan orang itu sama sekali tidak menoleh kearahnya.
__ADS_1
Setelah jarak keduanya tidak jauh hanya sekitar 2 meter, Feng May kembali berteriak " Siapa kau? berbaliklah dan menghadap kearahku," sambil melangkah maju kehadapan orang tersebut. Saat ia akan melihat wajah orang tersebut, orang itu justru menghilang tak diketahui jejaknya.
"Kemana orang itu? Sebenarnya ini dimana?," tanyanya heran sambil memandang sekelilingnya.
Feng May pun mmefokuskan diri dan mencoba mencari titik terang keberadaan dirinya saat ini. "Aneh kenapa aku sama sekali tidak dapat melakukan apapun? Bahkan kekuatan qi ku juga tidak bekerja," batinnya.
"Kemarilah....," kata suara aneh sambil muncullah sebuah benang berwarna merah dan bergerak-gerak mengelilinginya.
"Ayo ikuti aku," kata benang tersebut sambil bergerak maju.
Tanpa pikir panjang Feng May mengikuti jalan yang ditunjuk oleh benang merah tersebut. Benang itu masih terus bergerak dan Feng May dapat melihat sebuah kertas gulungan ditengah-tengah tempat aneh tersebut.
Benang itu membelit kearah kertas gulungan tersebut. "Ambillah," suara itu muncul lagi.
Feng May mengambil gulungan itu dan membukanya. Saat terbuka gulungan itu kosong tidak ada apapun. Feng May merasa heran dengan hal itu.
"Darah..," kata suara aneh tersebut. Feng May yang mendengarnya langsung mengambil pisau yang berada dipinggangnya dan menggores lengannya.
Perlahan-lahan muncul tulisan digulungan tersebut. Feng May memperhatikannya dengan seksama, sambil menghafalnya diluar kepala.
"Gulungan ini berisi sebuah jurus yang membangkitkan aura pedang," batinnya sambil memperhatikan setiap kalimat didalam gulungan tersebut.
"Gulungan ini memiliki satu jurus, 25 kalimat, 200 gerakan dan juga 5 aura," kata Feng May sambil terus mengingat-ingat gerakan dan kalimat didalam gulungan tersebut.
Feng May terus berlatih dari siang kemalam dan kembali lagi dari malam sampai kesiang. Tanpa lelah, ia bahkan tidak makan ataupun beristirahat.
Setelah 7 hari....
"Haah akhirnya jurus itu dapat aku kuasai," katanya.
"Oh iya bagaimana caraku kembali?," tanyanya berbicara sendiri sampai akhirnya ia tertidur pulas.
"Hoammm...," Feng May merasakan ada seseorang yang menepuk pipinya dengan sedikit keras.
Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, kemudian melihat Jin Yuan, Chen Sui, dan gurunya Li An Zu disana dengan wajah cemas mereka.
"Ada apa? Lalu siapa yang merusak rumah ku?," tanya Feng May saat ia melihat bahwa kediamannya sekarang telah hancur setengahnya.
"Itulah yang ingin kami tanyakan. Apa yang terjadi?," tanya Chen Sui.
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja?," tanya Jin Yuan sambil melihat tubuh gadis tersebut.
"May'er apa kau sama sekali tidak terbangun?," tanya Li An Zu.
"Tadi aku bangun dan berlatih selama 7 hari kemudian aku tidur lagi," katanyademgan mimik wajah polos.
Orang-orang yang berada ditempat tersebut memandang kearahnya dengan ekspresi aneh. Chen Sui memegangi dahinya "Tidak panas. Tapi kok dia aneh ya?," katanya.
Jin Yuan memandang kearah Feng May dengan wajah heran "Feng May sepertinya kau bermimpi," katanya sambil terus memandang kearah gadis itu.
"May'er kalian baru tadi kemaren siang kembali kekediaman kalian masing-masing," kata gurunya sambil menghela nafas.
Feng May bengong beberapa saat " Benarkah?," tanyanya sambil berfikir kembali.
"Memang seperti apa mimpimu?," tanya Jin Yuan.
"Tidak apa-apa! tidak usah dipikirkan," katanya dengan santai.
"Mulai sekarang kau tinggalah bersamaku. Sampai kediaman ini selesai diperbaiki," kata Jin Yuan.
"Iya," kata Feng May asal.
"Aku ingat kalau aku mempelajari jurus-jurus 5 aura. Apa aku bermimpi tapi, aku masih ingat bahwa aku berhasil menguasai jurus 5 aura tersebut," batinnya.
"Sebaiknya aku mencoba jurus 5 aura yang sudah kupelajari," batinnya.
Dihalaman belakang....
"Sepertinya ini tempat yang pas untuk berlatih," gumam Feng May.
Feng May mempraktekkan jurus 5 aura yang telah dikuasainya. Dan saat ia melepaskan aura bahkan tanpa memperagakan jurusnya.
"Ternyata aku memang telah menguasai jurus 5 aura," katanya.
"*Tapi dimana? Apa benar saat itu aku bermimpi?," batinnya.
"Heh BuBo kenapa kau seperti babi sekarang! Hanya tahu tidur saja*," katanya sambil berteriak kencang.
"Ck dasar pengganggu," katanya sambil bersungut kesal.
__ADS_1